Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Nasehat Guru Sufi”

Terserah Pada-Mu ya Allah…

Sufimuda LogoSuatu hari Guru berkata, “Sebagian besar manusia berdoa agar diberi kekayaan duniawi, sebagian kecil orang-orang yang fokus kepada ibadah berdoa agar diberikan kekayaan akhirat, sedangkan aku tidak berdoa apa-apa tentang itu, aku terserah apa kehendak Allah”.

Di lain kesempatan Beliau berkata, “Orang awam mohon kepada Allah agar dijauhkan dari Bala, sedangkan bagi sebagian Wali/Nabi justru meminta bala atau cobaan dari Allah karena bagi mereka cobaan adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang Allah, sedangkan aku.. terserah kehendak Allah semata, diberi nikmat aku syukuri, diberi cobaan aku syukuri, bagi ku keduanya sama-sama berasal dari Allah Yang Maha Baik”. Baca lebih lanjut…

Ulat WC…

19-Ikhtiar muridSore itu ada dua orang datang ingin menemui Guru Sufi dengan niat belajar, diterima di sekretariat oleh murid yang bertugas disana. Sudah menjadi kebiasaan, kalau orang datang bertamu di luar jadwal yang telah ditentukan, biasanya harus dilapor dulu kepada Guru apakah Guru berkenan menemui atau biesa jadi Guru sedang dalam zikir yang lama sehingga tidak bisa melayani tamu. Setelah ngobrol setengah jam dan tahu maksud kedatangan tamu, kemudian murid datang kerumah Guru yang terletak 50 meter dari ruang sekretariat untuk melaporkan tentang tamu. Baca lebih lanjut…

Takut Pada Allah

Tentang takut kepada Allah ada sebuah ungkapan bijak “Kalau engkau takut sesuatu maka engkau akan menjauh dari sesuatu tapi kalau engkau takut kepada Allah maka engkau akan mendekat kepada-Nya”.

Takut kepada Allah dipahami sebagai takut melakukan dosa dan kesalahan yang membuat Allah menjadi murka. Takut kepada Allah dalam pandangan para pecinta adalah takut kehilangan cinta kepada-Nya dan takut kehilangan memandang kaagungan wajah-Nya. Tentang Takut Kepada Allah saya mengutip nasehat dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada pengajian hari Selasa sore, 18 Dzulqaidah 545 H yang disampaikan Beliau di madrasah dan dicatat dalam sebuah karya berjudul “Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faydl ar-Rahmani”.

Baca lebih lanjut…

Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-2

nangis juga1Zaman dulu, Guru Sufi sangat ketat dalam menyeleksi calon murid, bahkan adalah calon murid yang harus mengemis selama 3 tahun dijalanan kemudian baru diterima menjadi murid. Sunan Kalijaga harus menjaga tongkat dari sang Guru dalam jangka waktu yang sangat lama sebagai ujian awal kemudian baru diterima menjadi murid.

Baca lebih lanjut…

Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-1

ya AllahAnda bisa mencari definisi Taqwa lewat buku-buku atau bisa search di Google, disana akan banyak pembahasan tentang taqwa. Kali ini saya tidak focus membahas denisifi-difinisi itu karena saya yakin anda sudah sangat paham dan memiliki referensi yang sangat lengkap. Saya ingin mengajak anda memaknai taqwa dari pandangan Guru Sufi.

Guru Sufi mengatakan, “Orang yang telah mencapai tahap Taqwa, tidak ada perasaan berat baginya dalam melakukan ibadah yang diperintahkan Allah”. Berarti taqwa bisa didenisikan sebagai kondisi dimana seorang hamba melakukan perintah Allah dengan senang hati bahkan memiliki gairah dalam ibadah tersebut.

Baca lebih lanjut…

Nasehat Guru

Setelah Perang dunia II, Jerman sebagai negara kalah perang dibagi menjadi dua, Jerman Barat tunduk kepada Kapitalis Amerika dan Jerman Timur tunduk dibawah pengaruh komunis Uni Soviet. Pada saat itu kota Berlin juga dibagi dua yaitu Berlin Barat dibawah Pemerintahan Jerman Barat sementara Berlin Timur di bawah pemerintahan Jerman Timur. Kota Berlin di pisah oleh sebuah Tembok Raksasa sepanjang 165km dengan tinggi 3,6 m yang kemudian kita dengan sebagai Tembok Berlin.

Baca lebih lanjut…

Nasehat Guru,“Ilmu ini (Hakikat) turun dengan Kasih Sayang”

Islam adalah agama damai, sejuk, indah, memberi keselamatan kepada pemeluknya dunia dan akhirat serta menjadi rahmat bagi seluruh alam. Siapapun yang menyentuh Islam akan ikut bahagia lahir dan bathin. Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk berakhlak yang baik dan bekasih sayang antara satu dengan lain. Junjungan kita Rasulullah SAW memberikan contoh akhlak yang baik itu dan membimbing para sahabat dan ummat zaman itu untuk berakhlak yang baik, saling sayang menyayangi dan saling mencintai satu sama lain. Begitu mendalam dan berbekas pengajaran akhlak dari Nabi kepada sahabat sehingga mereka bahkan lebih mencintai saudaranya dari mencintai diri sendiri.

Baca lebih lanjut…

Post Navigation

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 17.676 pengikut lainnya.