Mengenal Kembali si Busuk Muhammad bin Abdul Wahab

Muhammad bin Abdul Wahhab, setan berwajah manusia ini konon berasal dari keluarga yang mulia. Ayahnya, Syeikh Abdul Wahhab dan saudaranya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, adalah dua orang yang dianggap saleh oleh pemuka-pemuka agama setempat. Berbeda dengan Muhammad bin Abdul Wahhab yang diakui sesat dan menyesatkan oleh mayoritas ulama sedunia. Baca saja kitab “Fitnah al-Wahhabiyah” karya Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki al-Syafi’i, sang mufti Makkah yang wafat pada tahun 1304 H. Beliau suka menyebut Muhammad bin Abdul Wahhab dengan sebutan “al-Khabits” yang artinya “Si Busuk”.

Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki al-Syafi’i menceritakan bahwasanya Muhammad bin Abdul Wahhab sejak dini telah diprediksikan sesat oleh ayah, saudara dan guru-gurunya. Jauh sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab meraih popularitasnya di Saudi dan dunia, para ulama sekitar telah memberikan warning kepada umat agar berhati-hati darinya, dan ternyata betul apa yang mereka prediksikan. Muhammad bin Abdul Wahhab menentang guru-gurunya, lalu mengkafirkan seluruh ulama yang menghalangi penyesatannya.

Pada tahun 1143 H. mulailah Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan pemikiran barunya, namun ayah dan guru-gurunya segera menghadang dan menegurnya. Sayangnya, pendirian Muhammab bin Abdul Wahhab terlanjur membatu sampai ayahnya meninggal dunia pada tahun 1153 H. Selanjutnya Muhammad bin Abdul Wahhab memperbaharui metode dakwahnya sehingga mulai diikuti banyak orang awam. Namun mayoritas penduduk kota risih dan hendak membunuhnya, akan tetapi ia melarikan diri ke kota Uyainah, disana ia menghadap amir Uyainah lalu menikahi saudara perempuan sang amir dan kemudian tinggal di Uyainah sambil berdakwah (menyeru) kepada dirinya dan bid’ah yang dibawanya. Tak lama kemudian, penduduk Uyainah pun muak dengannya lalu mengusirnya dari perut kota.

Si Muhammad belum menyerah juga, ia hijrah lagi ke Dir’iyah (sebelah timur kota Najd) dimana kawasan Dir’iyah dan sekitarnya dulu merupakan pusat dakwah Musailamah al-Kadzab yang melahirkan golongan-golongan murtad. Di tengah-tengah kawasan itu jualah Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan virus-virusnya dan diikuti pula oleh amir setempat serta mayoritas rakyatnya. Saat itu Muhammad bin Abdul Wahhab bertindak seolah ia satu-satunya mujtahid mutlak. Ia tidak bersandar sedikitpun pada ajaran-ajaran para pendahulu, baik imam-imam mujtahid, ulama-ulama salaf maupun ilmuan-ilmuan kontemporer. Disamping itu juga ia tidak memiliki hubungan apapun dengan para mujtahid yang ada.

Demikian apa yang pernah terungkap oleh saudaranya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, seseorang yang paling mengenali identitas Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau pernah mengungkapkan bahwa “Umat zaman ini sedang diuji coba dengan seseorang yang mengaku sejalan dengan Qur’an dan Sunnah dan beristinbath darinya tanpa memperdulikan siapapun yang berbeda dengannya. Yang tidak sefaham dengannya dianggap kafir, padahal ia tidak memiliki satupun kriteria mujtahid, demi Allah sepersepuluh satupun tidak punya. Namun pemikiran sesatnya itu sudah merajalela, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un“.

Muhammad bin Abdul Wahhab mempunyai ajaran sesat bahwa ziarah maqam dan tawassul merupakan perbuatan syirik. Begitu juga dengan upacara maulid maupun dzikir-dzikir ala tarekat sufi. Konsentrasinya adalah hal-hal prinsip dalam akidah umat Islam. Jeleknya, ia justru mengaku sebagai reformis yang menegakkan purifasi tauhid sehingga memperoleh jumlah pengikut yang cukup besar. Salah seorang pendukungnya adalah Muhammad bin Su’ud yang konon berasal dari kaum Musailamah al-Kadzab. Hal itu membuat para ulama setempat semakin serius melakukan berbagai penyanggahan, termasuk saudara kandungnya sendiri, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab melalui dua karya tulis berjudul “al-Shawa’iq al-Ilahiyah fi al-Raddi ala al-Wahhabiyah” dan “Fashl al-Khithab fi al-Raddi ala Muhammad bin Abdil Wahhab“.

Tak terkecuali Syeikh Muhammad al-Kurdi, guru terbesar Muhammad bin Abdul Wahhab yang secara tegas mengatakan: “Wahai Muhammad bin Abdul Wahhab, demi Allah aku menasehatimu, hentikanlah ulahmu terhadap umat Islam. Apabila kau menemukan seseorang meyakini suatu pengaruh dari selain Allah, maka luruskanlah keyakinannya secara baik-baik dan sebutkan dalil-dalilnya bahwa Allah lah yang mempengaruhi. Apabila ia masih dalam kesesatan, maka kekufurannya dari dan untuk dirinya. Janganlah kamu seenaknya mengkafirkan mayoritas umat yang hidup di dunia, karena itu akan mengantarmu ke neraka”.

Setelah merincikan sisi-sisi historis, Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki selanjutnya menyimpulkan bahwa fitnah golongan wahabi yang digagas Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan suatu musibah dan malapetaka terbesar yang pernah menimpa umat Islam sepanjang sejarah. Bagi beliau, virus-virus wahabi sebetulnya telah diisyaratkan dalam banyak riwayat hadits sebagai peringatan untuk berhati-hati agar tidak mudah ditipu dan dipermainkan.

Ironinya, golongan wahabi belakangan ini sengaja merubah namanya menjadi golongan salaf atau golongan sunni. Dua nama ini sama sekali tidak pantas bagi mereka yang sudah jelas-jelas sesat di mata jumhur. Terlebih nama “salaf shalih” yang berarti “pendahulu yang saleh”. Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah orang saleh dan bukan pula pengikut para ulama terdahulu. Syeikh Muhammad Sa’id Ramadlan al-Buthi, ulama Syiria, menegaskan dalam kitabnya “al-Salafiyah” bahwa kata salaf hanya teruntukkan bagi mereka para pendahulu yang hidup di masa yang berbarokah, bukan untuk menjadi sebuah nama bagi golongan khawarij modern yang sesat.
Begitu juga dengan nama “sunni”, penamaan tak senonoh ini mengklaim bahwa mayoritas umat Islam di atas permukaan bumi tidak tergolong Ahlussunnah wal Jamaah, semisal kelompok asy’ari, maturidi maupun sufi, karena tidak sejalan dengan wahabi. Penamaan salafi dan sunni sebetulnya hanyalah upaya menutupi diri untuk memperbanyak massa. Itulah jeleknya wahabi.

Mungkin pembaca keberatan bila sosok populer seperti Muhammad bin Abdul Wahhab (yang buku-bukunya terjual laris manis di mana-mana) ditentang secara berlebihan. Rasa keberatan itu merupakan bukti terkuat bahwa pembaca sama sekali belum mengenal siapa Muhammad bin Abdul Wahhab. Pro-kontra damai antar ulama merupakan sebuah keniscayaan yang perlu kita hargai, akan tetapi Muhammad bin Abdul Wahhab adalah pengecualian terpenting, karena ia bukan ulama, ia hanyalah manusia goblok yang terlanjur di-ulama-kan oleh orang-orang goblok. Syeikh Muhammad Mutawali al-Sya’rowi adalah salah seorang ulama masyhur kontemporer yang secara tegas menjuluki “goblok” kepada orang-orang wahabi.

Sungguh banyak karya para ulama seputar kesesatan Muhammad bin Abdul Wahhab dan ajaran-ajarannya. Antara lain kitab “al-Wahhabiyyun wal Buyut al-Marfu’ah” karya Syeikh Muhammad Ali al-Kardistani, “al-Wahhabiyah wa al-Tauhid” karya Syeikh Ali al-Kaurani, “al-Wahhabiyah fi Shuratiha al-Haqiqiyah” karya Syeikh Sha’ib Abdul Hamid, “al-Durar al-Saniyah fi al-Raddi ala al-Wahhabiyah” karya Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan, “Kasyf al-Irtiyab fi Atba’ Muhammad bin Abdil Wahhab” karya Syeikh Muhsin al-Amin, “Hadzihi Hiya al-Wahhabiyah” karya Syeikh Muhammad Jawwad, dan masih banyak lagi kitab-kitab terpercaya lainnya.

Mufti Mesir, Syeikh Ali Jum’ah al-Syafi’i dalam sebuah fatwanya menegaskan, kelompok wahabi gemar menipu umat dan menyembunyikan kebenaran demi kepentingan politik. Kelompok wahabi sangat anti kepada hadits-hadits dha’if namun di waktu yang sama mereka mendha’ifkan bahkan memaudhu’kan semua hadits yang tak sehaluan dengan pemikiran-pemikiran mereka. Syeikh Ali Jum’ah amat menyayangkan kelompok wahabi yang mengharamkan dzikir berjamaah, dzikir berdiri, dzikir isim mufrad, memuji Rasul, shalat di masjid yang ada maqamnya, bersumpah demi Rasul, menggunakan tasbeh, dan masih banyak lagi korban pengharaman orang-orang bodoh seperti mereka. Mungkin yang halal bagi mereka hanyalah darah orang-orang yang tak sependapat dengan mereka..!!

Senada dengan Habib Ali al-Jufri, ulama negeri Yaman yang sangat mengenal kelompok wahabi. Beliau mengatakan, wahabi jelas-jelas membenci Rasulullah Saw. dan mengkafirkan kedua orangtua Rasul serta paman beliau, Saidina Abu Thalib, seolah-olah mereka telah duduk santai di surga lalu menengok siapa saja penghuni neraka. Menurut Habib Ali al-Jufri, misi wahabi tiada lain menjauhkan hati umat dari cinta Rasul Saw. sebab musuh-musuh Islam tak mampu melakukannya secara terang-terangan. Pembaca dapat membuktikan dengan mudah kebencian wahabi terhadap Rasulullah Saw. dan agama Islam. Selain mengkafirkan orangtua Rasul, mereka juga merendahkan martabat Ahlul Bait, menyalahkan sahabat, mengharamkan tabarruk, maulid, tawassul, pujian kepada Rasul, lalu memusnahkan jejak-jejak Rasul, membatasi dan menghalangi ziarah maqam Rasul, mendha’ifkan atau memaudhu’kan banyak hadits shahih, dan seterusnya.

Penulis bukan yang pertama kali berbicara tentang kedoknya Muhammad bin Abdul Wahhab. Jutaan tokoh terpercaya dari seluruh penjuru dunia, baik terdahulu maupun masa kini, sudah banyak mengupas problema ini sampai tuntas dan dari segala sisi yang terkait. Kita kemana saja selama ini?! dan kenapa masih saja buta?! Jangan sok fair deh!. Ribuan ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang jauh lebih pintar dari anda sudah tegas-tegas melawan dan menentang Muhammad bin Abdul Wahhab. Anda sendiri siapa?!

Dalam sebuah diskusi di Paramadina, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok wahabi sebagai kelompok yang memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi rasa rendah dirinya dalam bentuk mental mudah tersinggung, gampang mengkafirkan orang dan aksi-aksi kekerasan. Mereka menganggap diri dan kelompoknya lah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain adalah kafir, penghuni neraka dan kalau perlu harus dimusuhi bahkan dibasmi.

Belakangan, ciri-ciri rasa rendah diri seperti dikemukakan Gus Dur itu mudah ditemui dalam praktik fatwa sesat, pengusiran, teror dan pembakaran rumah-rumah kelompok keagamaan di Indonesia yang mereka anggap sesat. Tentu saja mereka tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan. Meski terus sesumbar mewakili aspirasi kelompok mayoritas umat, kenyataannya mereka segelintir saja.

Ideologi yang dikembangkan kelompok yang gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat ini sekarang dianut Kerajaan Arab Saudi, bahkan kebanyakan pengamat mengatakan bahwa hampir semua gerakan Islam garis keras dewasa ini merupakan bagian dari atau setidaknya dipengaruhi oleh kelompok Wahabi. Ideologi inilah yang dianut secara resmi oleh Taliban di Afganistan dan jaringan al-Qaidah yang beberapa tahun ini aktif melakukan kegiatan teror di pelbagai belahan dunia.

Gus Dur menyebut kelompok Wahabi memiliki rasa rendah diri yang sangat besar karena ideologi ini berasal dari satu wilayah pinggiran di jazirah Arab, yaitu Najd. Kota Najd adalah satu wilayah yang dalam sejarah Islam tidak pernah memunculkan intelektual atau pemimpin Islam yang diakui. Wilayah ini malah terkenal sebagai wilayah yang kerap melahirkan para perampok suku Badui. Nabi sendiri mengakuinya dalam salah satu hadits. Orang-orang Najd juga adalah kelompok orang yang paling akhir masuk Islam. Bahkan Najd melahirkan tokoh oposan terhadap Nabi Muhammad yang amat terkenal: Musailamah al-Kadzab (Musailamah Sang Pembohong). Musailamah mendeklarasikan diri sebagai nabi pesaing untuk menandingi popularitas kenabian Saidina Muhammad Saw. saat itu.

Selain Wahabi, ideologi garis keras pada masa-masa awal Islam, Khawarij, juga didirikan orang-orang Najd. Banyak pengamat menyimpulkan bahwa Wahabisme sebenarnya hanyalah bentuk baru dari ideologi Khawarij. Orang-orang Khawarij lah yang mempopulerkan konsep pengkafiran dan bahkan pembunuhan terhadap mereka yang tidak setuju dengan pendapatnya. Kelompok inilah yang kemudian membantai sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, Saidina Ali bin Abi Thalib, dan melancarkan aksi yang sama terhadap Gubernur Damaskus saat itu, Saidina Amr Bin Ash.
Kaum Wahabi menjadi kekuatan yang destruktif ketika mereka melakukan aliansi mengejutkan dengan sekelompok bandit pimpinan Muhammad bin Su’ud dari wilayah Dir’iyah. Sejak saat itulah kaum Wahabi terus melancarkan intimidasi dan teror dalam bentuk pengkafiran dan pembantaian terhadap orang-orang yang mereka anggap kafir. Arab Saudi lalu mereka kontrol sampai saat ini sehingga menjadi negara yang paling tertutup dan paling tidak bebas di seluruh dunia.

Wahabi kemudian juga dikenal sebagai gerakan anti ilmu pengetahuan dan menjadi salah satu sumber keterbelakangan umat Islam. Mereka menolak apapun yang baru, seperti teknologi dan jaringan informasi, karena itu dianggap bid’ah. Dengan tegas mereka menolak demokrasi. Mereka mengurung perempuan di dalam rumah. Mereka mengharamkan nyanyian. Mereka membenci kesenian. Memanjangkan jenggot bagi laki-laki dewasa adalah kewajiban. Buku-buku tasawuf dan filsafat yang merupakan salah satu warisan kekayaan intelektual Islam dianggap barang haram. Praktek kehidupan sosial seperti ini tampak nyata dalam kehidupan masyarakat Afganistan di bawah kekuasaan Taliban yang berideologi Wahabisme.

Dengan keuntungan minyak yang masih mengucur sampai hari ini, penguasa Saudi sukses mengekspor ideologi Wahabi ke seluruh pelosok dunia, tidak hanya ke negara-negara Islam, melainkan juga ke Eropa dan Amerika. Menurut Hamid Alghar, kelompok ini berhasil meraih pengikut sekitar 10% dari keseluruhan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Anak-anak muda yang menyediakan diri menjadi martir dalam kegiatan bom bunuh diri di Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun ini, sebetulnya datang dari generasi yang benar-benar terdidik secara Barat. Tapi, ideologi yang diekspor penguasa telah menggerakkan mereka untuk melakukan aksi terorisme.
Keluarga Su’ud yang kini menguasai otoritas politik dan agama di Arab Saudi sesungguhnya bukanlah keluarga yang dikenal saleh, kalau tidak dapat disebut kurang bermoral. Stephen Sulaiman Schwartz menyebut keluarga keluarga Su’ud sangat gemar menghambur-hamburkan kekayaan Saudi untuk keperluan judi dan main perempuan. Dengan kelakuan semacam itu, jumlah pangeran Saudi saat ini ditaksir mencapai 4000 orang. Artinya, seorang raja yang memiliki ratusan isteri dan selir bukanlah dongeng belaka di Arab Saudi.

Schwartz menyebut dukungan terhadap Wahabisme yang dilakukan penguasa Saudi adalah bentuk pengelabuan atas praktek tak bermoral yang mereka lakukan. Ideologi yang disebarkan oleh keluarga mantan bandit inilah yang kemudian dianut, atau setidaknya mempengaruhi kelompok Islam Indonesia yang belakangan gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat terhadap mereka yang berbeda pendapat. Pengetahuannya terhadap Islam dan sejarahnya tidak mendalam, bahkan mereka bukan orang-orang yang cukup religius. “Saya percaya bahwa kekerasan bukanlah pantulan dari religiositas seseorang atau sekelompok orang. Mungkin, rasa rendah diri itulah yang justru mendatangkan brutalisme” ungkap Saidiman dalam sebuah artikel liberalnya.
Sedangkan Abdul Moqsith Ghazali, ia mengemukakan, gerakan untuk mewahabikan umat Islam Indonesia tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Para aktifis wahabisme cukup agresif dalam mengkampanyekan pikiran-pikiran dan ideologi para imamnya. Mereka bukan hanya memekikkan khutbah wahabisme dari dalam masjid-masjid mewah di kota-kota besar seperti Jakarta, melainkan juga blusukan ke pedalaman dan dusun-dusun di Indonesia. Ada tengara bahwa orang-orang yang berhimpun dalam ormas keagamaan Islam moderat pelan tapi pasti kini mulai terpengaruh dan terpesona dengan gagasan-gagasan wahabisme yang sebagian besar berjangkar pada pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab.

Memang, pada awalnya wahabisme berdiri untuk merampingkan Islam yang sarat beban kesejarahan. Ia ingin membersihkan Islam dari beban historisnya yang kelam, yaitu dengan cara mengembalikan umat Islam kepada induk ajarannya, al-Qur’an dan al-Sunnah. Seruan ini mestinya sangat positif bagi kerja perampingan dan purifikasi itu. Tapi, ternyata wahabisme tidaklah seindah yang dibayangkan. Di tangan para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab yang fanatik dan militan, implementasi ideologi wahabisme kemudian terjatuh pada tindakan kontra produktif. Di mana-mana mereka menyebarkan tuduhan bid’ah kepada umat Islam yang tidak seideologi dengan mereka. Bahkan, tidak jarang mereka mengkafirkan dan memusyrikkan umat Islam lain.
Kini mereka mulai merambah kawasan Indonesia, melakukan wahabisasi di pelbagai daerah. Mereka mencicil ajaran-ajarannya untuk disampaikan kepada umat Islam Indonesia. Ada beberapa ciri cukup menonjol yang penting diketahui dari gerakan wahabisasi itu. Pertama, mereka mempersoalkan dasar negara Indonesia dan UUD ’45. Mereka tidak setuju, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini dipandu oleh sebuah pakem sekular, hasil reka cipta manusia yang relatif bernama Pancasila. Menurut mereka, Pancasila adalah ijtihad manusia dan bukan ijtihad Tuhan. Semboyan mereka cukup gamblang bahwa hanya dengan mengubah dasar negara, dari Pancasila ke Islam, Indonesia akan terbebas dari murka Allah. Mereka lupa bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat Islami. Tak tampak di dalamnya hal-hal yang bertentangan dengan Islam.

Kedua, mereka menolak demokrasi karena demokrasi dianggap sebagai sistem kafir. Mereka menolak dasar-dasar HAM yang sesungguhnya berpondasikan ajaran Islam yang kukuh. Mereka mengajukan keberatan terhadap konsep kebebasan beragama, kebebasan berpikir, dan sebagainya. Menurut mereka tidak ada hak asaski manusia (HAM), yang ada hanyalah hak asasi Allah (HAA).

Ketiga, mereka berusaha bagi tegaknnya partikular-partikular syariat dan biasanya agak abai terhadap syariat universal, seperti pemberantakan KKN dan sebagainya. Ini misalnya tampak dari sikap tidak kritis kelompok wahabi terhadap ketidakberesan yang telah lama berlangsung di lingkungan kerajaan Saudi sendiri, sistem pemerintahan yang disokong demikian kuat oleh kelompok Wahabi. Kelompok Wahabi cukup puas ketika shalat berjemaah diformalisasikan. Sementara, bersamaan dengan itu, kejahatan terhadap kemanusiaan terus berlangsung, tanpa interupsi dari mereka.
Keempat, mereka juga intensif menggelorakan semangat penyangkalan atas segala sesuatu yang berbau tradisi. Kreasi-kreasi kebudayaan lokal dipandang bid’ah, takhyul dan khurafat yang mesti diberantas. Dahulu dan sampai sekarang, orang-orang NU dan NW mendapat serangan bertubi-tubi dari para pengikut wahabisme itu.

Empat hal itu adalah refrain yang kini rajin diulang-ulang oleh kelompok Wahabi Indonesia. Pokok-pokok tersebut adalah sebagian dari juklak wahabisme yang telah lama disusun di Saudi, dan kemudian dipaketkan secara berangsur dan satu arah ke Indonesia. Kedepan jika semuanya sudah berhasil diwahabikan, maka sangat boleh jadi Indonesia akan menjadi repetisi Arab saudi dimana kreasi-kreasi lokal dibid’ahkan. Betapa keringnya cara ber-Islam yang demikian itu, ber-Islam tanpa inovasi dan improvisasi.

Akhirnya, tiada kata seindah doa. Semoga laknat Tuhan selalu menyertai Muhammad bin Abdul Wahhab dan para penyembahnya…!! Amien ya Rabbal Alamin.

 

Sumber : aziznawadi.com

430 Tanggapan

  1. saya sering mendengar golongan wahabi berkata ini karena bantuan jin padahal mereka tidak bisa melihat jin.bukankah itu ucapan pendusta.mereka mengaku mengikuti hadits nabi s.a.w .dalam menghukumi suatu masalah .padahal mereka tidak bisa melihat seperti yang nabi liat .mereka berkata ini karena bantuan jin .ini syirik.ini bid`ah.kepada golongan yang berbeda pemahaman agamanya dengan mereka.bukankah itu sebagai pembenaran diri sendiri!!!!!.hei !!wahabi sampah !!!.yang mempelajari alqur`an dan hadits bukan cuma golongan anda .janganlah memancing emosi golongan kami .sebaiknya komentari golongan anda saja .jangan golongan lain.!hati -hatilah!!! kesabaran ada batasnya .

  2. iblis dikutuk Allah karena apa saudara-saudara? karena sombong, ingat satu poin itu yaitu “sombong”. Iblis tidak menaati perintah Allah, untuk bersujud di hadapan nabi kita Adam a.s hanya karena ego. Karena si iblis merasa lebih dahulu diciptakan, lebih mulia, lebih beriman, lebih tua, lebih alim, lebih islam, lebih insan dan paramater lebih2 lainnya.. pokoknya lebay deh tuh iblis. berhubung kita semua ini manusia, jangan lebay meniru sikap iblis deh ya. Kekerasan kepala dan hati menjalar ke kaki dan tangan. mengerikan, pasukan iblis sedang di bangkitkan atas nama islam di akhir jaman, dalam tiap2 manusia yang terbuai rayuan “kesombongan” si iblis. Waspadalah…waspadalah..!! Wallahu ‘alam

  3. Menurut saya salafi tidak sama dengan wahabi, tulisan diatas terlalu umum dan terlalu cepat dalam memfonis sesuatu. Sebagai contoh masalah demokrasi dibilang ditentang islam, coba anda sekalian berfikir, siapa yg menciptakan system demokrasi yg kita pakai sekarang, apakah islam atau bukan. Anda lihat dg demokrasi seorang yg tidak berakhlak, banyak duit dan suara bisa jadi pemimpin, apakah itu sesuai dg islam menurut anda2. itulah sistem demokrasi yg kita anut, menurut saya memang tidak cocok dgn islam, jadi itu bukan maslah wahabi, atau salafinya.

  4. wahabi itu……….

    oh ajaranya si uwwa itumah,hehehehehhhh

  5. kalo mengkritik yang sopan donks
    jangan asal nyebut2 si bussuk lah si bodoh lah,,
    ada aturannya.. kritiklah dengan bijak..

    gw yg suka ngeritik imam al ghazali, tokoh2 sufi,
    msih menghormati beliau karena sama orang2 muslim

    ngku pengen damai eehh… malah bikin caci maki

    • saya kira orang -orang wahabi lebih tidak sopan dan sangat pantas di bilang sibodoh bahkan si busuk….perbuatan yang paling tidak sopan adalah mengkafirkan orang yang masih beriman kepada Allah dan Rasul nya , tapi justeru dari grombolan inilah (wahabian) sering terlontar kata2 kafir atau murtad kepada kelompok lain yang tidak sefaham dengan mereka,saya heran kenapa kaum wahabi mau suci sendiri mau benar sendiri seolah2 surga hanya milik mereka kenapa mereka tidak siap bergandengan dengan kelompok lain ,..bukan kah perbedaan itu fitarah mas…?kelompok ini sangat berani mengkritisi para ilmuan ,ulama salafusalaeh imam2sufi bahkan brani melecehkan Rosullulah (naudzu billah summa naudzu billah)tetapi kenapa mengkritisi Muhamad Bin Abdul wahab atau bani su’ud yang bejad menjadi sebuah dosa besar dan haram untuk di lakukan?

    • Mas yang punya OTAK BERPIKIR, saya mau bertanya jawablah dengan jujur, jujur, jujur. Apakah Anda sudah pernah membaca buku Imam Gozali yang anda kritik? Bukunya banyak lho, ratusan kitab lahir dari kepakarannya. Yang paling terkenal adalah buku Ihya’ ulumuddin. Jika sudah membacanya secara detail, boleh anda mengkritinya.

      Kalau belum pernah membaca karyanya, janganlah melontarkan kritik. Nanti bisa menyesatkan banyak orang. Ingat, bisa berdosa besar lho?

      • yang jelas kelompok wahabi kelompok yg super goblog yg ada di muka bumi ini, semoga anda dan kelompaknya di laknat. karena tidak sesui dengan kaidah umat islam indonesia.

    • assalamualaikum wr. wb.
      saudaraku yang kumuliakan, mungkin bisakah kita share mengenai dunia tashawwuf dan sufisme? kalo setuju saya tunggu soalan soalan anda dalam facebook.
      syukron jazakallah khairon katsiron.

  6. oooh begitu yaaa. baru ngerti saia

  7. mendingan, gali budaya sendiri, bertoriqoh kalo kuat, zikir fi qolbi.Allah..Allah.. ato ngajilah.. seterah deh..hidup ini hiasan.. Inna huda hudallah.. Allah lah yg menunjuki kita…Ayo ngaji teman2.. and wirid, kalo sempat manaqiban syech Abdul qodir jaelani enak kok… minta barokahnya… sempet lagi ziarah kubur jgn jauh2 dulu ke makam Ortu dulu baru ke ziarah ke wali2..eh..salah yg penting ziarah ke Rasulullah dulu kalo punya duit..he..he.. iina solatii wa nusukii wa mag yaa yaa wa mamatii lillahir robil alamin..ae aje mimpi ketemu Rasulullah 6 kali aje biasa and ini merupakan bukti bahwa muslim Indonesia dari dulu udah bener..hidup para wali..Allahu Akbar Allahu Akbar!!!!

  8. mendingan, gali budaya sendiri, bertoriqoh kalo kuat, zikir fi qolbi.Allah..Allah.. ato ngajilah.. seterah deh..hidup ini hiasan.. Inna huda hudallah.. Allah lah yg menunjuki kita…Ayo ngaji teman2.. and wirid, kalo sempat manaqiban syech Abdul qodir jaelani enak kok… minta barokahnya… ikutan rotib kek, atao ikutan bersholawt, wow keren rasanya..pake sarung, subkanallah enake..sempet lagi ziarah kubur jgn jauh2 dulu ke makam Ortu dulu baru ke ziarah ke wali2..eh..salah yg penting ziarah ke Rasulullah dulu kalo punya duit..he..he.. inna solatii wa nusukii wa mag yaa yaa wa mamatii lillahir robil alamin..ae aje mimpi ketemu Rasulullah 6 kali aje biasa and ini merupakan bukti bahwa muslim Indonesia dari dulu udah bener..hidup para wali..Allahu Akbar Allahu Akbar!!!!

  9. Hei ente kepala batu, urat batu pembangkang ente rupanya, main nuduh ulama busuk tapi nash yang qot,i melintir sejarah kata-kata ulama secara parsial demi kepentingan propaganda ente aje emang ente Tuhan apa, situsnya sih bernama sufi muda tapi kata-kata ente gak ade ahlaknya gak kaya sufi tidak bijaksana dari hati yang paling dalam dan bukan dari iman, ente bicara dan buat artikel di blog ini sesenak nafsu ente seleera ente subjektif, saya kira enete gak layak mengatasnamakan sufi muda tapi lebih cocok blog ini dinamai SI PICIK YANG MERASA BENAR SENDIRI DAN MERASA KELOMPOKNYA PALING BENAR SI BANGSAT MUDA !!!!

  10. Hei ente kepala batu, urat batu pembangkang ente rupanya, main nuduh ulama busuk tapi tanpa nash yang qot,i melintir sejarah kata-kata ulama secara parsial demi kepentingan propaganda ente aje emang ente Tuhan apa, situsnya sih bernama sufi muda tapi kata-kata ente gak ade ahlaknya gak kaya sufi tidak bijaksana dari hati yang paling dalam dan bukan dari iman, ente bicara dan buat artikel di blog ini sesenak nafsu ente seleera ente subjektif, saya kira enete gak layak mengatasnamakan sufi muda tapi lebih cocok blog ini dinamai SI PICIK YANG MERASA BENAR SENDIRI DAN MERASA KELOMPOKNYA PALING BENAR SI BANGSAT MUDA !!!!

  11. payah ente penakut pendapat ane yang gitu aje dihapus gak fair ente ayam sayur

  12. salah atau benar menurut manusia masih bisa diperdebatkan. Hanya Allah yang tahu mana yang benar dan mana yang salah, kita tak lebih dari setitik kotoran yang menempel di jubah Rosullulloh saw. Allah maha tahu, kita minta ampun saja pada Allah sebanyak-banyaknya dan berharap Allah mau mengampuni dosa kita yang jumlahnya sudah tak terhitung ( terutama dosa saya pribadi ). Amin

  13. Semoga Allah menunjukan Jalan kebenaran… bagi Qita semua..
    lawan dari sesuatu akan membuat sesuatu itu tampak keindahannya. Hanya dengan lawannya hakikat sesuatu tersingkap sebenar-benarnya. kebenaran akan jelas… Allah maha benar N maha Mengetahui.

  14. BNER2 PARAH ULAMA DI KATAKAN SETAN BERMUKA DUA, BUSUK, GA PUNYA ETIKA DALAM MENGKRITIK.

    ULAMA MAHZAB AJE GA GINI2 AMAT… KLO BEDA PNDAPAT.

    NGAKUNYA SUFI MUDA : BELAJAR LAGI TU YG BNER ILMU TASAWUFNYA , TAZKYATUN NUFS NYA..

  15. Kalo mau protes, baca dulu kitab2nya muhammad bin abdul wahhab… apa udah loe baca??
    Biasalah orang baik sering di protes dianggap sesat..
    Liat dulu jangan asal ngekor, yang katanya ulama juga banyak yang gak sesuai al-quran dan sunnah…. itulah ulama sesat yang bilangain sesat orang2 yang gak sesuai dengan dia,,, wlpun orang tsb sesua dengan al-quran dan sunnah..
    Tunjukkan bukti2, jangan mempropaganda dan mengadu domba dengan ilmu yang centek…
    Itulah ciri2 yahudi dan nasrani…

  16. BISMILLAH
    SEORANG SUFIE TIDAK PERNAH MENGAKU DIRINYA SUFIE,
    KESUFIAN ITU ADALAH CARA SESEORANG UNTUK LEBIH DEKAT LAGI KEPADA PENCIPTANYA ,
    TIDAK PERNAH ORANG TAHU SIAPA YANG MENJADI SUFIE KARENA SANG SUFIE SELALU MENUTUPI DIRI NYA DENGAN KEGIATAN LAYAKNYA MANUSIA BIASA, YANG TAHU IA SEORANG SUFIE HANYALAH DIRINYA DAN PENCIPTANYA SAJA. KALAUPUN ADA YANG BISA MENGETAHUI SEORANG ITU SUFIE ADALAH ORANG LAIN YANG SELEVEL SUFIE YANG NOTABENE IA SUFIE

    KAWAN SEMUSLIM TAK PERLU KINI DIPERDEBATKAN DENGAN MENGKAFIR ATAU SALING BERBANTAH DENGAN SESAMA MUSLIM
    KITA BUKAN SUFIE AKAN TETAPI KITA HANY A TERTARIK DAN NGEPEN AJA KALI SAMA SUFIE

  17. ALLHU AKBAR…ALLHU AKBAR ..ALLHUMMA SSHOLI WA SALIM ALA SAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALIHI WA ASHABIHI WA ZURAITIHI AJMA’IIIN…..

    TUBTU ANIL WAHABI….. TUBTU ANIL WAHABI… YA ALLAH AKU BERTAUBAT DARI PEMIKIRAN WAHABI, YA ALLAH YA ROBANA JAUHKAN LAH KAMI DAN KELUARGA KAMI SERTA ANAK CUCU KAMI DARI GANGUAN SAYTON2 YANG TERKUTUK SERTA DARI GANGGUAN ORANG-ORANG WAHABI..AMIEN..

    • Kok sampai tobat segala, Mas Drajat? Memanganya mantan wahhabi?

      Kalau mau jujur, sebenarnya secara global wahhabi itu bagus. Bagaimana tidak bagus, pegangannya saja Qur’an dan Hadits? Hebat kan? Paling benar kan? Makanya mereka pede banget kalau menghukumi praktik keagamaan jama’ah yang lain.

      Imam Gozali saja, seorang pakar di bidang fiqih Syafi’i dibilang sebagai Ahli Bid’ah. Orang yang serius membaca Ihya’ Ulumuddin pasti tahu dong bahwa kitab ini tidak hanya bicara masalah sufi dan kesufian, tetapi juga membahas masalah-masalah fiqhiyah lengkap. Fiqih dalam Kitab Ihya’ ini adalah fiqih Imam Syafi’i. Kok Imam Syafi’i nggak dibilang ahli bid’ah ya? He-he-he…. Pokoknya ngguyu sendiri kalau membandingkan hal ini.

      Agaknya mereka belum baca sendiri Buku Ihya’ Ulumuddin. Pasti, termasuk up-line mereka juga tidak pernah baca buku ini karena sedah antipati sejak dini. Buku ini ibarat berlian yang dianggap batu. Rugi kan?

  18. Sesama muslim hendaknya saling berjabat tangan dan sharing ilmu pengetahuan tentang ibadah karena ilmu dan amalan haruslah sinkron sehingga kita harus terus menggali apa yang belum kita ketahui menjadi kita ketahui bukan berdebat karena dengan berdebat akan lahirlah ideologi baru sehingga kita makin terpecah – pecah.
    Sebagai saran kepada teman2 semua yang udah kasih komentar dan saya pribadi khususnya : ayo kita perdalam ilmu yang telah kita miliki dengan memperbanyak referensi baik melalui buku – buku tentang agama ataupun bertanya kepada para ulama, guru agama ( ulama ahli fiqih, ulama ahli tasawuf, ulama syariat dan ulama thoriqat ) sehingga ilmu yang kita miliki terus bertambah bukan merasa telah cukup dengan satu sumber saja.
    Saya yakin apa yang telah diposting oleh penulis bukan untuk mencari pembenaran akan satu topik tapi mengajak kita agar lebih mendalami tentang apa yang belum kita ketahui dan mengajak kita untuk sharing atau diskusi karena penulis pun tentu tidak berani menposting kalau dia tidak mempunyai sumber2 yang tidak valid dan saya yakin tujuan penulis bukan untuk kita berdebat tapi lebih untuk mengajak kita untuk menggali hikayat ilmu dengan ilmu yang kita miliki.

    • Saya setuju dengan Mas sang Pengembara ini. Terkadang kita memang harus membaca buku-buku dari madzhab yang lain. Jangan antipati, jangan su’udhon, bukalah mata hati dan akal pikiran jangan menutup diri karena merasa diri sudah paling benar. Dulu saya anti dengan buku Ihya’ Ulumuddin Imam Gozali, tapi kini buku ini jadi bacaan favoritku. Makanya baca dulu yang teliti baru berpedapat setuju atau menolak. Tidak perlu marah kan?

      Intinya jangan menutup diri dari informasi baru yang belum kita ketahui. Bagaimana kalau yang kau anggap batu itu ternyata berlian? Ini bisa terjadi karena kita tidak teliti dalam melihat sesuatu.

  19. naskah ga ada referensi… gak ilmiyah… perlu dipertimbangkan untuk mengakui kebenaran isinya…

    eh… ini sufi ya… suka ikut nari muter-muter itu donk… yg apa namanya itu… mmmmm…..

    perasaan nabi yang islamnya paling baik aja gak pernah nglakuin…

    • Referensinya sudah ditunjukkan gitu lho mas, baca yang teliti dong tulisan di atas? Sebetulnya referensinya itu ratusan kitab. Tapi sang penulis “sufi muda” ini cuma sedikit yang disebut. yaitu kitab: “al-Wahhabiyyun wal Buyut al-Marfu’ah” karya Syeikh Muhammad Ali al-Kardistani, “al-Wahhabiyah wa al-Tauhid” karya Syeikh Ali al-Kaurani, “al-Wahhabiyah fi Shuratiha al-Haqiqiyah” karya Syeikh Sha’ib Abdul Hamid, “al-Durar al-Saniyah fi al-Raddi ala al-Wahhabiyah” karya Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan, “Kasyf al-Irtiyab fi Atba’ Muhammad bin Abdil Wahhab” karya Syeikh Muhsin al-Amin, “Hadzihi Hiya al-Wahhabiyah” karya Syeikh Muhammad Jawwad, dan masih banyak lagi kitab-kitab terpercaya lainnya.

      Bacalah yang teliti, kalau perlu sepuluh kali biar mengerti dan paham. Baru nanti berkomentar. Oke?

    • eh mas…ato mbak …..makanya kalo blajar islam dari dasar donk ..jangan cuma baca buku terjemah ato nonoton vcd kaga bener ,…ente belum tau tenetang sufi jadi ga usah komentar tentang sufi …kalo mau komentar ngaji dulu yang bener dateng kerumah ustz/kiyai jangan sama sarjana tehnik nggk nyambung..entne belum tau sejarah nabi bahkan islam scara dalam tolong jangan banyak komentar takutnya komentar anda menyesatkan..

    • namanya aja aku.. jadi akunya yang di dulukan.. ya pantas aja

  20. Memang benar perayaan mauli nabi dan tawasul pada orang meninggal tidak pernah diajarkan oleh Rasululloh dan juga para sahabatnya.
    Coba anda kaji lagi, kalau ada dalilnya sohih tidak?

  21. Hehehe… Rame, ya? Maklumlah, namanya juga manusia, bukan kucing. Yang (maunya dibilang) makhluk paling sempurna itu lho. Jadi, nggak beranilah ikutan kasih komentar. Biarin kalau ada yang ngatain pengecut juga. Soalnya belum pull nech syahadat ane, baru bisa meong2nya doang. Beda tebal sama temen2 sekalian, yang sudah pada hebat tampaknya. Titip salam aja buat ‘ruanghatiberbagi’. Senyum adinda manis sekali. Beneran, shahih, hehehe…

  22. Ya Allah kenapa jadi pada berdebat malah sampai keluar kata kata yg ta baik diucapkan,bukankah ini sama saja memperlihatkan pada dunia ketidak kompakan di islam sesama muslim saling berdebat.
    Dan ini bisa dimamfaatkan oleh yg non islam untuk memancing di air keruh(atau pura pura berkometar untuk memanas manasi suasana
    padahal tugas kita cuma beribadah pada Allah
    Dan Allah sendiri yg mengucapkan tidak kuciptakan manusia dan jin selain untuk menyembahku
    yg penting kita mah Ibadah solat puasa zakat dan bersikan hati selebihnya yg berbeda aliran atau mazab serahkan Pada Allah dia maha tau dia yg berkuasa memberi AZAB ATAU PAHALA kita manusia lemah penuh kekurangan

  23. Saya sebenarnya mau bikin artikel yang sama dengan tema ini. Tapi berhubung sudah ada yang ini, dan cukup menarik juga memiliki referensi yang lengkap. Maka izinkan saya me-link-nya. Boleh ya? Kalau tidak diizinkan akan segera saya hapus dari blog saya. Terimakasih.

  24. Mudah-mudah Allah Subhanahu Wata’ala memberikan hidayah dan ampunan kepada saudara-saudara kita agar mereka kembali kepada jalan yang benar jalan yang diridloi oleh ALLAH SWT. Amiiin.

  25. inInna lillahi wa inna ilaihi roji’un“, klo u bilang wahabbi berseberangan dengan qur’an dan sunnah , bagian mana? kelakuan atau amalan……..
    ulama memang wajib mengatakan kafir atau tidak, bidah ataou tidak karena beliau2 yang tahu akan ilmu agama……
    agar orang awan tidak terjerat karenanya….
    and yang gua tahu mereka tidak menamakan diri salafi tapi salafiyun yaitu pengikut para salaf….
    klo gusdur(s) yang lu pakai acuan….. tanya kepada gusdur waktu dia jadi pembicara orang2kristen… mengatakan mayoritas orang islam itu tersesat dan harus di buat sadar seperti orang kristen ….
    malah minta do’a pada jamaah kristen, agar mendoakan kepada jesus biar memberi kesembuhan pada matanya yang buta (nah loe) orang seperti ini lo ambil buah hujah…..
    Klo para ulama yang lu sebutkan … pelajari dulu apa akidah mereka… seseuai tidak dengan yang dicontohkan nabi dan para sahabat…, karena lu melupakan ulama2 yang akau rasa lebih terkenal… binbass, usaimin, al albani …..
    kita harus sadar….harus selalu belajar… dari quran ke al hadits .. ke para sahabat baru ke para ulama…
    Kita harus berani bilang daging anjing itu haram walau kita memakannya…. jangan karena memakannya kita trus bilang daging anjing itu halal…

    jangan karena kita pelaku thoriqot trus menentang anti thorikot walau mereka benar
    kita harus bilang pendiri wahabi itu bagus walau kita membencinya ……..

    sekarang bandingkan …. amalan kamu, aku, kalian atau abdul wahab yang sesuai dengan amalan nabi beserta para sahabat!!!!! baru kita angkat bicara…

    ingat agama itu dinilai dari niat, tatacara, dan contoh(syariat) yang dicontohkan nabi muhammad….. tanpa itu tanyalah pada diri kita sendiri… APA AGAMA KITA??

    untuk temen2 lain… mari kita belajar mengenal al quran dan nabi lebih dekat , mari belajar dan belajar…..

  26. Nabi SAW sdh berpesan kpd kita semua,mengenai jumlah golongan sepeninggalannya nanti.Hanya satu yang direstui oleh ALLah SWT dan Nabi SAW,yaitu Ahlussunah Waljama’ah & yg lainnya adalah sesat.Siapapun dia & siapapun orgnya,pertanggungan jawabannya kpd ALLAH SWT adalah dirinya masing2.Bukan golongannya,jadi tdk perlu kita memvonis golongan seseorang itu salah atau sesat,karena Nabi SAW sdh mengatakan itu 1400 tahun silam kpd kita semua.
    Apa yg sdh kita pelajari dari guru(ulama) itupun sumbernya dari Nabi SAW,jika kita mengetahui kebathilan,katakan itu bathil tapi bukan terhadap individunya,melainkan ajarannya.Jika mampu,basmilah kebathilan(ajaran) tersebut dgn kekuatan,jika tdk mampu dgn perkataan atau penyampaian secara nasehat utk berubah,jika tdk mampu juga cukup berkata dalam hati mengatakan itu salah dan itulah selemahnya iman.
    Selamatkanlah diri kita masing2 dari ajaran yang sesat menyesatkan,belajarlah dari guru2 (ulama) yg berkepribadian seperti Nabi SAW,meskipun seorang guru (ulama) tdk pernah luput dari kesalahan yg berakibat timbulnya dosa & fitnah,.Karena semua manusia pasti melakukan kesalahan kpd sesama ataupun kpd Tuhan.
    Berpegang teguhlah kpd AL-QUR’AN dan AS-Sunah SAW serta IJMA/QIYAS ulama yg sdh ada,juga cintailah Ahlul Bait serta para SAHABAT Nabi SAW.
    ALLAH SWT telah merencanakan ini semua,dimulai dgn penciptaan alam raya & isinya.Hanya ALLAH SWT yg tahu apa maksud dari semua rencananya,hingga ISLAM itu terbagi banyak golongannya.
    Faafiru illallah….”Kembalilah kepada ALLAH”
    Wallahu’alam bishawab.

  27. Nabi SAW sdh berpesan kpd kita semua,mengenai jumlah golongan sepeninggalannya nanti.Hanya satu yang direstui oleh ALLah SWT dan Nabi SAW,yaitu Ahlussunah Waljama’ah & yg lainnya adalah sesat.Siapapun dia & siapapun orgnya,pertanggungan jawabannya kpd ALLAH SWT adalah dirinya masing2.Bukan golongannya,jadi tdk perlu kita memvonis golongan seseorang itu salah atau sesat,karena Nabi SAW sdh mengatakan itu 1400 tahun silam kpd kita semua.
    Apa yg sdh kita pelajari dari guru(ulama) itupun sumbernya dari Nabi SAW,jika kita mengetahui kebathilan,katakan itu bathil tapi bukan terhadap individunya,melainkan ajarannya.Jika mampu,basmilah kebathilan(ajaran) tersebut dgn kekuatan,jika tdk mampu dgn perkataan atau penyampaian secara nasehat utk berubah,jika tdk mampu juga cukup berkata dalam hati mengatakan itu salah dan itulah selemahnya iman.
    Selamatkanlah diri kita masing2 dari ajaran yang sesat menyesatkan,belajarlah dari guru2 (ulama) yg berkepribadian seperti Nabi SAW,meskipun seorang guru (ulama) tdk pernah luput dari kesalahan yg berakibat timbulnya dosa & fitnah,.Karena semua manusia pasti melakukan kesalahan kpd sesama ataupun kpd Tuhan.
    Berpegang teguhlah kpd AL-QUR’AN dan AS-Sunah SAW serta IJMA/QIYAS ulama yg sdh ada,juga cintailah Ahlul Bait serta para SAHABAT Nabi SAW.
    ALLAH SWT telah merencanakan ini semua,dimulai dgn penciptaan alam raya & isinya.Hanya ALLAH SWT yg tahu apa maksud dari semua rencananya,hingga ISLAM itu terbagi banyak golongannya.
    Faafiru illallah….”Kembalilah kepada ALLAH”
    Wallahu’alam bishawab.

  28. Sekarang gini aja deh, siapa yang ngaku ahlus sunnah wal jamaah? kalo emang ngaku, apa udah ngamalin al-quran dan hadits sesuai pemahaman salafus shalih? atau pake pemahaman guru2 anda? guru atau syekh anda bukanlah nabi yang maksum tau….!!! guru hanya tugas menyampaikan, kalo betul ya di ikut, kalo nggak betul… dibenerin. JANGAN FANATIK PADA GURU… NTAR GURU SESAT, MURID JUGA SESAT.
    HADITS SHAHIH SANGAT BANYAK, KANAPA PAKE HADITS DHAIF(LEMAH) APALAGI MAUDHU (PALSU) ITU JELAS2 SESAT…MASAK YANG PALSU DIIKUTI JUGA (GILA NAMANYA).
    KALO EMANG IKUT IMAM SYAFI’I KOK GAK IKUT SEMUA ILMUNYA??? DIBACA SEMUA KITAB2NYA YANG ASLI….JANGAN YANG ASPAL… NTAR TAU SENDIRI DIMANA POSISI ANDA DI MATA IMAM SYAFII
    SAYA PERINGATKAN, BELAJRLAH DARI KITAB IMAM SYAFII YANG ORIGINAL… BUKAN YANG SUDAH DITAFSIR MACEM2 OLEH ORANG SESAT YANG MENGAKU SYEKH ATAU APAPUN… ANDA HIMBAU SYEKH ANDA JUGA.

    AMALAN KITA SANGAT JAUH DARI SALAFUS SHALEH, KOK MALAH BUAT YANG ENGGAK2….BIKIN AMALAN YANG SESUAI DENGAN SHALFUS SHALEH..ATAU ANDA JUGA GAK TAU SHALAFUS SHALEH???
    CUKUP APA YANG DICONTOH RASUL MENJADI PEGANGAN KITA UNTUK BERIBADAH, JANGAN MENGADA-ADA…EMANG KITA SIAPA?? NABI???
    EMANG SEMANA KITA KENAL RASUL DAN PARA SAHABAT?

    COBA BELI KITAB MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB YANG BENER…BACA…ADA YANG GAK SESUAI AL-QURAN DAN SUNNAH GAK? KOREKSI DULU….
    KALO YANG BENER MEMANG BANYAK YANG GAK SUKA, PARA NABI JUGA PADA DIBENCI…
    KOREKSILAH KITAB2 YANG ANDA PELAJARI, BANYAK KITAB2 PROPAGANDA DAN MENYESATKAN.

  29. Tidak ada yang seorang-pun yang menyatakan dirinya Ahlus Sunah Waljama’ah,meskipun dia seorang Syeikh.Coba cari Biografi Ulama yg menyatakan dirinya Ahlus Sunah Waljama’ah,pasti tidak akan ada.
    Jika ada Ulama yg menyatakan dirinya Ahlus Sunah Waljama’ah berarti Orang tersebut telah berbohong besar.Imam Syafi’i,Imam Hanbali,Imam Hanafi & Imam Maliki tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Ahlus Sunah Waljama’ah.Mengapa?Karena mereka takut kpd ALLAH SWT atas semua pemikiran2 mereka dan menjadi tolak ukur umat dalam beribadah untuk pertanggung jawabannya diakhirat kelak.
    Kenapa untuk beribadah kpd ALLAH SWT saja kita sdh berbeda2 dengan berbagai macam Mazhab?
    Atas dasar perbedaan letak geografiskah sehingga timbullah berbagai macam Mazhab?
    Apakah nantinya kata Bid’ah tidak akan terlontar dari sebagian umat yang berbeda Mazhab?
    Apakah nantinya permusuhan tidak akan terjadi antar umat yang berbeda Mazhab meskipun tidak menggunakan kekerasan?
    Adakah orang yang berani menjamin jika salah satu dari Mazhab tersebut benar-benar Hanif & Kaffah dihadapan ALLAH SWT dan jalan menuju surga?
    Jika kita adalah salah satu pengguna mazhab tertentu gunakanlah sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang telah dibuat oleh para Imam.
    Jangan sekali-kali menganggap bahwa mazhab yang kita pakai adalah lebih bagus dari mazhab yang dianut oleh orang lain.
    Perbedaan Mazhab sama sekali bukan berarti kita tidak bersaudara,dan itu menunjukan bahwa Agama Islam & Orang-orang Islam mempunyai banyak pemikir-pemikir yang handal dari Hal yang terkecil sampai hal yang terbesar,yang orang-orang selain Islam tidak pernah memikirkan hal itu.

  30. sibusuk muhammad bin abdul wahab memang banyak kali dosanya. dosa yang berlipat ganda yang karena ilmu kesesatannya masih terus diikuti oleh wahabi2 sekarang.

    aku berlindung kepada Tuhan dari aliran wahabi yang dirajam :)

  31. hanya semut kecil yang sekedar lewat…

    cobalah berprasangka yang baik saja untuk menghadapi situasi yang Allah hadirkan ini, hanya Dia Yang Maha Tahu, hanya Dia Yang Menghendaki ini semua :)

    Mintalah pada Dia untuk menunjukkan Shirath al-Mustaqim dimana Allah dapat memberikan petunjuk Yang Haqq kepada qalb kita, insya Allah akan nyaman di keteduhan-Nya :)

  32. assalamualaikum wr wb.
    saudaraku seiman dan seakidah.. mari yang ingin bergabung dalam memperluas wawasan serta kajian dunia tashawwuf gabung ke link dibawah ini ok? insya Allah bermanfaat dan kita akan slalu hormati perbedaan yang ada, dengan santun dan bijaksana.

    my link: http://www.facebook.com/group.php?gid=149472972654

    silahkan berbagi keilmiahan dengan sopan dan bijaksana.

  33. hi..hi..hi.. Kang.. Kang.. kulo akoni tambeng ning yo tak akoni ugo limpat. aneh-aneh ae, ning ncene kudhu diterusno. hi..hi..hi.. nderek ngaos teng padepokan mriki Kang [nek gak pareng awas lho -hi..hi..hi..-].

    ..ra popo bengkerengan, sing penting ilmiah. Nah nek iki wajib. :-D qeqeqe

  34. Saudara,
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak berqunut Subuh;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak bertahlil arwah;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak wirid berjemaah lepas sholat;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak membaca Yaasin malam Jumaat;
    kita bermusuh denganWahhabi,
    bukan kerana dia tak nak bermawlid;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak bertawassul;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak bertalqin;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak berlafaz niat “usholli”;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    bukan kerana dia tak nak Tarawih 20 rakaat;
    kita bermusuh dengan Wahhabi bukan kerana dia Wahhabi;
    TAPI;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi memusuhi kita;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi kata kita sesat;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi kata kita ahli bid`ah;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi kata kita khurafat;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi kata kita syirik;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi kata kita tak ikut Qur`an dan Sunnah;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi halalkan darah kita kerana kita sudah syirik;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi biadap dengan ulama-ulama kita;
    kita bermusuh dengan Wahhabi,
    kerana Wahhabi tak biarkan kita beramal dengan aman tanpa cemohan;

    WAHAI WAHHABI, LANA A’MAALUNA
    WA LAKUM A’MAALUKUM.
    WAHAI WAHHABI, BAGI KAMI AMALAN KAMI
    DAN BAGI KAMU AMALAN KAMU. -Artikel Asli oleh Abu Muhammad

  35. Mau tanya…Rasulullah itu seorang SUFI atau bukan ya?
    Kalau SUFI…kira2 tarekatnya apa ya?
    Khalawatiyah…?
    Naksyabandiyah…?
    Qadiriyah…?
    Rifa’yah…?
    Sammaniyah…?
    Syaziliyah…?
    Tijaniyah…? atau???

    Trus kalo Abu Bakar, Umar & shahabat yg lain tarekatnya yg mana…?
    Trus kalo Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Hananafi tarekatnya yg mana…?

    Kalau saya mau ikut SUFI…sebaiknya saya ikut TAREKAT yg mana ya???
    Trima kasih sebelumnya.

    • Mau tanya balik
      Kalau Belajar Islam, perlu gak belajar Ilmu Fikih? dulu istilah fikih gak ada.
      dulu 4 mazhbab juga gak ada.
      Perlu gak belajar Alquran dengan Nuhu shorof?, dulu gak ada istilah ini

      • Kata ” Fiqih” secara bahasa berarti : faham/mengerti.

        فَقِهَ – يَفْقَهُ

        Menurut istilah, kata “fiqih” bermakna: ilmu yang mempelajari syari’at Islam yang berkaitan dengan amal perbuatan manusia yang didasarkan pada dalil-dalil al Qur’an dan al Hadits.

        Dalam al-Qur`an banyak tercantum kata2 “Fiqih”, contoh:

        وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ
        “dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya” (al-Israa’:17)

        Mas sudah baca belum kitab2 Imam Madzhab..??????
        Coba mas baca kitab “Ar-Risalah” Imam Syafi’i, isinya mengenai ilmu Ushul Fiqih; begitu juga kitab “al-Umm” (fiqih Imam Syafi’i).

        Bukan NUHU mas….tapi NAHWU.
        Ilmu NAHWU SHOROF itu untuk mempelajari Bahasa Arab, dan ini sudah ada dari dulu. Imam Syafi’i sendiri dijuluki sebagai Imam fi Lughoh (yg menguasai NAHWU SHOROF).
        Kalau sekedar belajar membaca Al-Qur`an maka cukup belajar huruf Hijaiyah, kemudian Tajwid.
        Kalau mau memahami al-Qur`an cukup baca terjemahan & tafsirnya (serta Ta’lim).
        Kalau mau lebih….baru dituntut paham bhs Arab dan tafsir Al-Qur`an.
        Kalau mau menjadi

  36. inilah kesalahan umat pada saat ini….

    JIKA ALLAH MENYEBUT SESEORANG ATAU SUATU KAUM KAFIR…maka KITAPUN “YANG MERASA PENGIKUT/UMAT IKUT2AN MENGHUJAT……..

    SADARLAH SAUDARAKU…

    JIKA ALLAH MELAKUKAN ITU MAKA ITU ADALAH HAQ MUTLAK ALLAH BUKAN UNTUK KITA….ADAKAH ANJURAN ALLAH BAGI KITA TUK MELAKUKAN PERBUATAN ITU????…. NYATA2 PERINTAH ALLAH APABILA ENGAKU MENGETAHUI PERBUATAN AIB SESEORANG DENGAN MATA KEPALAMU WAJIB TUK DI SEMBUNYIKAN APALAGI SESUATU YANG SAMA SEKALI KITA TIDAK SAKSIKAN DAN KETAHUI KEBENARANNYA….

    INILAH SEBAGIAN CARA IBLIS MENGGELINCIRKAN KITA DARI JALAN YANG LURUS……

    IKUT2AN TANPA SADAR MENJADIKAN DIRI SETARA DENGAN ALLAH…….

    WALLAHU ALAM BISSAWAB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.949 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: