Jawaban Akidah Sufi Tentang Allah (2)

Sementara kaum yang anti Thariqat Sufi merasa telah bercermin dengan benar, padahal mereka tidak mengetahui jika cermin yang digunakan itu adalah cermin yang buram, retak, dan cara bercermin yang keliru. Ketika mereka menuding orang lain, sesusungguhnya mereka sedang menuding diri sendiri.

Kata-kata yang muncul dari para Sufi sesungguhnya harus difahami menurut konsumsi Bathiniyah dari kandung Al-Qur’an dan Sunnah. Misalnya ketika seseorang mempraktekkan Ihsan, “Seakan-akan engkau melihat Allah, dan jika tidak melihatNya, Allah melihatmU,” pastilah menimbulkan pantulan cahaya Ubudiyah yang agung dengan sesuai dengan kondisi psikholohis ruhani masing-masinghamba Allah. Pantulan cahaya Ilahi inilah yang tidak bisa difahami oleh orang yang tidak pernah megalami perjalaan ruhani ke-Imanan dan ke-Ihsanan.

Mukasyafah atau keterbukaan Rahasia Ilahi adalah Hak Allah yang diberikan kepada yang dikehendakiNya. “Allah berbuat sebagaimana yang dikehendakiNya.” Termasuk menghendaki hambaNya untuk mengetahui yang ghaib, rahasia takdir, dan rahasia alam semesta raya, baik yang fisik maupun yang metafisik.

Diantara rahasia yang dianugerahkan oleh Allah kepada para Sufi adalah mengenal rahasia huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an. Sebab, hakikat huruf-huruf itu adalah Asma’ Allah, dipastikan memiliki hubungan korelatif dan apresiatif secara paripurna dengan kehidupan hamba, alam semesta bumi langit seisinya, dan alam akhirat, bahkan Asma’, Sifat, Af’al dan DzatNya.

Mereka menuduh bahwa kaum Sufi menjauhi Qur’an dan Hadits, lalu mendahulukan mukasyafah. Ini tuduhan yang salah benar, karena seluruh aspek Mukasyafah sesungguhnya merupakan penafsiran dari Al-Qur’an dan Sunnah itu sendiri. Setiap Mukasyafah harus ditimbang dengan Qur’an dan Sunnah, hal demikian sangat popular di kalangan Sufi. Karena itu dalam dunia Sufi, sangat dibedakan mana yang bisikan Jin, Syetan, Malaikat, Ilham, dan yang langsung dari Allah.

Ibnu Abbas ra, sendiri telah menegaskan bahwa dirinya diberi Ilmu oleh Allah Ta’ala, sebagian bisa disebarkan (publikasi), dan sebagian bila disebarkan justru ia akan dikafirkan dan dibunuh oleh banyak orang. Artinya, aspek Mukasyafah sangatlah individual, dan memang tidak bisa diungkapkan kecuali pada ahlinya atau orang tertentu yang relevan dengan manfaat dunia akhiratnya.

Mengenai Wihadatul Wujud, Hulul, Al-Faidl (ilmuniasi), sesungguhnya justru tidak ada dalam dunia Sufi. Yang ada adalah Widatus Syuhud. Orang yang pertama kali mengatakan Wihdatul Wujud adalah Ibnu Taymiyah yang memang anti dengan pengalaman Dunia Sufi. Ia menuduh Sufi itu Wihdatul Wujud, sebuah tudingan yang jauh dari pengalaman ruhani Sufistik. Karena Wihdatul Wujud sering diartikan dengan panteisme, sedang konsep Sufi tentang penyatuan hamba dan Allah jauh dari panteisme. Penyatuan itu bersifat ruhani dan musyahadah (penyaksian mata hati, mata ruh dan mata rahasia batin. Bukan wujud fisik. Hal demikian pun diurai secaa lembut melalui kaidah-kaidah Sufi agar tidak menyimpang dari Tauhid, sebagaimana dijelaskan secara rinci oleh Ibnu Athaillah as-Sakandary dalam kitab Al-Hikam.

Kalau kita membaca Al-Qur’an dengan pandangan kulitnya, formalitas dan penafsiran tekstual belaka, maka kita pun ketika memahami wacana Sufi juga akan terjebak sedemikian rupa. Karena itu dalam tradisi Sufi harus ada Mursyid Kamil Mukammil yang membimbing, agar mereka tidak terkena ghurur (tipudaya) dalam menempuh perjalanan menuju kepada Allah. Tidak begitu mudah orang memahami pandangan Ibnu Araby, Abu Yazid al-Bisthamy, Junaid al-Baghdady, Bisyr Al-Hafy, Syeikh Abdul Qadir al-Jilany, Abdul Karim al-Jily, Al-Hallaj, maupun Abul Hasan asy-Syadzily.

Bagaimana anda bisa memahami arti tenggelam di lautan, sementara anda belum pernah tenggelam, dan hanya mendengarkan kisah tentang orang tenggelam saja?
Tiba-tiba anda sudah merasa tenggelam?

Sumber : http://www.sufinews.com

30 Tanggapan

  1. subhanalloh …………….syukron admin ….

  2. bukan hanya ibnu Abbas, tetapi Abu Hurairah pun berkata demikian dan teriwayatkan dlm shahih Bukhari.

  3. ulasan yg sangat mencerahkan

  4. Aku pengen mendalami ilmu sufi,tp aku ga tau kpd siapa aku harus belajar. Jd tlong bantuannya.wassalam

    • Subhanallah, Rasanya tdk ada kata dan alasan yg kuat untuk menolak jalan menuju sufi. Blog inilah yg menurut saya berisi penyejuk jiwa bisa menjadi pemersatu islam. Ketika org masuk kedunia sufi maka jiwa akan lebur rindu ingin menyatu kepada Allah. Ketika hal itu sdh merasuk dalam jiwa seseorang maka tdk ada lagi sekat sekat seperti sunni, syi’ah, NU, muhammadiyah. Yg ada bagaimana jiwa yg selalu rindu untuk bisa memasuki Nur Allah. Bang sufi muda trima kasih anda sdh punya andil dalam pencerahan ummat. Tolong perbanyak tulisan mengenai seluk beluk sufi agar jiwa ini bisa terisi kebaikan nan abadi yaitu kebaikan dari Nur illahi. Amien

    • Aku juga pengen mendalami ilmu sufi, tapi ga tahu juga mesti belajar ke siapa.
      tolonga bantuannya bagi yg tahu.

  5. mohon maaf numpang nyampaikan amanat

    Mengenal Alloh wajib usaha
    Belajar Ihlas dawam bertaqwa
    Wajib Ain bertoat jiwa
    Kepada Alloh raja pencipta

    Cara mengenal Alloh taala
    Ada caranyah lima perkara
    Baca Alquran paling pertama
    Ke dua penting menghapaz Asma

    Mengenal sipat cara ketiga
    Wajib mustahil harusnyah juga
    Dengan menghapaz sipat dan nama
    Alloh teringat di mana kita

    Cara keempat mengenal jiwa
    Rasa rumasa Alloh pencipta
    Piilnyah Alloh teramat nyata
    Dengan mengaji bersyukur jiwa

    Cara kelima beryaqin jiwa
    Mengenal ezat cahaya mulya
    Mata melihat segala rupa
    Ingatlah Alloh ezat pencipta

    Putuskan tiep mahluk penggoda
    Walaupun ejin islam penggoda
    Tawassul jangan salah bekerja
    Musrik Akidah wajib rumasa

    Sipat Tawaddu punya rumasa
    Kepada Alloh senantiyasa
    Merasa diri paling berdosa
    Kepada Alloh minta hampura

    Berpedoman hadis Alqur’an
    Guru mursid di pendidikan
    Iklas sabar mengerjakan
    Rajin bertanya pengalaman

    Itulah dasar ini jawaban
    Ahli ma’ripat taklit iman
    Taklit soheh esah beriman
    Tiada gengsi nukar pikiran

    Arti nukar pemikiran
    Pikiran sesat di tinggalkan
    Merasa sampai puncak tujuwan
    Tau-tau mengsol tuntunan

    Kobul amal makbul iman
    Tujuwan hamba yaqin iman
    Dengan ilmu pengetahuwan
    Misah dari islam simbolan

    Agama islam iman ihsan
    Satu jiwa di pengamalan
    Sarat rukun di pahamkan
    Hingga batalnya ketauwan

    Bigitupun salah jalan
    Bisa tau salah jalan
    Pendapat orang masing2an
    Jalan lurus pendapat Tuhan

    Qias ijma hadis Alqur’an
    Pelan pelan di pelajarkan
    Sampai ketemu Alloh Tuhan
    Tanpa ada pelantaraan

    Dalam cerita ini temuwan
    Hanya tinggal penyempurnaan
    Duwa kalimat sahadat iman
    Terus sajah di pelajarkan

    Dalam amal bakti toat
    Ada rukun ada sarat
    Ketemu rukun ketemu sarat
    Soheh esah amal ibadat

    Ada kelas umum rakyat
    Ada husus kelas umat
    Howasil howas husus amat
    Alim ulama wajib cermat

    Jangan mudah ngatain sesat
    Walau bagi peninggal solat
    Komo ninggal solat jum’at
    Lantaran pada buwangin sarat

    Sahadat solat puasa Zakat
    Pergi haji sama bersarat
    Batal masrut tanpa sarat
    Sia-sia amal ibadat

    Surat Almaun coba lihat
    Dusta agama banyak amat
    Sahadat solat puasa zakat
    Haji tida belajar sarat

    Harta benda bukanlah sarat
    Dalam ibadah bakti toat
    Juga bukan gelar pangkat
    Walau alim ulama berpangkat

    Rosululloh contohnya umat
    Beliyau tida ngidolain pangkat
    Rosululloh sangatlah hormat
    Soheh toat walau melarat

    Aji baca tanya dan uji
    Johir batin sekujur diri
    Sampai bisa mengenal diri
    Mengenal Alloh sudah pasti

    Ezat Alloh maha suci
    Amat sulit di ceritai
    Tida bisa di samai
    Selain bisa dilihat sendiri

    Hindarilah sipat terkeji
    Hasud musrik sirik dengki
    Rumasa kotor sepenuh diri
    Kepada Alloh mintalah mandi

    Alloh repot ngajak mandi
    Alloh gendong bagai bebayi
    Alloh amat sayang sekali
    Sehingga mantau setiep hari

    Kalau lagi susah rejeki
    Alloh di suruh pergi mencari
    Alloh kuasa mengkuwasai
    Ada sajah pemberi rejeki

    Bila ihlas bagi rejeki
    Alloh juga siap mengganti
    Di aherat Alloh siapi
    Alam sorga Alloh nanti

    Julang 4 (PJ 16/8/2010)

    Jikalau hasud musrik iman
    Tiada boleh disalahkan
    Untuk apa hadis Alqur’an
    Jika biarkan perusak iman

    Sedangkan hasud musrik iman
    Juga baca hadis Alqur’an
    Satu jenis jadi lawanan
    Organisasi partai golongan

    Dari itulah penggapai iman
    Wajib tegas di penjelasan
    Umum husus di Pengamalan
    Tergantung dari peyaqin iman

    Banyak sekarang iman ucapan
    Hadis Qur’an Cuma bacaan
    Amal ibadah cuman roman
    Mangkanyah perlu penjelasan

    Alim ulama Pendoktrin iman
    Sudah pasti banyak tantangan
    Dari itulah di Ijtima’kan
    Wajib kokoh di persatuwan

    Di pancasila kesatuwan
    Hendaknyah wajib di dewasakan
    Karna negara yaitu bukan
    Alloh tangguhkan di perorangan

    Di kutbah Jumat di wasiatkan
    Satu ayat Kesatuwan
    Tolong menolong berpengertian
    Tida husus di segolongan

    Dari itulah pengamal iman
    Amal wajib pendewasaan
    Sarat rukun di Pengesahan
    Wajib belajar di ajarkan
    =====================
    Makbul iman kobul ibadah
    Alloh izinkan horikul adah
    Di pahamnyah memang susah
    Selain bisa baca tarehnyah

    Tujuwan iman Amal ibadah
    Amal ibadah menuntut esah
    Menjauhkan bid’ah dolalah
    Amal tanpa sarat rukunnyah

    Apapun amal ada saratnyah
    Tiep kerjaan ada rukunnyah
    Ada yang wajib ada yang sunah
    Jikalau batal haram semuwah

    Persiden sajah ada batalnyah
    Ulama juga ada rusaknyah
    Sekarang ini kewajibannyah
    Mengetahuwi benar dan salah

    Tuding-tudingan tak sudah-sudah
    Hanya membuat rusuh resah
    Isu gosip namimah pitnah
    Jadi propesi umat semuwah

    Nazom sair bukan mengkucah
    Tetapi baca benar dan salah
    Ada koridor baro meternyah
    Tugas alim ulama semuwah

    Bila hianat dari tugasnyah
    Ulama dajal itu kelasnyah
    Jadi pendusta iman akidah
    Jumlah total musrik semuwah

    Jangan menuduh jangan mempitnah
    Tetapi ngaji dan kajilah
    Sampai kepaham ibadah esah
    Amal dunya pun aheratnyah

    Julang 5 (20/09/2010)

    Banyak cerita selalu benar
    Komo ngucap Allohuakbar
    Tetapi aneh tiada benar
    Kaipiat amal bila di tatar

    Beda pendapat para pembesar
    Tokoh dunia orang bergelar
    Tapi praktek cobalah tatar
    Dari rosul semalah nyasar

    Mengsol jalur tanpa sadar
    Solat puasa ogah belajar
    Alim ulama kagak sabar
    Dalam teori peraktek mengajar

    Guru sejati susah benar
    Lawanannyah banyak benar
    Guru sejati semalah nyasar
    Hidup dewekan susah nyebar

    Malah gosip pitnah bertebar
    Ngaco tersesat akidah nyasar
    Mitnah bari gengsi belajar
    Tidak rumasa tidak sadar

    Ada orang yang belajar
    Malah di gosip kebawa nyasar
    Si penggosip tidak sadar
    Tibang merasa tukang ngajar

    Ukuran ilmu bukanlah ngajar
    Juga bukan pangkat gelar
    Tetapi sarat rukun ditatar
    Hingga kepaham esah benar

    Esah benar pinter benar
    Alloh dowang pinter benar
    Sipat mahluk hanya belajar
    Rumasa salah itulah sadar

    Tanggung jawab para ilmuwan
    Menyampaikan amanat Tuhan
    Tetapi banyak di abaikan
    Karna takut di benci golongan

    Dengan begitu amanat Tuhan
    Seperti hadis dan Alqur’an
    Hanya tinggal kadar bacaan
    Tida pada amanat Tuhan

    Sedangkan kata amanat Tuhan
    Kalamulloh kitab Alqur’an
    Kitabulloh sekujur badan
    Amat perlu pendewasaan

    Rukun islam rukun iman
    Amal sekujur rukun ihsan
    Sering sekali di selewengkan
    Di sebut hilang tanggung jawaban

    Dengan hilangnyah tanggung jawaban
    Tanpa sadar muncul di badan
    Ego congkak membanggakan
    Amal tanpa pengetahuwan

    Merasa bagus di kebisaan
    Tidak melihat rido Tuhan
    Rido Tuhan hanya hayalan
    Iming-iming nasehat iman

  6. Maaf Sufi Muda-jika tulisan ini tidak mengomentari tulisan lainnya, tapi merupakan pengalaman saya dan saya beri judul “MUALLAF MASUK THAREKAT”
    Tahun 1989 waktu itu saya berkenalan seorang Mualaf di Kota Medan,….Beliau tidak menceritakan kronologis sebab ia mendapat hidayah memeluk agama islam,.. sudah 7 tahun berlalu sambil terus mendalami islam dengan ilmu fikih – tauhid, dll-membaca Al Qur’an mempelajari dari buku-buku tentang islam,…. dan belajar ilmu tauhid dgn memanggil ke rumahnya- dan kelihatan ta’atnya seperti ta’atnya Beliau sewaktu memeluk agama Non Muslim kala itu, …. namun Beliau berkata,… (Yang membuat saya terenyuh,…) “Bahwa ia tidak ada merasakan “perbedaan” pada iman-nya dari kepindahan agama itu (maksud nya sama saja imannya sejak mualaf dengan agama nya yg dulu),……
    Nah,…sejak ia masuk Tharekat Naqsayahbandi (ini),….Lalu ia berkata : Ini baru muslim yang dicari cari itu,…Luar biasa katanya,…. Ini suatu cara pendekatan kehadirat Allah dengan cara yang benar,… maka ia masukkan beberapa orang “sedulur-nya” dalam islam dan melaksanakan ajaran Tharekat,….. Waktu itu saya penasaran sekali,…. Dan setelah itu saya bertemu lagi dengannya dan saya tanya dimana Saudara masuk thareqat ? Ia menjawab singkat : Jln Sei Batu Gingging, katanya sambil berlalu,…….
    Maaf Sufi Muda,..Pengalaman beliau ini salah satu motivasi bagi saya,……dan “empiris” itu penting juga kiranya.
    Jika Bg.Sufi Muda tidak berkenan dengan tulisan ini,….yah silahkan dihapus saja, dan jika berkenaan masih ada lagi empiris/pengalaman lainnya.
    Wassalam mohon maaf.

  7. Laduna ilma salah satunya yg mengajarkan cara pengenalan pendekatan kpd Allah

  8. terima kasih bang sufimuda artikelnya saya suka

  9. sungguh bernas..kupasan yg baik..Alhamduillah..
    salam dari qatar..

  10. Laa Maujuda ILLALLAH
    Laa Maksuda ILLALLAH
    Laa Makbuda ILLALLAH

  11. ULASAN ANDA SUDAH BAGUS, TAPI DISINI SAYA MENAMNAHI MASALAH KATA MEMBACA ALQUR’AN SEBAIKNYA DIGANTI DG KALIMAT MENIRUKAN KALAMULLOH.

  12. bang sufi muda salam hangat pantun ini cukup bagus jadi kajian bagi saya supaya lebih giat lagi mencari ilmu allah,dan mempelajarinya jadi ,biar tidak cuman di lisan akan tetapi sampai ke hati……amiiinn

  13. kunjungan dan komentar balik gan
    sekalian tukaran link

    salam persahabatan

  14. Untuk riwayat Ibnu Abbas diatas,..tolong ditunjukkan sanadnya bro,..hadits riwayat siapa, dalam kitab apa dan halaman berapa…kalau perlu scan-annya…Suwun

  15. betul sekali pengakuan ini hanya di mulut aja belum sampai kehati ya allah ampunilah kelalaian hamba mu yang hina ini

  16. pembelaan.??
    -apakah diperlukan bagi sesuatu yang sudah benar2 diyakini.??
    -apakah tidak lebih baik kita biarkan saja yang rahasia tetap menjadi rahasia..??

    wassalam….

  17. Alhamdulillah…tetap semangat bang…SM

  18. Betul.betul.betul

  19. boleh tunjukan dalil-dalil tentang sufi ? dari awal sampa akhir tulisan saya belum menemukan dalil…
    Menurut anda dalil itu penting atau tidak?

  20. terimakasih bang.

  21. makasih s m sy sngt kagum atas kupasannya yg sangat dalam muga antum selalu dalam bimbimgannya amiin

  22. assw, ya-memang harus begitu bang SM harus ada yang mengarah kan walaupun hanya sebatas cloe, jangan di biarkan ntar juga tau sendiri sambil kita yg baru joint lier tea(tenggeng).Memang sudah saatnya tarekat di dakwahkan secara terang benderang agar bisa diterima oleh seluruh umat,inilah tantangan bagi ulama sufi untuk mendakwahkannya khusunya bang SM untuk menyongsong Islam Mulia Raya(khalifatul ardy). Trims Wsslmsemua

  23. Selayang pandang Selendang Allah.(1)

    Dalam dua dasawarsa terakhir sufisme bangkit kembali, tidak saja diwilayah pedesaan, tetapi juga di wilayah perkotaan. Kebangkitan sufisme tersebut ada yg berbentuk tarekat (sufi order), tetapi adapula perkumpulan sufisme tanpa mengikuti cara- cara tarekat.

    Tarekat adalah sebuah metode praktis (simple) untuk membimbing para pengamal (seeker) meniru cara berpikir , perasaan dan tindakan menuju peningkatan tahapan-tahapan dan keadaan (maqamat dan ahwal) untuk mencapai hakikat. Secara praktis, tarekat sering dipandang sebagai metode kontemplasi dan olah jiwa dengan cara-cara tertentu sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman guru (mursyid).

    Ulama-ulama sufi di tanah Jawa mengartikan tarekat (thareqah) adalah upaya lakon bathin , diantaranya latihan-latihan (riyadhah) dan perjuangan yg sungguh-sungguh (mujahadah) kerohanian.
    Jika memperhatikan kalangan pesantren tradisional di Jawa, tarekat diartikan melaksanakan ajaran agama (islam) dengan lebih hati-hati seperti menjauhkan diri dari hal-hal yg meragukan (wara’) dan mengerjakan yg wajib seperti shalat Tahajud,Duha, dan salat Rawatib, puasa setiap hari senin dan kamis , banyak membaca Al Qur’an , dzikir dan juga mengetahui hal ihwal jiwa (nafs) dan sifat-sifatnya.

    Sejak awal, tarekat dan sufisme di Indonesia telah menunjukkan perselisihan antara aliran yg menganut paham emanasi dengan aliran yg menganut transendensi Tuhan. Pokok persoalan yg dipertentangkan menyangkut esensi ajaran sufisme itu sendiri yakni konsep ketuhanan.
    (…bersambung)

  24. Selayang pandang Selendang Allah.(2)

    Aliran emanasi memandang bahwa Tuhan bersifat “tanzih” yang berarti menyatu dalam sifat, perbuatan dan zat dengan manusia sedangkan aliran transendensi memandang Tuhan itu bersifat “tasybih” yakni berbeda sekali dengan manusia baik sifat, perbuatan maupun zatnya.

    Paham yg pertama dikenal sebagai ajaran “wahdah al-wujud”, sedangkan yg kedua disebut “wadah as-syuhud” Kelompok pertama pertama diwakili oleh Hamzah Fansuri dan Siti Jenar, sedang kan Kelompok kedua diwakili oleh Nuruddin ar Raniri dan Wali Sanga.
    Sejalan dengan perkembangan nya pesantren , Kelompok sufisme yg pertama menjadi semangkin tidak populer.

    Menurut sejarah pada Tahun 1957 Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia mendirikan perkumpulan pengamal tarekat dengan nama Jam’iyah Thariqah Mu’tabarah, Organisasi ini bertujuan antara lain untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan melakukan penilaian tentang keabsahan tarekat.

    Sebuah tarekat yg memiliki pertalian hubungan guru-murid sampai dengan nabi Muhammad s.a.w , disebut tarekat mu’tabarah sedangkan yg tidak memiliki silsilah sampai kepada Rasulullah disebut “ghairu mu’tabarah” .

    Tarekat mu’tabarah dengan sendirinya adalah tarekat yg sahih (valid) dan tidak menyimpang. Sebaliknya, tarekat ghairu mu’tabarah dilarang untuk diikuti agar tidak salah dalam menjalani hidup kesufian.

    Demikian,..sekedar sekapur sirih (tanda pembuka) atau selayang pandang Selendang Allah tentang Sufisme, Tashauf dan kaitan dengan Tarekat.,…..Lanjut..?
    Wass.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.021 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: