Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (2)

Makrifat itu bukan benda yang bisa diberikan dengan begitu mudah apalagi bisa dijanjikan dengan sekehendak hati. Makrifat akan tercapai ketika hamba terbuka hijabnya sehingga mampu memandang kebesaran Allah SWT. Hijab pada diri manusia tidak lain adalah hawa nafsunya sendiri termasuk hawa nafsu untuk mencapai tahap Makrifat. Lalu bagaimana mungkin seorang hamba bisa mengendalikan hawa nafsunya tanpa melalui mujahadah, perjuangan dengan sungguh-sungguh.

(more…)

Bangunlah Dari Mimpi! (Selesai)

Nabi mengatakan bahwa ibadah akan ditolak oleh Allah kalau ibadah itu tidak dilakukan dengan Ikhlas. Bagaimana mungkin ibadah bisa ikhlas kalau dalam hati sanubari masih bersemayam unsur yang menyebabkan hati tidak ikhlas yaitu Iblis beserta bala tentaranya. Selama Iblis dan tentaranya masih bersemayam dalam hati manusia maka selamanya manusia tidak ikhlas beribadah dan ibadahnya akan ditolak.

Iblis tidak akan takut dengan bacaan ayat-ayat Tuhan yang diproduksi oleh mulut kita bahkan Iblis sangat fasih melantunkan ayat-ayat Tuhan. Bagaimana mungkin Iblis bisa dilawan, umurnya jutaan tahun, bisa keluar masuk kemana saja bahkan dia bisa keluar masuk ke surga, sedangkan kita???

(more…)

Bangunlah Dari Mimpi (2)

Ketika ruhani diajarkan agama oleh Arwahul Muqadasyah Rasulullah saw yang disalurkan oleh waliyamursyida, maka ruhani manusia akan mampu memandang hal-hal yang selama ini dianggap gaib. Ketika ruhani telah “dihidupkan” maka dia akan mampu mencapai alam Rabbani sehingga hal yang paling gaib sekalipun akan menjadi nyata.

Benar ucapan Ali bin Abi Thalib: “Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun” karena alam setelah kematian menjadi gaib atau abstrak bagi manusia yang sedang hidup, ketika manusia meninggal, alam kubur menjadi nyata dan alam dunia ini akan menjadi alam gaib atau abstrak baginya. Bagi orang yang telah meninggal dunia, alam kubur dengan segala isinya akan menjadi nyata (hidup) dan alam dunia akan menjadi abstrak (mimpi) baginya.

(more…)

Bangunlah Dari Mimpi! (1)

Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun

Ali bin Abi Thalib

Tuhan memberikan akal kepada manusia agar manusia mampu berfikir secara baik tentang alam dan ciptaan Tuhan sehingga bisa memberikan manfaat kepada manusia. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Akal manusia dengan kemampuan yang begitu luar biasa mampu menyerap dan mengolah informasi sehingga menghasilkan hal-hal yang luar biasa.

(more…)

Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-2

nangis juga1Zaman dulu, Guru Sufi sangat ketat dalam menyeleksi calon murid, bahkan adalah calon murid yang harus mengemis selama 3 tahun dijalanan kemudian baru diterima menjadi murid. Sunan Kalijaga harus menjaga tongkat dari sang Guru dalam jangka waktu yang sangat lama sebagai ujian awal kemudian baru diterima menjadi murid.

(more…)

Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-1

ya AllahAnda bisa mencari definisi Taqwa lewat buku-buku atau bisa search di Google, disana akan banyak pembahasan tentang taqwa. Kali ini saya tidak focus membahas denisifi-difinisi itu karena saya yakin anda sudah sangat paham dan memiliki referensi yang sangat lengkap. Saya ingin mengajak anda memaknai taqwa dari pandangan Guru Sufi.

Guru Sufi mengatakan, “Orang yang telah mencapai tahap Taqwa, tidak ada perasaan berat baginya dalam melakukan ibadah yang diperintahkan Allah”. Berarti taqwa bisa didenisikan sebagai kondisi dimana seorang hamba melakukan perintah Allah dengan senang hati bahkan memiliki gairah dalam ibadah tersebut.

(more…)

Misteri Guru Sufi

Setiap Guru Sufi mempunyai ciri khas masing-masing baik dalam penampilan maupun cara menyampaikan pelajaran dan Beliau akan menyesuaikan dengan kondisi tempat dan type murid yang dihadapi. Berbeda dengan Guru biasa, setiap ucapan Guru Sufi akan berbekas di hati murid dan murid akan berubah menjadi baik tanpa harus dipaksakan.

Selama berguru saya memperhatikan dengan teliti apa yang dilakukan oleh Guru. Salah satu hal yang Saya perhatikan bahwa seorang Wali Allah itu tidak boleh memuji selain memuji Allah. Kalau Guru saya memuji sesuatu berhubungan dengan duniawi biasanya yang dipuji akan mati atau gagal. Pernah Suatu hari Beliau datang ke kebun cabe dan Beliau sangat senang melinat tanaman cabe yang bagus kemudian Beliau berkata, “Bagus sekali tanaman cabe ini”. Tak lama kemudian, kebun cabe seluas 1 hektar perlahan layu dan akhirnya mati. Masih banyak kejadian lain yang serupa dan saya menyaksikan langsung kejadiannya. Pernah Beliau memuji peternakan ayam milik seorang murid yang jumlahnya 10.000 ekor Ayam, tak lama kemudian seluruh Ayam itu mati.

(more…)

Ujian Guru Sufi

Ilmu rahasia Ketuhanan tidak didapat dengan mudah tapi dengan kesungguhan karena memang perjalanan kepada Allah akan melewati rintangan dan hambatan, hanya orang yang tingkat keseriusan tinggi bisa melewatinya. Seorang Guru Sufi dalam menerima murid juga akan melihat tingkat keseriusannya dan tentu saja Guru akan memberikan ilmu menurut kemampuan masing-masing murid. Ujian dari Guru Sufi kepada murid-muridnya berbeda satu sama lain. Berikut ini menarik untuk disimak kisah berguru Asy-Syibli kepada Junaid (Junaidi al-Baghdadi) yang saya kutip dari dialog antara keduanya dalam kisah itu menarik untuk disimak dan dijadikan bahan pelajaran bagi kita dalam berguru.
(more…)

Guru Saya…

SUFI MUDA-057 tahun lalu ketika saya ingin mengambil S2 bidang Pemikiran Islam di Ushuluddin IAIN, syarat awalnya adalah harus mendapat rekomendasi dari dua orang guru besar. Satu orang professor memberikan rekomendasi tanpa harus banyak bertanya. Saya masih ingat ketika mendatangi guru besar satu lagi, kemudian beliau bertanya latar belakang pendidikan saya, pernah di pasantren mana, berapa lama dan lain-lain. Saya menceritakan secara panjang lebar dan ketika saya mengatakan sudah lama menekuni tarekat dan berguru kepada seorang guru mursyid, kemudian dengan wajah serius beliau berkata, “Saya menganjurkan anda tidak mengambil jurusan ini, pada umumnya orang tarekat itu hanya patuh pada gurunya, akan sangat susah menerima hal-hal berupa pemikiran, apalagi kajian-kajian disini nanti yang tidak lazim”. Kemudian beliau melanjutkan, “Ada 3 orang yang berlatar belakang pasantren hanya bertahan 2 semester, kemudian keluar karena mereka merasa terganggu dengan pemikiran-pemikiran dan kajian-kajian yang menurut mereka aneh”.

(more…)

Tanpa Derita Engkau Tidak Mendapatkan Ilmu!

Seorang Guru Sufi mengatakan, “Jika kau tidak mengalami kesulitan dan penderitaan, maka engkau tidak akan dapat memperoleh ilmu”. Nasehat ini sangat cocok bagi orang-orang yang menempuh jalan kepada Allah dan mencari Keridhaan-Nya.

Didunia ini, segala sesuatu yang hebat dan besar pasti di dapat dengan susah payah. Seorang wanita bisa mendapat gelar ibu dan dipanggil “Ibu” sepanjang hidupnya setelah dia melewati cobaan berat mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan anaknya. Pengorbanan yang begitu besar inilah yang membuat wanita mendapat panggilan mulia bahkan Nabi sendiri menasehati kita untuk mendahulukan panggilan Ibu dari pada yang lain.

(more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 11.670 pengikut lainnya.