“Hai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaanya, Sehingga kamu menyesal akan kecerobohanmu itu “
(Al Hujurat Ayat 6)
“Hai orang-orang beriman! Janganlah hendaknya satu kaum mencela kaum yang lain, dengan bentuk apapun. Boleh jadi mereka yang dicela, lebih baik dari mereka yang mencela.”
“Hai orang-orang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu, adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain”
(Al-Hujurat ayat 11-12)
Sejarah saling menuding sesat terhadap satu kelompok oleh kelompok lain sudah sangat sangat lama bahkan sama tuanya dengan sejarah agama itu sendiri. Perpecahan antara Sunni dan syiah mengawali sejarah saling tuding tersebut dimana ulama sunni yang menyebut diri sebagai Ahlul Sunnah dan di dukung oleh penguasa zaman itu menuding sesat bakan kafir kepada saudaranya dari kalangan Syiah. Konflik sunni syiah bukan hanya persoalan keyakinan akan tetapi lebih dominan unsur politik dan kepentingan penguasa saat itu.
Budaya sesat menyesatkan itu sepertinya sudah menjadi penyakit kronis di kalangan ulama dengan alasan mencegah kemungkaran dengan serta merta menunjuk telunjuk dengan lurus mengarahkan ke muka orang lain dan dengan mudah menuduh SESAT.
Kemarin (26/5) berita mengejutkan datang dari Aceh Timur dimana para ulama di sana mengeluarkan semua Ijma’ (kesepakatan) yang menyatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah yang di ajarkan oleh Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc sebagai aliran sesat dan menyesatkan. Ulama juga menganjurkan kepada pengikut tarekat itu untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan aliran ahli sunnah waj jamaah. Demikian berita yang saya baca di sebuah harian lokal di Aceh.
Tengku Muhibuddin Waly yang juga sekaligus sebagai Mursyid Tarekat Naqsyabandi di Aceh membacakan hasil keputusan ulama se Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur sebagai berikut :
“Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”.
Sangat menggelikan memang, karena yang menuduh sesat itu disamping sama-sama pengamal Tarekat Naqsyabandi juga sama-sama bermazhab Syafii dan otomatis sama-sama pengikut ahlul sunnah.
Ijma’ yang dimaksudkan dalam berita di koran itu jangan anda bayangkan seperti sebuah pertemuan yang seluruhnya di hadiri oleh ulama dan mengadakan musyawarah dengan sungguh-sungguh dengan memgeluarkan berbagai macam kitab dan pendapat-pendapat ulama dahulu sebagai berbandingan. Kejadian di Aceh Timur itu tidak lebih sebuah penghakiman massa. Seluruh masyarakat dari berbagai golongan dikumpulkan bersama orang-orang yang menyatakan diri sebagai ulama dalam acara yang mereka sebut sebagai Musyawarah Akbar Terbuka kemudian secara sepihak mengeluarkan keputusan yang disebut “Ijma’” bahwa Tarekat Kadirun Yahya adalah SESAT!
Tuduhan Menyakitkan
Selaku pengamal Tarekat Naqsyabandi, saya sangat menyayangkan sikap ulama di Aceh Timur terutama Tgk Muhibbudin Wali yang seharusnya bisa lebih bijak dan arif dalam menyikapi persoalan-persoalan tentang Tarekat. Beliau sebagai ulama tarekat yang disegani di seluruh Aceh seharusnya bisa menjadi jembatan penghubung antara orang-orang syariat dengan pengamal tarekat dan bisa menjadi pelindung para pengamal tarekat lain bukan malah menusuk dari belakang.
Ada beberapa tunduhan yang disampaikan kepada para pengamal Tarekat Kadirun Yahya dan mungkin tidak saya bahas disini secara mendetail karena tuduhan-tuduhan itu bukanlah fakta akan tetapi lebih kepada fitnah semata.
Menarik kita simak kesimpulan dari ulama di Aceh Timur : “Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”
Kalau mau di teliti seharusnya Tgk Muhibbudin Wali beserta ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Nanggro Aceh (MUNA), HUDA dan MPU kecamatan Darul Aman Aceh Timur juga meneliti pusat tarekat ini di Universitas Panca Budi dan surau-surau lain bukan hanya meneliti di satu tempat kemudian menetapkan hukumnya. Sekitar akhir tahun 1998 di depan Prof. Dr. Jamaan Nur (murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc) Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan bahwa terekat Kadirun Yahya adalah muktabarah dan kalaupun ada perbedaan dengan tarekat naqsyabandi yang diamalkannya ibarat makan nasi yang berbeda lauk pauk sedangkan nasinya sama. Lalu kenapa dibelakang menyatakan pernyataan yang berbeda?
Kalaupun ada diantara pengikut tarekat Kadirun Yahya yang mengeluarkan pernyataan aneh dan tidak lazim seharusnya yang disesatkan adalah pribadinya bukan institusi. Sama halnya kalau ada polisi mencuri bukan lembaga kepolisian yang dibubarkan akan tetapi oknumnya yang di tindak. Kalau ingin menjadi ulama yang baik, seharusnya Tgk. Muhibbudin Waly memanggil para pengamal tarekat kemudian memberikan arahan dan bimbingan serta menasehati pengamal tarekat Kadirun Yahya agar hati-hati dalam menyampaikan kajian hakikat kepada masyarakat awam. Tgk. Muhibbudin bisa menghubungi pimpinan tarekat Kadirun Yahya yang ada di Medan dan saling bermusyawarah serta menjelaskan duduk persoalannya. Bukankah murid-murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA, M.Sc sebagian besar juga ulama yang memiliki ilmu pengetahuan syariat Islam di atas rata-rata, salah satunya adalah Prof. Dr. KH. Jamaan Nur, Guru Besar IAIN Raden Fatah Palembang.
Tgk Muhibbudin Wali tahun 2002 pernah ikut dalam acara pertemuan tarekat serumpun di Universitas Panca Budi dan dari hasil pertemuan itu disimpulkan bahwa Tarekat Serumpun semuanya muktabarah dan tidak menyimpang dari ajaran Islam. Tarekat Serumpun adalah tarekat Naqsyabandi yang mursyidnya bertemu di silsilah Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah dan Tarekat Kadirun Yahya termasuk salah satu tarekat serumpun yang muktabarah.
Syekh Sulaiman Zuhdi mempunyai banyak murid di Indonesia antara lain :
-
Syekh Abdul Wahab Rokan yang di kenal dengan Syekh Basilam yang mendirikan perkempungan Tarekat Babussalam di Langkat Sumatera Utara.
-
Syekh Sulaiman Hutapungkut di daerah Sidempuan, Sumatera Utara. Salah seorang Murid Syekh Hutapungkut adalah Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi dari Padang yang kemudian melanjutkan berguru kepada Syekh Ali Ridho di Jabal Qubais.
-
Syekh Ali Ridha di Mekkah yang kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi di Buayan Sumatera Barat dan kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc Al-Khalidi.
-
Syekh Usman Fauzi di Jabbal Qubais yang meneruskan silsilahnya kepada Syekh Abdul Gani Batu Basurat di Riau dan kemudian meneruskan Silsilahnya kepada Abuya Syekh Muhammad Waly Al-Khalidy yang dikenal juga dengan sebutan Syekh Muda Wali di Labuhan Haji Aceh Selatan.
Abuya Syekh Muda Waly yang juga orang tua kandung dari Tgk. Muhibbudin waly mempunyai beberapa orang anak yang kesemuanya meneruskan misi orang tua mereka menyebarkan tarekat yaitu :
-
Tgk Muhibbudin Waly
-
Tgk. Amran Waly
-
Tgk. Jamaluddin Waly
-
Tgk. Muhammad Nasir Waly LC
Antara Abuya Syekh Muda Waly dengan Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya masih satu guru dan sama-sama berada pada urutan ke-35 di hitung sejak Saidina Abu Bakar Siddiq. Kedua Syekh ini bertemu pada Ahli Silsilah ke-32 yaitu Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah.
Kalau hari ini Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan sesat kepada Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya itu sama dengan anda menyatakan sesat kepada diri sendiri karena ajaran tarekat yang beliau amalkan itu bersumber kepada satu Guru.
Kalau tulisan ini dibaca oleh Tgk Muhibbudin Waly atau salah seorang muridnya, saya ingin membuat sebuah permisalan. Misalkan suatu saat anda mempunyai banyak sekali murid dan meneruskan tarekat yang anda bawa dan murid anda pada generasi ke tiga saling menyalahkan dan menyesatkan, bagaimana perasaan anda?
Suatu saat murid dari Tgk. Amran Waly di Labuhan Haji mengeluarkan pernyataan sesat kepada salah seorang murid anda, bagaimana perasaan anda dan bagaimana sedihnya Abuya Syekh Muda Wali mengetahui hal ini.
Saya dapat informasi, Tgk. Amran Waly mengeluarkan pernyataan hakikat bahwa nabi Mumammad adalah wadah dari Allah dan orang-orang Aceh Utara yang awam sekali ilmu hakikat menyatakan Beliau sesat dan Tgk Muhibbudin Waly berdiam diri tanpa ada pembelaan padahal itu adalah saudaranya. Apakah anda juga ikut menyalahkan Tgk. Amran Waly?
Apakah pernah Abuya Syekh Muda Waly menyatakan sesat kepada orang lain?
Beliau tidak pernah menuduh orang lain sesat walaupun hampir semua pengikut Muhammadiyah menyatakan Beliau sesat bahkan kafir. Beliau adalah orang yang telah sampai kepada makrifat dan tentu saja tidak dengan mudah menyatakan orang lain sesat. Saya bisa maklumi kondisi Tgk. Muhibbudin Waly yang belum cukup ilmu untuk memahami rahasia-rahasia Allah.
Kalau Tgk. Muhibuddin ingin menjadi satu-satunya Mursyid tarekat di seluruh Aceh tidak harus dengan cara menginjak tarekat lain karena kalau sikap itu dipertahankan maka suatu saat anda akan disesatkan oleh orang lain.
Sesat Menyesatkan dan Konflik Berdarah di Aceh
Nurudin Ar-Raniry yang berasal dari Ranir India ingin sekali menjadi ulama nomor satu di Aceh. Salah satu cara yang dilakukannya adalah menyatakan sesat kepada ulama selain dia. Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan pernyataan sesat kepada Hamzah Fanshury yang berpaham wahdaul wujud dan menfatwakan pengikut Hamzah Fanshury halal darahnya. Setelah Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan fatwa sesat dan halal darah maka efeknya sungguh tragis dan memilukan. Hampir semua murid-murid Hamzah Fanshury di bunuh. Di depan mesjid raya Baiturahman, pengikut Hamzah Fanshury di bakar hidup-hidup beserta karya-karyanya. Akibat dari perbuatan itu, 100 tahun kemudian Belanda menyerang Aceh dan membakar habis mesjid Raya Baiturahman tanpa sisa dan Aceh melewati sejarahnya dengan berdarah dan konflik yang tak berkesudahan.
Apakah anda ingin menjadi Ar-Raniry di zaman ini?
Mungkin sebagian yang membaca tulisan ini tidak percaya hubungan antara tuduhan sesat menyesatkan dengan konflik di Aceh. Coba renungi fakta berikut:
-
Zaman Sultan Iskandar Muda hampir seluruh Aceh menjadi pengamal berbagai macam Tarekat, pengikut terbesar dari Tarekat Syattariyah yang mursyidnya adalah Syekh Abdul Ra’uf As-Singkily yang dikenal dengan Syiah Kuala dan merupakan keponakan dari Hamzah Fanshuri. Aceh mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa. Kemudian pada masa Sultan Alaidin Iskandar Tsani (menantu Iskandar Muda) telah melarang tarekat secara resmi. Pemimpin Tarekat pada masa itu adalah Syamsudin As-Sumatrani (Wafat tahun 1630), murid dari Hamzah Fanshuri. Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba dalam bukunya “Ilmu Thariqat dan Hakikat” menceritakan bahwa Ulama-ulama Aceh telah mengadakan musyawarah dibawah pimpinan Mufti Syekh Nurudin Ar-Raniry dan musyawarah memutuskan bahwa penganut tarekat dianggap kafir, murtad dan harus di bunuh mati. Menurut Tgk. H. Hasan Krueng Kale, seorang tokoh ulama di Aceh, pada masa itu telah terbunuh 70 orang penganut tarekat. Akibat tindakan itu Aceh seperti menerima azab dari Allah, diserang oleh Belanda, mesjid di Bakar dan konflik tak berkesudahan.
-
Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh, sebagian besar yang duduk disana adalah orang-orang berpaham wahabi mengadakan musyawarah Tanggal 3-8 November 1974 di Banda Aceh dan mengeluarkan fatwa antara lain bahwa Tarekat-terakat yang berkembang di Aceh saat ini pada prakteknya bertentangan dengan Syari’at Islam. Menyatakan sesat dan menyesatkan kepada pengikut Tarekat Mufarridiah yang diajarkan oleh Syekh Makmum Yahya berpusat di Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara. Setelah mengeluarkan sesat menyesatkan itu 2 tahun kemudian 4 Desember 1976 dimulailah konflik berdarah di Aceh sampai di cabut DOM tahun 1998.
-
Pada bulan Oktober 1998 Surau Panton Labu Aceh Utara milik yayasan Prof. Dr. SS. Kadirun Yahya MA M.Sc dibakar masa atas pengaruh beberapa ulama termasuk pernyataan Tgk. Muhibbudin Wali yang mangatakan sesat kepada tarekat Kadirun Yahya. Setelah Alkah Zikir Panton Labu di bakar tidak lama kemudian mulai lagi konflik berdarah di Aceh dengan episode yang lebih memilukan, di mulai dengan Tragedi Ara Kundo, Simpang KKA dan diikuti berbagai macam tragedi lain, ribuan nyawa melayang sampai masa damai sekarang ini.
-
Hari ini Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama-ulama yang terpengaruh oleh politik mengeluarkan peryataan sesat kepada Tarekat Kadirun Yahya, semoga Allah mengampuni dosa Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama lain dan segera menarik pernyataannya agar kelak generasi penerus Aceh tidak menyalahkan anda oleh bencana yang akan menimpa. Jangan sampai Azab Allah menimpa orang-orang yang tidak berdosa hanya gara-gara segelintir ulama.
Apa hubungan memusuhi orang-orang yang dikasihi Allah dan orang-orang yang ikhlas berzikir kepada-Nya dengan bencana?
Hal ini di terjawab dengan sebuah hadist qudsi :
“Barang siapa yang memusuhi Wali-KU akan KU nyatakan perang kepadanya” (HR. Bukhari)
Silahkan meneruskan permusuhan anda dengan orang-orang Tarekat dan kita hanya menunggu Allah menyatakan perang kepada anda dalam bentuk yang tidak pernah terbayangkan.
Penutup
Tuduhan sesat kepada Tarikat Kadirun Yahya menandakan kurang matangnya ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang mengaku ulama termasuk Tgk. Muhibbudin Waly karena persoalan Hakikat kalau dilihat dari kacamata syariat tidak akan pernah ketemu. Prof Dr. Kadirun Yahya telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan ummat dan mempunyai murid jutaan orang di seluruh dunia dan menerima ilmu tarekat lewat jalur silsilah yang benar tentu sangat tidak bijak kalau setelah Beliau tiada kita menuduh tarekat Beliau sebagai tarekat sesat.
Saya kagum dengan ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA, yang tidak pernah sembarang mengeluarkan pernyataan. Ketika orang menanyakan pendapat Beliau tentang tarekat yang disesatkan orang dengan senyum beliau menjawab : “Jangan mudah kita menuduh sesat kepada orang lain karena pertanggung-jawabannya bukan hanya di dunia akan tetapi juga di akhirat kelak di hadapan Allah. Hanya Allah yang mengetahui siapa sesat dan siapa benar”.
Semoga di Aceh akan banyak ulama-ulama arif seperti Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA yang sangat bijak menyikapi setiap persoalan dan selalu berpihak kepada ummat bukan berpihak kepada kepentingan politik segelintir orang.
Filed under: Info/Berita Ditandai: | Sesat, Tarekat, Ulama
Sebenarnya miskomunikasi saja, dan yang paling berbahaya ada orang yang intelek memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkeruh masalah. dengan mengungkapkan fakta-fakta yang konkrit yang efeknya bisa menjalar kepada masyarakat luas. Sebenarnya kita tidak mengetahui persis apa yang dimaksud oleh Prof. Muhibbudin Waly dan Prof. Kadirun.Oleh karena itu kita sendiri harus mempunyai basic pengetahuan untuk melihat mana yang lebih baik dan jika sanggup kita ikuti begitu juga sebaliknya. Mudah-mudahan ALLAH mengampuni dan menunjuki jalan terbaik kepada kita semua, AMIIIN.
jangan menghina org tua aceh,kesalahan hal biasa,manusia zaman kita tdk maksum,hrap anda minta maf padaa abuya..jk anda org bijak..kawan
Salam kesadaran diri
=======================
Abad terahir kelima belas
Langka orang beramal ihlas
Ahli ibadah tiada waras
Sambil ibadah sambil menindas
-
Belaga waro mungkarnyah keras
Demo tauran nyerbu berantas
Merasa suci beramal ihlas
Padahal ituh paling ta waras
-
Puasa malah mendidik keras
Napsu emosi ambisi atas
Pangkat jabatan paling atas
Ngedok agama islam teratas
-
Sesama islam silih berantas
Inilah abad kelima belas
Saking orang tiada waras
Beramal jahat katanyah ihlas
-
Orang beriman beramal ihlas
Memang jadi islam teratas
Akan tetapi bersyarat jelas
Bukan sepadu bertindak keras
-
Ihlas memang terlihat keras
Tetapi keras secara waras
Tida merusak tanpa batas
Mengikut Alloh caranyah ihlas
Reblogged this on sufialmakassari.
islam jika dipelajari dan diamalkan sebatas syareat tampa dengan hakekatnya maka yang timbul adalah fitnah
Radionu Solo http://www.4shared.com/mp3/dfit5YQv/PITUTUR_LUHUR_-_PARSONO_AGUS_W.htm?aff=7637829
Semoga Muhimuddi waly diampuni dosa-dosanya oleh ALLAH SWT, krn telah mengeluarkan sebuah fatwa yg salah, ” sebuah kisah masa Rasulullah Muhammad SAW, : seorang sahabat bertanya “: Rasulullullah mengapa engkau tersenyum??.. “. Rasulullah menjawab” Berbahagialah mereka orang2 Mufaridyah. “Sahabat bingung’ dan berkata’ Kenapa wahai Rasulullah mereka bahgia?.. Rasulullah menjawab” Mereka adalah orang2 yg selalu menyebut Nama ALLAH dan selalu berzikir kepada ALLAH.” Subhanallah”,
sya rsa anda msti mngenal lbih dkat lge siapa abuya muhibuddin waly.
pemahaman seorang ulama lbih dalam dr kita yg awam
Tsunami di aceh bala atau musibah ????????????
Bolehkah berfirasat ..? Hm,… menurut hemat saya ada sesuatu yang “baik” namun tertolak disana.
Dulu Kakek (renta berumur ratus tahun) bercerita pada saya (cicit atau oyong-nya) bahwa di Kampungnya dulu,.. orang tak sebanyak (ini) maksudnya sekarang,… dan jika terjadi sesuatu akan mudah sampai “ketelinga” kita (kisahnya), tiba-tiba saja muncul nenek tua bertongkat di kampung itu, (kebetulan dekat sungai) datang kerumah meminta- minta sesuap nasi untuk makan,.. namun penduduk kala itu tak semegah (ini) maksud sekarang,.. diantara penduduk,.. ada yang memberi ada yang mencaci dan mengusir jauh dari rumahnya,… dan kebanyakan “mereka” tak memberi, dan diantara yang memberi nasi pun heran (pula) karena setelah 1 jam diberi datang lagi, nenek tsb untuk meminta lagi, akhirnya yang pernah memberi-pun jadi sebal,… Tau akibatya,…. tiba-tiba nenek (itu) berteriak “Hai penduduk bumi, bumi ini tenggelam karena keserakahan kalian” ,.. dan benar saja, menjelang shubuh tiba-tiba air bah naik,.. menenggelamkan desa/ kampung itu dan banyak korban jiwa,…. termasuk yang pernah memberi sesuap nasi, pada nenek itu.
Wass.
Kepada Penulis, lihat dulu detail tentang ajaran yang di ajarkan dalam Tarikat Kadirun Yahya, jangan menuduh sembarang kepada Abuya Muhibbuddin Waly…. sudah tau tidak detail2 dalam Tarikat yang dibawakan Kadirun Yahya ????? Cari tahu dulu detail2 nya, setelah itu baru berkomentar….
Saudara Syafii Al-Asyi
Alhamdulillah saya memahami dengan baik Tarekat Naqsyabandi baik yang dibawa oleh Ayahanda Prof kadirun Yahya al-khalidi maupun yang dibawa oleh Abuya Syekh Muda Waly al-khalidi. Kedua Syekh adalah sama2 silsilah ke-35 di hitung dari Saidina Abu Bakar Shiddiq dan gelar Al-Khalidi di ujung nama keduanya menandakan Tarekat Naqsyabandi yang mereka bawa masih sama. Kedua Tarekat ini bertemu di Guru yang ke-32 yaitu Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah.
Itulah sebabnya di zaman Abuya Syekh Muda Waly Al-Khalidi hubungan dengan Ayahanda Khadirun Yahya sangat baik.
Hubungan tersebut Terus dipelihara sampai kepada anak2 keduanya.
Tahun 2002 diadakan pertemuan Tarekat Serumpun di Universitas Panca Budi Medan yang merupakan pusat dari Tarekat Naqsyabandi al-khalidi Ayahanda Prof Kadirun Yahya dan saat itu hadir seluruh Guru Tarekat pecahan dari Guru ke 27,28,29,30,31,32,33 dan 34 termasuk yang hadir Abuya Prof Muhibuddin waly dan Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi (keduanya putra Abuya Syekh muda Waly Al-khalidi).
Anda bisa selidiki sampai saat ini hubungan antara Abu Amran (Syekh Amran Waly) dengan panca budi masih sangat baik.
Sampai Prof Muhibbudin Waly mengeluarkan fatwa sesat kepada Tarekat Ayahanda Prof Kadirun Yahya tahun 2010, sebelumnya tidak ada ulama Tarekat yang berfatwa seperti itu, ada apa?
Fatwa tersebut tidak di dasari fakta, Prof Muhibuddin Waly merujuk surat dari salah satu lembaga ulama di malaysia yang bukan dari ulama tarekat. Surat itulah yang di bawa2 untuk menjelekkan tarekat Ayahanda.
Kalau memang tarekat Ayahanda Prof Kadirun Yahya keliru, kenapa Prof Muhibbudin Waly tidak mendatangi pancabudi menjelaskan letak kelirunya?
Salah seorang murid dari Ayahanda Prof Kadirun Yahya adalah Prof Jamaan Nur (Guru Besar di IAIN Bengkulu) yang punya hubungan baik dgn Prof Muhibuddin Wali.
Sayangnya prof muhibbudin wali mengerluarkan pernyataan sesat kepada tarekat ayahanda setelah 9 Tahun Ayahanda meninggal. Dinyatakan cuma di aceh (di Langsa dan mesjid raya) yang gaungnya tidak ke mana2.
Setelah Abuya Prof. Muhibuddin Waly meninggal dunia, maka persoalan ini selesai.
Tidak ada manusia yang tidak keliru, fatwa Beliau untuk menarik simpati anggota MUNA (Majelis Ulama Nanggro e Aceh) adalah keliru. MUNA diciptakan oleh Gubernur Irwandi Yusuf saat itu untuk melawan dominasi MPU. Sayangnya Abuya prof hanyut dalam arus politik…
Demikian saudaraku Syafii al asyi, mohon maaf kalau kurang berkenan.
pertannyaanya apakah syetan yang pernah diusir oleh Mursyidnya Abuya Prof Muhibuddin waly telah bersemayam kembali di hati beliau bang SM ??? tolong ana yang awam butuh penjelasan bang SM apa kiat metoda agar kita tidak terjebak spt beliau ………terimakasih bang atas tanggapanya …..
alhamduillah …..wa syukurillah …….illahi anta maqsudi waridhoka ………
Bisa jadi Mas Mamo … hal demikian sering terjadi, kadang bersemayamnya setan ke darah kita sangat tidak kita sadari, hal ini bisa disebabkan sepersekian detik saja kita lengah dengan mengingat Allah, maka syetan akan segera masuk ke dalam diri kita
Wallahua’alm
syukron jawabanya mas KGPA Arif ……..
Ass..ane pingin nambahin semoga bermanfaat, saudaraku yang seiman perbedaan itu sebenarnya rahmat bagi orang (murid) yang mengerti disitulah letak tingginya ilmu yang dimiliki oleh ayahguru2 kita, insyaa..kan ada hadist Rasullullah “ajarkan islam itu perlahan2/setahap2 penuh dengan adab (akhlakul karimah) dan sesuaikan dengan tingkatan akal nya masing2..” nah tingkatan akalnya masing-masing ini yang kemungkinan mendekati fatwa abuya muhibbudin waly, coba kita ambil hikmahnya (“islam itu sangat tinggi ilmiah dan Amaliahnya”) sisi positifnya yang mau masuk tariqat/metode islam akan terseleksi akalnya yang insyaa..anak2 yang masuk tariqat akan lebih cepat memahami dan berkualitas. harapannya anak2 tariqat tidak menimbulkan fitnah yang akhirnya dapat menghindari fitnah itu sendiri. semoga bermenfaat wassalam
- Ass..ana pingin nambahin semoga bermanfaat, saudaraku yang seiman perbedaan itu sebenarnya rahmat bagi orang (murid) yang mengerti dan memahami. disitulah letak tingginya ilmu yang dimiliki oleh ayahguru2 kita, insyaa..kan ada hadist Rasullullah “ajarkan islam itu perlahan2/setahap2 penuh dengan adab (akhlakul karimah) dan sesuaikan dengan tingkatan akal nya masing2..” nah tingkatan akalnya masing-masing ini yang kemungkinan mendekati fatwa abuya muhibbudin waly, coba kita ambil hikmahnya (“islam itu sangat tinggi ilmiah dan Amaliahnya”) sisi positifnya yang mau masuk tariqat/metode islam akan terseleksi akalnya yang insyaa..anak2 yang masuk tariqat akan lebih cepat memahami dan berkualitas. harapannya anak2 tariqat tidak menimbulkan fitnah yang akhirnya dapat menghindari fitnah itu sendiri. karena sering kita bertemu dengan saudara2 seiman yang belum mampu menjaga adab dan ucapan sehingga mudah terjadinya fitnah untuk tariqat/metode itu sendiri. bila kita lihat sejarah tingginya peradaban islam itu dan sekarang hancur semua karena fitnah merajalela dimana-mana. tetapi tariqat yang asli mari sama-sama tetap kita jaga amiiiin. mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan dihati, semoga bermanfaat wassalam
Aceh aceh aceh …… negeri seribu konflik. kok ulama di dalam hatinya ada sifat iri dan dengki terhadap ulama lainnya ya. terutama terhadap saudara nya sendiri. mungkin takut pengaruh nya kalah dengan yg lain nya. itulah ulama kalau terlalu lama terlibat di dunia politik.
saudaraku yang seiman perbedaan itu sebenarnya rahmat bagi orang (murid) yang mengerti disitulah letak tingginya ilmu yang dimiliki oleh ayahguru2 kita, insyaa..kan ada hadist “ajarkan islam itu perlahan2/setahap2 penuh dengan adab (akhlakul karimah) dan sesuaikan dengan tingkatan akal nya masing2..”
oya lupa ne..islam itu pada saat datang Asing dan akan kembali asing di akhir zaman (kondisi kita sekarang)
Ass…
Apakah orang yang memfatwa suatu kaum/golongan sesat itu bisa menjamin dirinya benar dihadapan Allah..???
Jika kita melihat saudara kita sesat/keliru, nasehati Dia. Jika tak bsa dinasehati, do’akan Dia. Jika tk sampai, berdo’alah utk diri kita…
Janganlah menyatakan saudara kita sesat, karena sesungguhnya pernyataan itu justru akan menyesatkan saudara kita yang awam akan pengetahuan agama.
Mudah-mudahan Allah memelihara kita dari kesesatan.
Amiiin..!!!
ingin comment sedikit aja semoga bermanfaat:
1. sepanjang syahadat, kiblat, adzan, kitab suci, nabi/ rasulullah masih sedia kala maka, InsyaAllah syarat Islam tidak gugur…
2. tidak musyrik kepada Allah Ta’ala
3. tawadhu, tuma’ninah, qanna’ah
4. jangan tergesa-gesa mengeluarkan statement bahwa ‘itu sesat’…mawas diri itu lebih baik dan bijaksana….serta hendaknya membathin dalam diri…’MUNGKIN ILMU KU BELUM SAMPAI KE SITU SEHINGGA AKU BELUM MENGETAHUINYA’….wassalaaaam
Sikap saling menghargai perbedaan pendapat adalah warisan Rasulullah, dengan itu pula ummat ini menjadi kuat.
sudah banyak para ulama yg anti tarekat bilang sesat bid ah ini dan itu,karna semua itu hanya sibuk mencari kesalahan org lain bukannya sibuk berzikir yaaa beginilah jadinya,bahkan tarekat tijani pun di bilang keluar dr ahlussunnh..
kepada penulis yang menggelar dirinya sufi muda sesuai sekali dengan ilmunya masih mentah alias belum cukup ilmu maka dari itu dengan gampang menuduh Abuya Muhibuddin Waly belum matang padahal penulis ini orang yang bongkak dan sombong lupa mencermin diri sendiri BEGINIKAH ANAK2 MURID PROF KADIRUN YAHYA yang telah dijar tareqat? bagi saya jauh sekali anda dari kesucian jiwa melainkan hti anda penuh kebencian dan dendam.
peratanyaan saya harap dijawab:
1. kenapa dalam mengambil tariqat naqsyabandiyah Kadirun Yahya murid di haruskan minum segelas air sebelum dibuka semua pakain un di bungkus dengan kain putih?
2. kenapa murid wajib menunduk terhadap sajadah Mursyid macam orang menyembah?
3. kenapa semua pengikut Kadirun Yahya bila ditimpa bencana harus menyebut nama Kadirun Yahya? kenapa tidak lgsung MEnyebut nama Allah dan meminta pertolongan kepada Allah.
Tetapi dalam Tariqat anda Menyebutnya guruku? sepatutnya Ya Allah Engkaulah tempat kami berlindung. bukan begitu sufi muda?
4. Dan tolong ceritakan cerita perseteruan antara Prof Kadirun dengan bapa mertuanya?
5. yang terakhir tolong ceritakan bagaimana hubungan Kadirun Yahya dengan Syeh Ibrahim Bonjol dijalan Pondok kelapa Medan?
Terima Kasih
Saya heran,bisa Begitu detailnya anda mengenal guru&tarekat kami?Ada apa ini?sepertinya anda punya hubungan yang bermasalah dengan guru&tarakat kami?
Saya mengenal banyak Guru Tarekat dan mempelajari berbagai jenis tarekat.
Harap sufi muda dapat menjawab persoalan saya demi menjernihkan kekeruhan yang tersebar dalam tarikat guru anda.
Saya balik bertanya kepada anda, apakah anda sendiri pernah melihat kejadian2 seperti yang anda tanyakan?
Apakah anda pernah berkunjung ke surau atau tempat wirid Profesor S.S Kadirun Yahya?
Apakah anda pernah menekuni salah satu tarekat mukhtabarah?
Silahkan jawab pertanyaan saya baru nanti apa yang anda tanyakan akan terjawab dengan sendirinya.
kalau anda (sm) orang yg bijak dan ikhlas ingin menjernihkan hal yang dianggap keruh tidak perlu bantuan jawaban dari yg bertanya… walau itu pahit jawablah demi kebenaran… kalau jawapan anda boleh terima dari semua sudut hukum dalm islam mungkin dg itu lbh ramai orang tertarik dg tariqat Ayahanda anda.
terima kaseh
Orang yang bijak itu akan menjawab sesuai dengan kemampuan si penanya agar jawabannya bermanfaat.
Kalau anda tidak pernah menekuni tarekat sama sekali maka silahkan belajar tarekat agar bisa paham.
Kalau anda seorang pengamal tarekat maka pertanyaan itu tidak perlu saya jawab karena semua orang tarekat akan paham.
Karena anda meminta saya menjawab di ruang publik yang di baca oleh semua orang, anda juga harus bijak menjawab pertanyaan saya agar diskusi kita nyambung.
Kepada Encik Mat. Salam hormat.
1. Apa salahnya minum air bukannya minum arak / alkohol atau dadah dan tidak ada berlaku hal membuka pakaian lalu dibungkus dengan kain putih. Sekalipun dibungkus dengan kain putih apa pula masaalahnya kerana bekal terakhir nanti sebaiknya kain putih juga. Anda jawablah fitnah anda ini diakhirat kelak.
2. Tiada kewajiban bagi murid Beliau berbuat demikian tetapi tiada larangan jika murid berbuat demikian jika niatnya sekedar menghurmati gurunya. Banyak sejarah menyebut para Ulama muktabar tak duduk ditempat dimana gurunya pernah duduk kerana ‘menghurmati’nya. buka kerana selain itu.
Imam as Syafie’ tidak pernah melunjurkan kakinya kearah rumah gurunya Imam Hanafi. Beliau ditanya kenapa berbuat demikian? Beliau menjawab itu lah Adabnya kepada gurunya agar Ilmu yang dipelajarinya berkat.
Para sahabat juga diriwayatkan tak pernah menentang muka atau meninggikan suara dihadapan Rasulallah sekalipun sahabat Umar yang terkenal garang kerana adabnya kepada Rasulallah. Itu saja. Bukan senang menjadi murid sebagaimana sulitnya menjadi mukmin sejati.
3. Misalkan kita berada didalam sebuah kerajaan. Ada Presiden, ada Wakil Presiden dan pelbagai peringkat Pegawai Tinggi dan Rendah.
Misalkan jika kita berhasrat memohon sesuatu dari kerajaan adakah kita terus menulis kepada Presiden atau memadai kepada Wakil Presiden / Pegawai yang dilantik. Jika kita memang kawan baik Presiden maka sambil sambil main golf pun boleh ‘minta hajat’ kita pada Presiden. Jika sebaliknya mintalah melalui Pegawai yang dilantik oleh Presiden kerana setiap Pegawainya itu adalah orang yang dipercayai oleh Presiden / kerajaan.
Begitu pula jika sebenarnya kita dapat langsung saja meminta kepada Allah tanpa melalui Solawat keRasuallah saw maka silakan saja tak ada salahnya. Maka tidak pula sia sia Rasulallah menyebut ” Innad-doa-mau-uufun-bainas-samaa-il ardh-hatta-tusollu-na ‘alan-nabiy” : Doamu tergantung diawang awang tanpa solawat keatas nabi. Apa ertinya tu?
4. Tiada perseteruan melainkan berbeda persepsi dan pendapat mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak didalam menyiarkan Ilmu kerana setiap Ilmu tentu ada disiplinya, tak semua dibeberkan melainkan kepada yang sesuai sebagaimana kata Nabi ” Kami Para Nabi berbicara bersesuaian dengan Ilmu / tingkat keserdasan seseorang” supaya Ilmu itu tidak menjadi fitnah kepada mereka yang tak memahaminya.
Contoh: Jika kita bertanya kepada anak kecil baru masuk sekolah berapa 1 – 1? tentu jawabnya 0. tetapi jika kita bertanya brapa 1 – 2? maka dijawabnya mana boleh? [ mustahil] ettapi jika kita tanyakan kepada anak sekolah menengah berapa 1-2? Dia jawab -2. dan seetrusnya berbagai rumus matematika bergantiung setinggi mana persekolahan / pengajiannya.
5. Saya tidak tau apakah yang dimaksud ini “Syeh Ibrahim Bonjol” yang satu masa ada ramai juga muridnya di Kg. Paya Jaras…atau yang dari “Ibrahim Kumpulan” Jika maksudnya dari ” Syeh Ibrahim Bonjol” yang muridnya dulu ramai di Kg Paya Jaras saya berlepas diri dari menjawabnya.
Maaf HendraSyah mungkin anda tidak jeli unt pengetahuan anda bukan ana yg bermaslah dgn guru dan taikat anda…. tapi andalah yang terpalit masalah karena anda ahli tarikat ini.
Sodara Mat,kuala lumpur.Trnyata Anda sedikit mengerti kami,hanya melalui “katanya”,pun kalimat “katanya” diartikan bisa iya,bisa tidak.Kami yang menjalani,kami yg mrasakan,anda tidak,anda hanya “katanya”
orang2 yg sudah disesatkan Oleh Allah, maka tdk seorang pun yg dapat menunjukinya kepada jalan yg lurus…
abuya prof.muhibbuddin waly hanya mengingatkan agar meninggalkan yg sesat itu..
tapi karena hatinya sudah di CAP Neraka, maka tetaplah tidak sadar…
“Barangsiapa yang diberi petunjuk maka dia akan mendapat petunjuk barang siapa yang disesatkan maka tidak seorang Wali Mursyidpun memberi petunjuk” (Al Khahfi. 17)
Para Pembaca sufimuda ini hampir semua telah mengenal mursyid jadi mereka bukan golongan sesat walaupun Mursyidnya beda.
Ulama kalau ingin meluruskan yang salah pasti dgn cara santun dan langsung mendatangi orangnya, berdiskusi sehingga perbedaan benar2 menjadi rahmat.
Menuduh orang sesat lewat media, tanpa mau berdialog adalah sebagai cara untuk mencari sensasi semata.
Ulama yang suka menuduh sesat sangat berbahaya krn ummat yang awam akan ikut2an. Kejadian di aceh, latah dgn aliran sesat (bisa jadi itu operasi intelijen), sampai korban jiwa adalah akibat sikap ulama yg ingin menaikkan dirinya dengan menginjak kepala orang lain.
Mudah2an Allah menggantikan ulama yang tidak baik dengan ulama yang lebih baik agar ummat Islam akan jaya sampai akhir zaman.
Amin
maaf syeikh,,,,, kami sertakan ini, tolong berikan jawaban syeikh!
http://books.google.co.id/books?id=U_0a80otmWUC&pg=PA67&dq=kadirun+yahya+sesat&hl=id&sa=X&ei=jinWUK2WNYbPrQfw5YDICA&ved=0CDEQ6AEwAA#v=onepage&q=kadirun%20yahya%20sesat&f=false
http://books.google.co.id/books?id=5N2JYa98BVoC&pg=PA165&dq=kadirun+yahya+sesat&hl=id&sa=X&ei=jinWUK2WNYbPrQfw5YDICA&ved=0CF4Q6AEwCQ#v=onepage&q=kadirun%20yahya%20sesat&f=false
Terimakasih telah bersusah payah mencari info kesalahan Ulama sampai harus men scan buku sampah karangan amin jamalauddin yanh cuma keluar sekali dan tidak ada kelanjutannya.
Tahun 2001 ketika buku amin jamaluddin dikeluarkan sudah saya baca dan ada 4 buku bantahan yang dikeluarkan oleh murid2 Syekh Kadirun Yahya dan amin jamaluddin tidak lagi mengeluarkan buku serangan krn memang tidak punya dasar kuat selain hanya mencari sensasi seperti juga tgk muhibbudin wali.
Informasi yang anda dapat itu sama informasi yang diberikan oleh Tgk
Muhibbudin Wali yaitu dari Selangor
Malaysia.
Di mesjid raya Baiturahman banda Aceh dgn begitu percaya diri tgk Muhibbudin berani dikutuk dan berani masuk neraka kalau Saidi Syekh Kadirun Yahya itu sesat.
Tidak sampai 1 tahun setelah sumpah di diucapkan, beliau meninggal dunia.
Mari kita renungkan kawan.
Di dunia ini kawan 1000 terlalu sedikit dan musih 1 terlalu banyak.
Sayangnya tgk muhibbudin telah menciptakan 20juta orang musuh yaitu murid2 dari Prof. Dr Saidi Syekh Kadirun Yahya MA al-Khalidi.
Tulisan saya untuk mengkritik sikap muhibudin wali yang terbawa arus politik sehingga mau menggadaikan posisi ulamanya.
Saya memang berniat menghapus tulisan ini ketika mendapat info bahwa Muhibuddin Wali meninggal dunia dari sms murid2.
Tapi kalau memang diperlukan tulisan ini tidak akan saya hapus, biar menjadi pelajarann untuk semua bahwa menfitnah dan menggunjing itu bukan ajaran Rasul apalagi dilakukan oleh seorang ulama.
Kalau anda ingin mengenal siapa Prof Kadirun Yahya yang anda yakini sebagai oranh sesat, silahkan kunjungi surau2/mesjid2 alkah zikir Beliau yang berjumlah 700 lebih tersebar di seluruh indonesia. Anda belajar disana agar bisa paham tasawuf yang sebenarnya.
Lebih bijaksana kita tidak mengikuti gaya orientalis dan wahabi yang memang suka memojokkan Islam dgn cara2 licik yaitu mengadu domba.
Saya mempunyai catatan2 tidak baik tentang muhibudin wali tapi tidak akan saya ekpos dan biar saya simpan sendiri.
Beda saya dengan anda mungkin di pengalaman nyata. Saya mengenal baik dan berjumpa langsung dengan kedua ulama tersebut baik Tgk muhibbudin Wali yang akrab di panggil “Abuya Doktor” maupun Syekh kadirun Yahya yang akrab dipanggil “Ayahanda Guru”.
Saya yakin anda belum pernah berjumpa dengan ulama besar tasawuf yang dipanggil sebagai “Ayahanda Guru” oleh jutaan murid beliau.
Yang harus anda tahu, Andai tgk. Muhibbudin Wali diserang oleh ulama lain pun maka saya juga akan bela sekuat kemampuan saya.
Demikian, salam
alhamdulillah ,…….diskusi di selesaikan aja karena penjelasan abangda SM terang benderang dan jelas ……
buatlah kalimat yang santun dan beretika. karna itu membawa nama baik guru anda.
Saudara” sekalian…
Marilah kita jangan menjelek”kan satu dengan yang lain..
Apakah para sufi lupa,kita harus melihat bahwa “semuanya Allah”, bukankah perbedaan pendapat dan saling menyesatkan antara mursyid tariqat yg saya baca diatas adalah juga kehendak Allah…??
InsyaAllah jk kita melihat “semuanya adalah Allah”..kita akan selamat,kita tdk akan beropini dan berprasangka…
Ingatlah baik buruk adalah dari Allah.. Semua yg menggerakkan Allah…
Ingatkah percakapan antara rasulullah dg syetan
Syaitan :” wahai rasulullah jk kesesatan ada ditanganku tak akan aku sisakan manusia di bumi utk mendapat hidayah,begitupun jg engkau(rasulullah) jk hidayah berada ditanganmu pasti tak kau sisakan satupun manusia dlm kesesatan”
Dan ingatkah saudaraku percakapan yg terjadi antara syaitan ketika hendak dibunuh oleh sultonul aulia syekh abdul qodir jaelani??
Syaitan berkata ketika hendak dibunuh syekh abdul qodir jaelani : wahai abdul qodir apa salahku,mengapa aku hendak kau bunuh??
Bukankah manusia bisa aku goda atau tdk bisa aku goda adalah kehendak Allah??,jd apa salahku wahai abdul qodir??”
Dan ingatkah qodlo dan qadar adlah dari Allah
Jadi para sufi utk menyikapi hal” yg kita tdk tau sbnrnya lbh baik kita abstain jgn menjelekkan satu sama lain..biarlah beliau” yg tau duduk perkaranya dan semoga beliau” dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT,dan biarkan beliau” menelaah apa yg terjadi dan mengapa Allah berbuat demikian pada beliau”….
Saya mohon Maaf jika ada kesalahan bicara dlm memberikan pendapat…
mendukung mat kl……
yg bilang tarikat abuya sesat….//////
sungguh dia lah yg kafir laknatillahhhhhhh
Mudah2an orang yang menyatakan sesat kepada tarekat manapun segera bertaubat sebelum ajal menjemput..
asal bicara…
abuya prof.muhibbuddin waly adalah mursyid, dan juga mufti aceh..
lihatlah kejadian sebelum abuya prof.muhibbuddin waly meningal dunia,
angin kencang, petir, hujan, gempa bumi..
dunia menangis karna tlah khilangan pewarisnya Nabi..
Banyak orang mengaku sebagai Mursyid dan ada juga kebetulan jadi Mursyid karena orang tuanya Mursyid.
Rasululllah SAW ketika meninggal dunia dalam keadaan tenang dan alampun tenang.
Dzunnun Al Misri seorang Wali ketika meninggal dunia alam begitu tenang bahkan ketika jenazah Beliau di bawa, awan memayungi dan burung putih mengiringi.
Syiah Kuala dan Ar Raniry adalah 2 orang mufti aceh yg terkenal. Gelar mufti hanya ada di zaman kerajaan2. Di Indonesia tidak ada lagi istilah Mufti kecuali ada orang yang sangat bernafsu untuk dihormati…
TSUNAMI DIACEH TERJADI BANYAK FAKTOR TERGANTUNG ILMU YANG DIMILIKI SESEORANG ITU SENDIRI. KADANG BENAR KADANG SALAH DAN KADANG NGAWUR JUGA. BUGITULAH MANUSIA …..BANYAK YANG MERASA BENAR DAN BERHAK MENGADILI SIAPA SAJA BAHKAN. ADA YANG MERASA LEBIH KUASA DARI PENGUASA. DAN ITU SEMUA SUDAH LAMA TERJADI DIDUNIA INI TURUN TEMURUN. MAKANYA ALLAH MENURUNKAN RASUL NYA HINGGA KINI. DAN YANG ANEHNYA LAGI BANYAK MANUSIA INI YANG HANYA MENGAKUI SESUAI KEINGINANNYA BUKAN KEBENARAN ALLAH. DAN RATA RATA MANUSIA MINTA DIAKUI KEBERAN YANG DIA BAWA SENDIRI. BANYAK MANUSIA YANG LUPA DAN MERASA SESUAI DENGAN PETUNJUK. DAN SEBENARNYA BANYAK KEKURANGAN KEKURANGAN MANUSIA . OK.
Semoga Allah merahmati Syaikh Tgk Muhibbuddin Waly Al-Khalidi
seorang mursyid kamil mukamil, penjelas bagi orang yang ingin tau siapa saja yang menyimpang dari jalan thariqah naqsyabandiyah khalidiyah ,
aamiin yaa rabbal ‘alamiin…
allahumma ghfir lahu…
Mohon maaf…sy terkaget krn ternyata para sufi juga ada ajaran saling mengkafirkan dan menyesatkan pihak lain…
Tinggalkanlah pertengkaran, kalau kita memang ahli hakikat, pertengkaran itu tidak perlu. Mari kita berlepas diri, serahkan semua pada Allah, Bila orang itu menghina kita, menghujat kita biarkan usah pedulikan, sibukkan hati kita dengan memandang NYA. Tiada yang kita lihat kecuali WajahNYa, Tiada yang kita dengar kecuali KalamNYA. Tiada tindak tanduk kita kecuali Af’al NYA. Tiada yang dapat kita rasakan kecuali ZatNya. Allah yang menggerakkan ku menulis ini.
Flashback..mnrt yg sy ktahui,dr jmn dulu sdh ada 3 org korban antr agama n kepentingn poltk,nabi isa,1 lg dr arab,1 lg syekh siti jenar,so,pd dsrnya yg punya”hak”tuk mnilai itu hanyalah Allah,bkn kamu,hai manusia,ini bkn pembenrn taupun pembelaan,,buat sdr yg dr malaysia,koreksi dirimu,itu aza kok repot,tanya dlm kelambumu,klaw lah Tuhanmu pasti!Dia akan menjwb,wslm,peace dech ach…
Kepada Mat,kuala lumpur dan sufi muda.coba kalian renung kan,apakh kalian tidak malu di tertawakan oleh agama lain di luar sana…..
Perlu kalian ingat,sebelum Nabi besar MUHAMMAD SAW wafat beliau berpesan.
“Apa bila aku mati,maka ikutilah para tabi’in – tabi’in ku,para ulama – ulama ku,maka apabila kamu mendapati keraguan di antara mereka kembalilah kamu pada Al-Qur’an dan Sunnah Ku.
RUSAK DAN HANCUR NYA AGAMA ISLAM INI,KARNA KESERAKAHAN UMAT NYA SENDIRI.
Dan salah satu perintah ALLAH SWT,” KERJAKAN PERINTAH KU DAN JAUHI LARANGAN KU”.
Wassalam
Maaf,, SM, anda menyebutkan tentang Hamzah Al-Fansyuri dan Nurudin Ar-Raniry,,,
Yang saya ketahui Islam pertama kali masuk ke aceh adalah Islam Syi’ah yang dibawa oleh hamzah al-fansyuri yang wahda’ul wujud yang memang sesat dan menyesatkan,,,
Sedangkan Islam yang dibawa oleh Nuruddin Ar-Raniry adalah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah,,
Pertanyannya kenapa menurut Anda orang yang menyesatkan orang lain itu tidak halal darahnya? Dan Anda pun menuduh Nuruddin Ar-Raniry sebagai tukang fitnah. Apakah anda juga menuduh Aliran yang dibawa Nuruddin Ar-Raniry itu sesat? Jika benar seperti yang anda katakan Abuya Muhibuddin Waly menuduh tarekat anda sesat berarti anda juga menuduh aliran Ahlus Sunnah wal Jamaah itu sesat.. dengan memfitnah orang yang membawa aliran Ahlussunnah wal jamaah orang yang berambisi untuk menjadi ulama No.1 di Aceh,,
Semua keterangan Ab.Sufi Muda itu berdasarkan fakta sejarah….dan kami tidak pernah mengklaim ajaran Tarekat Naqsyabandiah kami lebih baik dari pada tarekat-tarekat yang lain…jadi tolong dipahami Mat KL dan Ibnu YC..Lakukanlah apa yang kamu buat tapi jangan membias jeleknya ke orang lain…
Sewaktu kecil aku dibesarkan di daerah yang penduduknya minoritas beragam Islam, jadi yang sy tahu waktu itu hanya ada agama Islam dan beberapa jenis golongan yang berbasis nasrani atau kristen serta aliran animisme. Sewaktu kuliah di salah satu kota besar di Indonesia saya mendengar ada kelompok muhamadiyah dan Nu dan belakangan banyak muncul kelompok termasuk ahmadiyah dsb. Suatu saat mendapatkan kesempatan dari Allah SWT untuk melaksanakan haji thn 2011, berangkat dari salah satu negara lain dan pada saat mendaftar sy diminta mengisi form, salah satu isian di form tersebut menanyakan Islam sunni atau shiah dan waktu itu sy hanya menulis Islam (karena itulah yang sy benar2 yakini, kata itulah yang tersurat di dalam Alquran. Malam ini (saat ini) sy membaca ada beberapa tarekat-tarekat yang ber-macam2 dalam Islam di Aceh dan mungkin di daerah lain. Pertanyaan muncul dalam diri saya dan kadang sy tanyakan ke orang lain bukankah agama yang tercantum dalam Alquran yang disabdakan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad adalah ISLAM tanpa tambahan kata yg lain. Kenapa manusia membuat tambahan2 kata dan kemudian membuat kelompok2 exclusive dan kemudian kadang saling menyalahkan dan bahkan saling membunuh?.
Saudara2 ku yang sama2 bertaqwa kepada ALLAH SWT, jika kita membuat kelompok2 atau tarekat atau apalah namanya dalam agama kita maka yang sy lihat adalah hanyalah perpecahan karena sering saling menyalahkan atau merasa bangga dengan kelompoknya. Bukankah rujukan kitab kita itu hanya satu yaknik Alquran yang Alhamdulillah keasliannya selalu terjaga. Kenapa harus membagi diri masuk ke kelompok ini atau tarekat itu bukankah itu semuanya hanya buatan manusia ?. Apa salahnya dengan menyebut agama kita cukup ISLAM titik stop tampa embel2 shiah, sunni, muhammdiyah, nu, tarekat ini, tarekat itu. Bukankah Nilai ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT dan amal yang baik yang akan menyelamatkan kita di dunia dan dihari kemudian ?. Mudah2 an renungan saya ini ada manfaatnya dan Insyah Allah kita senantiasa diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, seperti yang senantiasa dibaca dalam setiap sholat umat muslim, amien Rabbil alamin.
Al Qur’an :
Liman sya’a minkum ay yastaqim
(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus
(QS:Suraah At Takwir-28)
Wa ma tasya’ una illa ay yasya allahu rabbul-a’lamin
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan/tharekat itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam
(QS:Suraah At Takwir-29)
Nah kalau komentar akhi ini ana setuju.
lon lake meuah bak mandum ureng aceh…..nyan geutanyooo mandum dang di pekaru…..aceh nyoo hana so ek lawan kecuali nyangkeh ret ulama…..di pe anco ilee ulama…di pekap keudro2…..idroo neh sufimuda….lage na blog nyoo dak mendeh bek sampoo nepetamah keadaan…..dengon ne publikasikan perkara2 nyoo…………
wahai sobat,,,,,,,,, hti2 ……jangan anda mnlan air ludah anda sndri
bahkan syetan itu lebih halus dari pada niat kalian semua.
Maka niat “aku” lebih halus dari syetan,…
Semua keburukan dan kebaikan dari Allah, mari ridho kita atas keputusan Allah.
tarikat ini,kami sndiri yg menjalani,kami sndri yg merasakan,sesat msk neraka pun kami sndiri.bkn anda sekalian.msalahnya disini tgk.muhibbudin wali menyatakan sesat didepan media?jikalau tgk,muhibbudin wali tdk mncari sensasi sprti artis pndatang baru biar dikenal orang,hrsnya sesama ulama mendatangi dan duduk brsama mengutarakan pemikiranya bgt,
BARU SAYA BACA TULISAN ANDA WAHAI SYEH.. SEMAKIN ANDA PERMASALAHKAN ABUYA MUHIBBUDIN ( ALLAH YARHAM) SEMAKIN RENDAH ANDA DI MATA SAYA,,, TULISAN ANDA INI SAMA DENGAN ANDA MENGUPAT SALAH BELIAU KE SAYA DAN SEMUA YANG BACA,, PADAHAL UNTUK MENCARI MANA YANG BENAR ,,ANDA KAN BISA BERTANYA KEPADA BELIAU KETIKA BELIAU MASIH ADA,, SEKARANG BELIAU TELAH TIADA,, KAMI MOHON,, ANDA KLARIFIKASI KEMBALI TULISAN ANDA INI TERHADAP BELIAU,,
Sakitkah..? Maaf, rasa sakit itu telah duluan “Kami” rasakan dikala “seorang syech” menggunting dalam lipatan.
Benar
Saudara suryanto like this….
Allah S.W.T selalu mengetahui mna yg baik & benar…amin.
saya sakit anda mengatakan ajaran ayahanda guru kami sesat, tapi anda anda adalah saudara kami, jadi tidak ada sedikitpun alasan bagi kami untuk memusuhi anda, ketidak tahuan dan keterbatasan lah yang menyebabkan anda berkata seperti itu, semoga anda segera mendapat pencerahan, amien ya rabb.. sesat atau tidak sesat biarlah itu menjadi urusan kami dengan allah, biarlah keyakinan kami akan kami menjadi urusan kami dengan allah..
semoga tidak lagi di panjang lebarkan perdebatan ini..
ajipamuji_115@yahoo.com
Sy cuma pernah mendengar kebagusan Dalam ilmu tauhid tasauf di sini sy di ajarkan tentang kebaikan hati contoh masalah yg besar di perkecil dan yg kecil dihilangkan, jadi yg berhak menghakimi itu adalah ALLAH, dlm ilmu tasauf juga dilarang keras menyebut kita lebih baik ibadah kita drpd ibadah org lain dalam islam…karna yg baik itu adalah ALLAH, menyesatkan org itu bukan lah mudah harus di teliti dengan seksama supaya tidak membuat umat menjadi bingung dan bermusuhan, seandainya sesuatu kaum dia bersyariat bermakrifat dan berhakikat sesuai dengan ajaran rasullullah bagaimana kita dgn gampang menyesatkan org kaum itu, jdi mulai sekrg marilah kita mencintai ALLAH dengan benar2 spy hatikita dijaga oleh ALLAH dan dicintai ALLAH dan rasul…dan sifat saling menyesatkan itu tidak terjadi lagi dngan gampang….karna ALLAH itu seru sekalian ALAM…kalo anda mengerti makna tauhid seru sekalian alam, be arti anda akan mencintai ALLAH lebih dari diri anda sendiri…
Janganlah memusuhi orang yang ingin ibadah mencari ridho Allah, Kala mereka duduk berdzikir merendahkan hati pada Allah itulah taman surga yang mengalirkan rahmat bagi alam semesta, menjauhkan bala bencana dan huru hara.
Dalam kasihmu ya Allah damaikanlah tanah aceh dan jadikanlah negeri itu rumah bagi kekasihmu sebagaimana pernah engkau berikan kepada generasi sebelum kami.