7 tahun lalu ketika saya ingin mengambil S2 bidang Pemikiran Islam di Ushuluddin IAIN, syarat awalnya adalah harus mendapat rekomendasi dari dua orang guru besar. Satu orang professor memberikan rekomendasi tanpa harus banyak bertanya. Saya masih ingat ketika mendatangi guru besar satu lagi, kemudian beliau bertanya latar belakang pendidikan saya, pernah di pasantren mana, berapa lama dan lain-lain. Saya menceritakan secara panjang lebar dan ketika saya mengatakan sudah lama menekuni tarekat dan berguru kepada seorang guru mursyid, kemudian dengan wajah serius beliau berkata, “Saya menganjurkan anda tidak mengambil jurusan ini, pada umumnya orang tarekat itu hanya patuh pada gurunya, akan sangat susah menerima hal-hal berupa pemikiran, apalagi kajian-kajian disini nanti yang tidak lazim”. Kemudian beliau melanjutkan, “Ada 3 orang yang berlatar belakang pasantren hanya bertahan 2 semester, kemudian keluar karena mereka merasa terganggu dengan pemikiran-pemikiran dan kajian-kajian yang menurut mereka aneh”.
(more…)
Filed under: Tasauf | Ditandai: Guru Sufi | 27 Komentar »