Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

ULAMA YANG MENYESATKAN ULAMA

Hai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaanya, Sehingga kamu menyesal akan kecerobohanmu itu

(Al Hujurat Ayat 6)

Hai orang-orang beriman! Janganlah hendaknya satu kaum mencela kaum yang lain, dengan bentuk apapun. Boleh jadi mereka yang dicela, lebih baik dari mereka yang mencela.”

Hai orang-orang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu, adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain

(Al-Hujurat ayat 11-12)

 

Sejarah saling menuding sesat terhadap satu kelompok oleh kelompok lain sudah sangat sangat lama bahkan sama tuanya dengan sejarah agama itu sendiri. Perpecahan antara Sunni dan syiah mengawali sejarah saling tuding tersebut dimana ulama sunni yang menyebut diri sebagai Ahlul Sunnah dan di dukung oleh penguasa zaman itu menuding sesat bakan kafir kepada saudaranya dari kalangan Syiah. Konflik sunni syiah bukan hanya persoalan keyakinan akan tetapi lebih dominan unsur politik dan kepentingan penguasa saat itu.

Budaya sesat menyesatkan itu sepertinya sudah menjadi penyakit kronis di kalangan ulama dengan alasan mencegah kemungkaran dengan serta merta menunjuk telunjuk dengan lurus mengarahkan ke muka orang lain dan dengan mudah menuduh SESAT.

Kemarin (26/5) berita mengejutkan datang dari Aceh Timur dimana para ulama di sana mengeluarkan semua Ijma’ (kesepakatan) yang menyatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah yang di ajarkan oleh Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc sebagai aliran sesat dan menyesatkan. Ulama juga menganjurkan kepada pengikut tarekat itu untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan aliran ahli sunnah waj jamaah. Demikian berita yang saya baca di sebuah harian lokal di Aceh.

Tengku Muhibuddin Waly yang juga sekaligus sebagai Mursyid Tarekat Naqsyabandi di Aceh membacakan hasil keputusan ulama se Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur sebagai berikut :

Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”.

Sangat menggelikan memang, karena yang menuduh sesat itu disamping sama-sama pengamal Tarekat Naqsyabandi juga sama-sama bermazhab Syafii dan otomatis sama-sama pengikut ahlul sunnah.

Ijma’ yang dimaksudkan dalam berita di koran itu jangan anda bayangkan seperti sebuah pertemuan yang seluruhnya di hadiri oleh ulama dan mengadakan musyawarah dengan sungguh-sungguh dengan memgeluarkan berbagai macam kitab dan pendapat-pendapat ulama dahulu sebagai berbandingan. Kejadian di Aceh Timur itu tidak lebih sebuah penghakiman massa. Seluruh masyarakat dari berbagai golongan dikumpulkan bersama orang-orang yang menyatakan diri sebagai ulama dalam acara yang mereka sebut sebagai Musyawarah Akbar Terbuka kemudian secara sepihak mengeluarkan keputusan yang disebut “Ijma’” bahwa Tarekat Kadirun Yahya adalah SESAT!

 

Tuduhan Menyakitkan

Selaku pengamal Tarekat Naqsyabandi, saya sangat menyayangkan sikap ulama di Aceh Timur terutama Tgk Muhibbudin Wali yang seharusnya bisa lebih bijak dan arif dalam menyikapi persoalan-persoalan tentang Tarekat. Beliau sebagai ulama tarekat yang disegani di seluruh Aceh seharusnya bisa menjadi jembatan penghubung antara orang-orang syariat dengan pengamal tarekat dan bisa menjadi pelindung para pengamal tarekat lain bukan malah menusuk dari belakang.

Ada beberapa tunduhan yang disampaikan kepada para pengamal Tarekat Kadirun Yahya dan mungkin tidak saya bahas disini secara mendetail karena tuduhan-tuduhan itu bukanlah fakta akan tetapi lebih kepada fitnah semata.

Menarik kita simak kesimpulan dari ulama di Aceh Timur : “Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”

Kalau mau di teliti seharusnya Tgk Muhibbudin Wali beserta ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Nanggro Aceh (MUNA), HUDA dan MPU kecamatan Darul Aman Aceh Timur juga meneliti pusat tarekat ini di Universitas Panca Budi dan surau-surau lain bukan hanya meneliti di satu tempat kemudian menetapkan hukumnya. Sekitar akhir tahun 1998 di depan Prof. Dr. Jamaan Nur (murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc) Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan bahwa terekat Kadirun Yahya adalah muktabarah dan kalaupun ada perbedaan dengan tarekat naqsyabandi yang diamalkannya ibarat makan nasi yang berbeda lauk pauk sedangkan nasinya sama. Lalu kenapa dibelakang menyatakan pernyataan yang berbeda?

Kalaupun ada diantara pengikut tarekat Kadirun Yahya yang mengeluarkan pernyataan aneh dan tidak lazim seharusnya yang disesatkan adalah pribadinya bukan institusi. Sama halnya kalau ada polisi mencuri bukan lembaga kepolisian yang dibubarkan akan tetapi oknumnya yang di tindak. Kalau ingin menjadi ulama yang baik, seharusnya Tgk. Muhibbudin Waly memanggil para pengamal tarekat kemudian memberikan arahan dan bimbingan serta menasehati pengamal tarekat Kadirun Yahya agar hati-hati dalam menyampaikan kajian hakikat kepada masyarakat awam. Tgk. Muhibbudin bisa menghubungi pimpinan tarekat Kadirun Yahya yang ada di Medan dan saling bermusyawarah serta menjelaskan duduk persoalannya. Bukankah murid-murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA, M.Sc sebagian besar juga ulama yang memiliki ilmu pengetahuan syariat Islam di atas rata-rata, salah satunya adalah Prof. Dr. KH. Jamaan Nur, Guru Besar IAIN Raden Fatah Palembang.

Tgk Muhibbudin Wali tahun 2002 pernah ikut dalam acara pertemuan tarekat serumpun di Universitas Panca Budi dan dari hasil pertemuan itu disimpulkan bahwa Tarekat Serumpun semuanya muktabarah dan tidak menyimpang dari ajaran Islam. Tarekat Serumpun adalah tarekat Naqsyabandi yang mursyidnya bertemu di silsilah Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah dan Tarekat Kadirun Yahya termasuk salah satu tarekat serumpun yang muktabarah.

Syekh Sulaiman Zuhdi mempunyai banyak murid di Indonesia antara lain :

  1. Syekh Abdul Wahab Rokan yang di kenal dengan Syekh Basilam yang mendirikan perkempungan Tarekat Babussalam di Langkat Sumatera Utara.

  2. Syekh Sulaiman Hutapungkut di daerah Sidempuan, Sumatera Utara. Salah seorang Murid Syekh Hutapungkut adalah Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi dari Padang yang kemudian melanjutkan berguru kepada Syekh Ali Ridho di Jabal Qubais.

  3. Syekh Ali Ridha di Mekkah yang kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi di Buayan Sumatera Barat dan kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc Al-Khalidi.

  4. Syekh Usman Fauzi di Jabbal Qubais yang meneruskan silsilahnya kepada Syekh Abdul Gani Batu Basurat di Riau dan kemudian meneruskan Silsilahnya kepada Abuya Syekh Muhammad Waly Al-Khalidy yang dikenal juga dengan sebutan Syekh Muda Wali di Labuhan Haji Aceh Selatan.

Abuya Syekh Muda Waly yang juga orang tua kandung dari Tgk. Muhibbudin waly mempunyai beberapa orang anak yang kesemuanya meneruskan misi orang tua mereka menyebarkan tarekat yaitu :

  1. Tgk Muhibbudin Waly

  2. Tgk. Amran Waly

  3. Tgk. Jamaluddin Waly

  4. Tgk. Muhammad Nasir Waly LC

Antara Abuya Syekh Muda Waly dengan Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya masih satu guru dan sama-sama berada pada urutan ke-35 di hitung sejak Saidina Abu Bakar Siddiq. Kedua Syekh ini bertemu pada Ahli Silsilah ke-32 yaitu Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah.

Kalau hari ini Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan sesat kepada Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya itu sama dengan anda menyatakan sesat kepada diri sendiri karena ajaran tarekat yang beliau amalkan itu bersumber kepada satu Guru.

Kalau tulisan ini dibaca oleh Tgk Muhibbudin Waly atau salah seorang muridnya, saya ingin membuat sebuah permisalan. Misalkan suatu saat anda mempunyai banyak sekali murid dan meneruskan tarekat yang anda bawa dan murid anda pada generasi ke tiga saling menyalahkan dan menyesatkan, bagaimana perasaan anda?

Suatu saat murid dari Tgk. Amran Waly di Labuhan Haji mengeluarkan pernyataan sesat kepada salah seorang murid anda, bagaimana perasaan anda dan bagaimana sedihnya Abuya Syekh Muda Wali mengetahui hal ini.

Saya dapat informasi, Tgk. Amran Waly mengeluarkan pernyataan hakikat bahwa nabi Mumammad adalah wadah dari Allah dan orang-orang Aceh Utara yang awam sekali ilmu hakikat menyatakan Beliau sesat dan Tgk Muhibbudin Waly berdiam diri tanpa ada pembelaan padahal itu adalah saudaranya. Apakah anda juga ikut menyalahkan Tgk. Amran Waly?

Apakah pernah Abuya Syekh Muda Waly menyatakan sesat kepada orang lain?

Beliau tidak pernah menuduh orang lain sesat walaupun hampir semua pengikut Muhammadiyah menyatakan Beliau sesat bahkan kafir. Beliau adalah orang yang telah sampai kepada makrifat dan tentu saja tidak dengan mudah menyatakan orang lain sesat. Saya bisa maklumi kondisi Tgk. Muhibbudin Waly yang belum cukup ilmu untuk memahami rahasia-rahasia Allah.

Kalau Tgk. Muhibuddin ingin menjadi satu-satunya Mursyid tarekat di seluruh Aceh tidak harus dengan cara menginjak tarekat lain karena kalau sikap itu dipertahankan maka suatu saat anda akan disesatkan oleh orang lain.

 

Sesat Menyesatkan dan Konflik Berdarah di Aceh

Nurudin Ar-Raniry yang berasal dari Ranir India ingin sekali menjadi ulama nomor satu di Aceh. Salah satu cara yang dilakukannya adalah menyatakan sesat kepada ulama selain dia. Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan pernyataan sesat kepada Hamzah Fanshury yang berpaham wahdaul wujud dan menfatwakan pengikut Hamzah Fanshury halal darahnya. Setelah Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan fatwa sesat dan halal darah maka efeknya sungguh tragis dan memilukan. Hampir semua murid-murid Hamzah Fanshury di bunuh. Di depan mesjid raya Baiturahman, pengikut Hamzah Fanshury di bakar hidup-hidup beserta karya-karyanya. Akibat dari perbuatan itu, 100 tahun kemudian Belanda menyerang Aceh dan membakar habis mesjid Raya Baiturahman tanpa sisa dan Aceh melewati sejarahnya dengan berdarah dan konflik yang tak berkesudahan.

Apakah anda ingin menjadi Ar-Raniry di zaman ini?

Mungkin sebagian yang membaca tulisan ini tidak percaya hubungan antara tuduhan sesat menyesatkan dengan konflik di Aceh. Coba renungi fakta berikut:

  1. Zaman Sultan Iskandar Muda hampir seluruh Aceh menjadi pengamal berbagai macam Tarekat, pengikut terbesar dari Tarekat Syattariyah yang mursyidnya adalah Syekh Abdul Ra’uf As-Singkily yang dikenal dengan Syiah Kuala dan merupakan keponakan dari Hamzah Fanshuri. Aceh mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa. Kemudian pada masa Sultan Alaidin Iskandar Tsani (menantu Iskandar Muda) telah melarang tarekat secara resmi. Pemimpin Tarekat pada masa itu adalah Syamsudin As-Sumatrani (Wafat tahun 1630), murid dari Hamzah Fanshuri. Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba dalam bukunya “Ilmu Thariqat dan Hakikat” menceritakan bahwa Ulama-ulama Aceh telah mengadakan musyawarah dibawah pimpinan Mufti Syekh Nurudin Ar-Raniry dan musyawarah memutuskan bahwa penganut tarekat dianggap kafir, murtad dan harus di bunuh mati. Menurut Tgk. H. Hasan Krueng Kale, seorang tokoh ulama di Aceh, pada masa itu telah terbunuh 70 orang penganut tarekat. Akibat tindakan itu Aceh seperti menerima azab dari Allah, diserang oleh Belanda, mesjid di Bakar dan konflik tak berkesudahan.

  2. Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh, sebagian besar yang duduk disana adalah orang-orang berpaham wahabi mengadakan musyawarah Tanggal 3-8 November 1974 di Banda Aceh dan mengeluarkan fatwa antara lain bahwa Tarekat-terakat yang berkembang di Aceh saat ini pada prakteknya bertentangan dengan Syari’at Islam. Menyatakan sesat dan menyesatkan kepada pengikut Tarekat Mufarridiah yang diajarkan oleh Syekh Makmum Yahya berpusat di Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara. Setelah mengeluarkan sesat menyesatkan itu 2 tahun kemudian 4 Desember 1976 dimulailah konflik berdarah di Aceh sampai di cabut DOM tahun 1998.

  3. Pada bulan Oktober 1998 Surau Panton Labu Aceh Utara milik yayasan Prof. Dr. SS. Kadirun Yahya MA M.Sc dibakar masa atas pengaruh beberapa ulama termasuk pernyataan Tgk. Muhibbudin Wali yang mangatakan sesat kepada tarekat Kadirun Yahya. Setelah Alkah Zikir Panton Labu di bakar tidak lama kemudian mulai lagi konflik berdarah di Aceh dengan episode yang lebih memilukan, di mulai dengan Tragedi Ara Kundo, Simpang KKA dan diikuti berbagai macam tragedi lain, ribuan nyawa melayang sampai masa damai sekarang ini.

  4. Hari ini Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama-ulama yang terpengaruh oleh politik mengeluarkan peryataan sesat kepada Tarekat Kadirun Yahya, semoga Allah mengampuni dosa Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama lain dan segera menarik pernyataannya agar kelak generasi penerus Aceh tidak menyalahkan anda oleh bencana yang akan menimpa. Jangan sampai Azab Allah menimpa orang-orang yang tidak berdosa hanya gara-gara segelintir ulama.

Apa hubungan memusuhi orang-orang yang dikasihi Allah dan orang-orang yang ikhlas berzikir kepada-Nya dengan bencana?

Hal ini di terjawab dengan sebuah hadist qudsi :

Barang siapa yang memusuhi Wali-KU akan KU nyatakan perang kepadanya” (HR. Bukhari)

Silahkan meneruskan permusuhan anda dengan orang-orang Tarekat dan kita hanya menunggu Allah menyatakan perang kepada anda dalam bentuk yang tidak pernah terbayangkan.

 

Penutup

Tuduhan sesat kepada Tarikat Kadirun Yahya menandakan kurang matangnya ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang mengaku ulama termasuk Tgk. Muhibbudin Waly karena persoalan Hakikat kalau dilihat dari kacamata syariat tidak akan pernah ketemu. Prof Dr. Kadirun Yahya telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan ummat dan mempunyai murid jutaan orang di seluruh dunia dan menerima ilmu tarekat lewat jalur silsilah yang benar tentu sangat tidak bijak kalau setelah Beliau tiada kita menuduh tarekat Beliau sebagai tarekat sesat.

Saya kagum dengan ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA, yang tidak pernah sembarang mengeluarkan pernyataan. Ketika orang menanyakan pendapat Beliau tentang tarekat yang disesatkan orang dengan senyum beliau menjawab : Jangan mudah kita menuduh sesat kepada orang lain karena pertanggung-jawabannya bukan hanya di dunia akan tetapi juga di akhirat kelak di hadapan Allah. Hanya Allah yang mengetahui siapa sesat dan siapa benar.

Semoga di Aceh akan banyak ulama-ulama arif seperti Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA yang sangat bijak menyikapi setiap persoalan dan selalu berpihak kepada ummat bukan berpihak kepada kepentingan politik segelintir orang.

 

Single Post Navigation

389 thoughts on “ULAMA YANG MENYESATKAN ULAMA

  1. mbuhhh on said:

    siapa yang memusuhi wal;i-wali-Ku maka aku nyatakan PERANG denganya.

  2. ,aq ingin brtemu dgn org’y?????

  3. brang siapa yg menghina tuan guru ,,,,,,,???? akan berhdapan dgn qt,,,,,,?????

  4. Hamdan Amin on said:

    Saleum mulia,
    Kepada Allah lah kita semua mohon ampun dan hanya Allah lah yang mengetahui seutuhnya apa yang telah kita perbuat di atas bumi Nya yang pana ini.
    Izinkan saya sedikit menanggapi permasaalahan tariqat yang ditulis diatas oleh SUFI MUDA( entah apa maksudnya sufi)
    1.Tariqat yang identifikasi sesat oleh seorang ulama seperti abuya prof.Dr.Muhibbuddin Waly menurut saya itu tuduhan sangat tendensius dan cenderung memanas manasi situasi dan lebih kepada mempropokasi pemikiran ummat, mari kita coba memahami lebih arif persoalan yang timbul di masyarakat Aceh Timur waktu itu,keresahan pada sekelompok komunitas tariqat pada waktu itu adalah ulah dari muridnya,yang mungkin masih awam tariqat sehingga memicu keresahan masyarakat awam. Pada akhirnya mencari solusi yang panjang dan terus menemui abuya Muhibbuddin Waly dan beliau dilapangan hanya sebagai simbol dalam pernyataan identifikasi yang telah ditulis oleh orang2 sebelumnya..dan beliau tampil sebagai penyejuk untuk meredam keresahan oknum mursyid awam tariqat tsbt.dan seingat saya pernyataan dari Abuya Muhibbuddin Waly secara lisan beliau mengakui tariqad Qadirun Yahya tidak sesat dan beliau menyatakannya Muktabarah(secara lisan )tidak seperti dalam teks pernyataan.
    2. Menyebut nama ulama dalam kontek sebagai pokok persoalan kompliks tariqad dalam pernyataan tulisan diatas terkesan sangat tendensius dan cenderung memfitnah serta mencoba mengadu domba anatar ulama,sehingga yang muncul adalah bukan rahmat Allah dari ilmu ilmu Ulama tersebut. Semoga kita sadar bahwa menyampaikan informasi harus benar benar membangun masyrakat yang di ridhoi Allah .
    3. Sadarlah bahwa menurut kita sebuah kebenaran artinya kebenaran menurut kita adalaha timbul dari hasil mencarai kambing hitam (tuduhan kesalahan orang lain) padahal kita sendiri tidak ada upaya memberikan sebuah solusi/jalan keluar sebelumnya sehigga muncul vonis dari masyarakat.

    Wallahu’alam bisshawab

  5. Assalam, mengalah untuk menang betapa indah perbedaan itu dan pertikaian yang apabila kita mau mengambil ilmu serta hikmah, semoga Allah menyatukan isam dalam kalangan kita sebagai seorang pengikut tarekat, Allahu Akbar.

    • eko choyo on said:

      Assalamualaikum….
      OLEH karena itu, maka BIJAKSANA lah

      Penyelesaian masalah bukan dengan meninmbulkan masalah baru

      Kenapa harus membakar kelambu jika hanya ada seekor nyamuk di dalamnya??

      Bukankah ALLAH SWT sudah mengklaim kita sebagai manusia, BAHWA SUNGGUH manusia itu bersifat keluh kesah?

      DAN solusi dari ALLAH…Ingatlah, hanya dengan Dzikrullah hati menjadi tenang/damai/tentram.

      Perbanyaklah berdzikir saudaraku…
      Dzikir untuk dirimu dan “kulun jasad” disekitarmu

      Insya ALLAH…..semua ada jalannya

      Mohon maaf lahir dan bathin

  6. sejuta kebaikan yg telah dilakukan dgn syareat & hakekat yg benar dihilangkan oleh satu kekhilafan kecil yg tak disengaja. Tak tahukah para ulama ”yg gemar mnyatakan fatwa sesat” bahwa bicara sia-sia saja bisa mnghalangi seseorang masuk surga,apa lagi bicara yg mnyangkut kesesatan umat lain??? Sudahkah merasa bisa menghindari semau dosa??

  7. buana rawana than on said:

    tarekat manapun semuanya benar asalkan bersumber dari guru yang memiiki silsilah tarekat yang jelas dan bukan menggurukan dirinya sendiri tanpa berguru pada guru yang ahli silsilahnya jelaaaaassss!!!!!kadirun yahya tak pernh sesat ajarannya. tapi muridnya yang gilak cari keramat sehingga disesatkan iblis pemberi keramat . jika ikhwan tarekat kadirun yahya dalam menuntut ilmu tarekat berlaku ikhas dan mencari ridho,jangankan keramat,ilmu ilmu ghaib lain akan mengikut alur keridhoan itu sendiri. gak perlu cari keramat, yang penting mencari ridho. karena guru segala kekeramatan itu sendiri adalah keridhoan. dengan mendapatatkan ridho dari sang kuasa,apapun yang tak pernah kita lihat bahkan perbuat, bisa muncul sendiri terlaksana oleh kita tanpa diberitahu atau belajar pada ilmu pengetahuan, apakah itu bukan keramat namanya????? keghaiban????kenapa itu muncul////karena allah sudah memberi ridho kepada si pengamal tarekat itu sendiri. allah bukakan mata hati kami untuk melihat kebenaran hakiki. jangan tunjukkan kepada kami gemerlap dan indahnya dunia yang membawa pada kesesatan jalanmu,…..sehingga kami gak tahu jalan kebenaran yang hakiki. sehingga membuat kami kekal dineraka duniamu.konon lagi kami pula kekal di neraka akhirtmu ,,,,ampun kami ya allah……………………..

  8. buana rawana than on said:

    kenapa tuan tuan muhibuddin waly terlalu berani mengungkapkan secara lisan bahwa tarekat kadirun yahya itu sesat dan menyesatkan hanya karena tuanmelihat murid/ikhwannya yang lagi dalam tahap memulai belajar???? kenapa tidak tuan nyatakan sesat kepada seluruh orang yang tak belajar??? lebih baik memulai diri belajar daripada tidak belajar sama sekali. tapi anehnya ketika ada orng muai belajar kenapa divonis sesat dan menyesatkan oleh tuan muhibuddin waly?? seharusnya yang tak belajar itu tuan nyatakan sesat dan menyesatkan agama islam itu sendiri??? kenapa tuan tidak berani manyatakan bahwa diri tuan sesat dan menyesatkan orang lain???? kami telah membaca pernyataan tuan dan kami pula sekarang giliran membuat pernyataan pada tuan.””” ternyata tuan tak lebih dari pada melakukan percobaan membunuh diri rohani tuan sendiri dengan cara meludah kelangit ke seratus dengan maksud membunuh diri rohani orang lain……….namunkenyataan hasilnya…ludah tuan menyangsang didiri tuan dan terpercik kono muko tuan sendiri”. he.ehe.ehe.ehe.bersihkan hati tuan dengan bersuluk……….. copat sebelum laknat menimpah tuan. kesosatan sedang mangarah ke hati tuan…. sudah terlihat dari sini………

  9. Hati -hati dalam berujar, Hati -hati dalam bertutur, hati – hati dalam beropini atau menilai, karena mempunyai dampak yang sangat besar.
    apalagi yang melakukan itu adalah Ulama dan Pemerintah, politik ya politik tapi jangan kebablasan, bahaya itu.dan …. harus selalu diingat Negara ini adalah negara Pancasila yang terkandung nilai – nilai ajaan dari agama apapun yang sangat dalam. Untuk para Ulama, Kiai, atau orang – orang yang belajar agama islam utnuk disadari bahwa kalian belum tentu benar karena yang benar adalah Sang Pecipta Bumi dan langit,
    dan musuh terbesar kalian adalah Iblis dengan balatentaranya, apa kalian sudah mampu menghalau Iblis dan bala tentaranya dari hati kalian semua? jika sudah boleh untuk mengeluarkan opini atau pendapat. Iblis dan balatentaranya senang untuk mengadu domba sehingga terjadi kerusuhan dalam kehidupan manusia. Jadi kesimpulan sederhanya perbuatan siapa Indonesia Kisruh? Dan pasti Imam Mahdi atau Ratu Adil atau apapun sebutannya akan turun di bumi Indonesia tingal tunggu waktu…..

  10. Jam an Syahputra on said:

    Kalau ada Musrsyid Tarekat Naqsyabandi Al Waliyah yang menyatakan Tarekat yang dibawa Syekh Kadirun Yahya Sesat adalah Zalim dan bisa dianggap pengkhianat Tarekat.
    Posisi Syekh Kadirun Yahya Jelas di Batang, yang diwariskan dari Gurunya Maulana Syekh Hasyim, dari Syekh Ali Ridho, dari Sulaiman Zuhdi, dari Sulaiman Al Qarimi, dari Syekh Abdullah Affandi dari Syekh Maulana Khalid (Posisi Batang dari Ahli Silsilah Tarekat Baqsyabandiyah Al Khalidiyah.
    Sementara Syekh Muhibuddin Wali dari Ayahnya Syekh Muda Wali dari Syekh Abdul Gani dari Gurunya Syekh Usman Fauzi dari Syekh Sulaiman Zuhdi dst.. jelas posisi Syekh Muhibuddin Wali adalah di ranting dan cukup jauh dari posisi Batang, dan ini yang harus difahami oleh beliau.
    Sementara untuk “Power Nurun Alanurin” jelas posisi Batang lebih kuat dan Powerfull dibanding ranting. Kalau Posisi Sulaiman Zuhdi di Batang, maka muridnya Usman Fauzi di Cabang dan Muridnya Abdul Gani di posisi anak Cabang, sementara muridnya Syekh Muda Wali di Posisi Ranting dan setrusnya Muhibuddin Wali di posisi anak ranting. Dalam posisi iini beliau harus faham dan harus bisa mencerdasi posisi kerohanian beliau di level mana.
    Murid-murid Syekh Sulaiman Zuhli al :
    Syekh Usman Surori (Cabang) Syekh Abdul Wahab Rokan Besilam (Cabang), Syekh Sulaiman Hutapungkut (Cabang), Syekh M. Hadi Girikusumo Semarang (Cabang) Syekh Usman Fauzi (Cabang), Syekh M. Ali Ridho yang menerima Warisan Statuta Naqsyabandi Khalidiyah Jabal Qubais Mekkah yang diwasiatkan Sulaiman Zuhdi untuk dititipkan atau diwariskan ke Maulana Syekh Muhammad Hasim Al Khalidy (Sumbar) yang tetap[ diposisi Batang. Sementara Syekh Kadirun Yahya menerima Statuta Jabal Qubais dari gurunya Syekh Hasyim jelas berapa di posisi Batang beserta Gurunya. Jadi secara jenjang kerohanian dan power Nur yang dimiliki jelas sangat jauh levelnya. (Antara Batang dan Anak Ranting).
    Seharusnya Muhibuddin harus berhadap ke Syekh Kadirun Yahya agar power nur nya bisa ter charger dengan pusat, agarterus kuat sinyalnya ke Allah Swt. Ini logikanya.

    • bang revo on said:

      Kepada Allah lah kita semua mohon ampun dan hanya Allah lah yang mengetahui seutuhnya apa yang telah kita perbuat di terminal fana ini
      (nggak perlu emosional dalam memberikan tanggapan apabila kita mengedepankan emosi sama dengan menjadi muritnya iblis.
      Jalur Syekh Muda Wali al Khalidy bersambung kepada Syekh Sulaiman Zuhdi dari jalur Syekh Usman Fauzi sedangkan Syekh Kadirun Yahya bersambung silsilah kepada Sulaiman Zuhdi melalui menantunya yaitu Syekh Ali Ridha.kalau mau menghujat abuya muhibbudin wali jangan sampai melecehken abuya syech muda wali karena seperti kata sufimuda beliau tidak perneh menyesatkan orang lain sekalipun hampir seluruh pengikut muhammadiyah mengatakan beliau sesat.

      • eko choyo on said:

        Assalmualaikum
        Itulah sebabnya kenapa kita harus sangat hati-hati bersikap dan berbuat, terutama yang telah menjadi murid salah satu tarikat.
        Apalagi jika masyarakat sudah pada banyak yang tau.

        Lebih baik kita menjaga diri, menyibukkan diri dengan dzikrullah

        Karena…
        Mungkin sadar atau tidak, kelakuan jelek kita bisa juga menjadi penyebab orang salah paham terhadap tarikat kita

        Oleh karena itu
        Mawas diri dalam segalanya

        Semoga kita dilindungi ALLAH dari hal-hal yang merugikan kita, keluarga, dan terlebih lagi ALLAH melindungi kita dari sikap dan perbuatan kita yang bisa menyebabkan orang lain salah paham terhadap tarikat.

        Aamiin

        Mohon maaf lahir dan bathin

    • apa yang anda maksud kan sebagai cabang dan batang
      seolah olah anda lebih meninggikan kedudukan Guru anda dari pada para khalifah Syekh Sulaiman Zuhdi yang lain

  11. Seorang mursyid itu ciri-cirinya minimal mempunyai dua sifat allah swt dan dua sifat empat sahabat. Dan berfikir selalu pada menjaga perdamaian umat muslim. Jadi bila ada orang yang disebut mursyid tapi membuat umat islam terpecah belah, maka sesungguhnya dia bukan seorang mursyid.

  12. tdk mngkin ulama menyatakan sesat kalo tidak ada yg ganjil,,,
    qta jd orang jgn membela salah satu pihak dulu pelajari dulu ilmu nagama dengan benar baru qta mengambil kesimpulan jgn asal ceplos aja,,,,,

    • Benar, gak mungkin ulama menyalahkan kecuali dia ulama yang memang suka mencari sensasi agar terkenal.
      Kalau Ulama itu bijak, seharusnya dia mendatangi orang yang dianggap sesat kemudian diadakan dialog.
      Semasa Prof Dr. Kadirun Yahya masih hidup, tidak satu kata salah pun terucap dari mulut Muhibuddin Waly.
      Setelah 10 Tahun Prof. Dr. Kadirun Yahya meninggal, barulah Muhibudin Waly mencari cari salah. Saya berharap Muhibudin Waly segera bertaubat karena memang senang menyalahkan orang. Saudara kandungnya sendiri Abuya Amran Waly pun dinyatakan sesat. Mudah2an Allah melindungi kita dari ulama-ulama jahat, amin

  13. Ramadhan Harun on said:

    assalamualaiku tuan Sufi Muda.tolong tampilkan musalsal tariqat Naqsyabandiah tuan Guru Qadirun Yahya.! maaf saya adalah Sufi Gila di Aceh

    • Wa’alaikum salam
      Silsilah Tarekat Beliau ada disetiap Surau atau alkah zikir Beliau termasuk di aceh, anda bia melihat langsung disurau tsb.
      Singkatnya, hampir semua Tarekat Naqsyabandi di sumatera bersambung silsilahnya kepada Syekh Sulaiman Zuhdi QS di Jabbal Qubais Mekkah yang merupakan murid dari Syekh Sulaiman Al Qarimi qs.
      Syekh Muda Wali al Khalidy dan Prof Dr. Saidi Syekh Khadirun Yahya MA. M.Sc Al-Khalidi bertemu silsilahnya di Guru Mursyid yang ke-32 yaitu Syekh Sulaiman Zuhdi qs.
      Jalur Syekh Muda Wali al Khalidy bersambung kepada Syekh Sulaiman Zuhdi dari jalur Syekh Usman Fauzi sedangkan Syekh Kadirun Yahya bersambung silsilah kepada Sulaiman Zuhdi melalui menantunya yaitu Syekh Ali Ridha.
      Kalau dilihat dari silsilah tidak ada bedanya karena bersumber kepada Guru yang sama. Karena itu dimasa Syekh Khadirun Yahya masih hidup, tidak satupun ulama Tasawuf di sumatera khususnya mempermasalahkan ajaran Beliau.
      Tidak pernah ada abuya Syekh Muda Wali mempermasalahankan ajaran tarekat Syekh Kadirun Yahya, termasuk anak kandung abuya Syekh Muda Wali yaitu Syekh Amran atau dikenal Abu Amran juga hubungan baik dengan murid2 Syekh Khadirun Yahya.
      Lalu kenapa Syekh Muhibuddin Waly mempermasalahkannya, dan kenapa baru sekarang. Semua itu tidak terlepas dari masalah POLITIK.
      Kalau politik sudah dibawa masuk kedalam agama, maka timbullah iri dengki, hasat dan sifat sifat tidak baik untuk menjatuhkan saudara sendiri, salam

  14. Ramadhan Harun on said:

    dimana beda beda kawajakan dengan tariqat naqsyabandiah

  15. Ramadhan Harun on said:

    sufi luruskan hatimu kepada Allah,hujamkan panah Islam kepada mereka dan bersatulah untuk menuju raudhatul jannah fil ardh,

  16. banta sedang on said:

    tolong post dunk gmn ajaran tarekat nya Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc

  17. sufi..boleh senaraikan tuduhan syeikh Muhibuddin Waly kepada Syeikh Qadirun Yahya ? dan apakah ada bukti…syukran

  18. bang revo on said:

    Sufi muda yth, pengikut syeh kadirun yahya atau syech muda wali sama-sama manusia, yang tidak sempurna pada saat pengikut syeck kadirun yahya yang di aceh timur… dinyatakan sesat mungkin benar mereka yang di aceh timur sudah menyimpang dari tarikat kadirun yahya yang asli, yang salah adalah pengikut nya yang disana, karena masih menggunakan nama kadirun yahya, tugas anda para pengikut kadirun yahya untuk meluruskan orang yang disana supya nama kadirun yahya tidak digunakan lagi kalau tidak mau menggunakan tariqat yang asli gara gara pengikut yang sudah menyimpang bukan malah mennghujat lewat blog seperti ini gak ada manfaat nya satu lagi sufi muda anda menanggapi pertanyaan dengan senang sementara itu jika ada yang kritik nampak agak sedikit emosional dan mengutamakan pembelaan tehadap pernyataan anda, tapi kan anda tau semuanya hanya allah yang lebih mengetahui.

    • Yang dinyatakan sesat oleh Muhibuddin Waly itu bukan Tarekat Kadirun Yahya di aceh timur tapi secara keseluruhan, itu yang saya tidak setuju. Saya juga tidak tahu kenapa sekarang Muhibuddin Waly sudah diam, apakah karena sudah dapat jabatan atau sudah merasa bersalah.
      Masih bagus menghujat lewat blog paling tidak di baca orang sehingga beritanya seimbang. Sedangkan Muhibuddin Waly menghujat tarekat di Mesjid Raya Banda Aceh, lebih baik mana menurut anda?
      Kalau ada pengikuti Tarekat yang menyimpang, tarekat manapun saya setuju disalahkan, dan tentu dengan bijaksana orang2 yang sudah merasa dirinya tua dan merasa dirinya ulama mendatangi orang yang dianggap salah kemudian mengajak dialog. Dialog dengan penghakiman itu beda. Demikian

      • assalamu alaikum wr.wb.
        sufi muda yth. langsung saja tidak mungkin seorang ulama mengeluarkan fatwa kalau tdk punya dasar, mungkin sufimuda sudah membaca buku yang berjudul Melacak Kesesatan & Kedustaan Ajaran Tharekat Naqsabandiyah Prof. DR. Kadirun Yahya M.Sc. Penerbit Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LIPI) karya M.Amin DJamaluddin. didalam buku ini telah dikupas habis. untuk itu sebaiknya kita miliki/membaca buku ini supaya jelas tdk hanya mendengar sepotong-potong sehingga membawa fitnah kubur.
        didalam porsi ini saya hanya tdk memihak oleh siapapun. karena saya menganggap itu urusan orang lain. mohon maaf apabila ada kesalahan dan tindakan sesuai hawa nafsu saya yang tdk berkenan. astagfirullah

        • Saya jawab singkat aja..
          M.Amin DJamaluddin sama sekali tidak berkompeten untuk menilai Tarekat karena dia tidak memiliki dasar ilmu tentang tasawuf dan tarekat.
          Mencari kesalahan itu gampang dan hampir semua perpecahan ummat Islam di indonesia itu di picu oleh provokasi M.Amin DJamaluddin.
          Mudah2an ummat ini sadar..

          • assalamu alaikum wr.wb.
            sufimuda ysh, mohon maaf sebesar-besarnnya, saya tdk berniat untuk membesarkan masalah ini, tetapi perlu kita luruskan persepsi kita bahwa buku terbitan LIPI (Lembaga Penelitian dan pengkajian Islam) ad\lah suatu lembaga. yang didalamnya bukan hanya Bapak Amin Djamaluddin tetapai ada juga Ulama fikih dan Ulamat Tasawwuf/Tharekat didalamnya. buku terbitan bukan atas nama pribadi tetapi membawa atas nama lembaga.
            mungkin syeikh Muhibuddin Waly Sudah membaca bukunya yang telh diterbitkan oleh LIPI sehingga syeikh Muhibuddin Waly mengeluarkan fatwa tersebut. dan kita tdk boleh berprasangka buruk kepada Ulama apalagi satu aliran/Guru. saya hanya ingin bertanya apakah sufi muda telah membaca/memiliki buku tersebut. kalau sdh membaca, sufimuda harusnya menjelaskan isi buku tersebut dimana sesatnya dan dimana kebenarannya.
            Dan kalau buku terbitan LIPI tersebut keliru harusnya disanggah melalui lembaga tersebut. lebih dan kurang saya mohon maaf lahir dan bathin , dunia akhirat apabila ada yang tdk berkenan serta bila ada yang tersinggung setiap pembaca. hanya Allah SWT yang mempunyai kebenaran. astagfirullah

            • Wa’alaikum salam wr.wb.
              Buku sdr Amin Jamaluddin ditulis berdasarkan kunjungannya secara diam-diam waktu shalat Idul Adha ke Surau Qutubul Amin Arco Sawangan. Dia merasa heran kenapa orang-orang menangis dalam shalat dan itu dianggap berlebihan. Kemudian dia menulis buku yang bersifat menyerang dan mengambil referensi kepada Buku Tarekat Naqsyabandi Karangan Martin Van Burnaissen (Seorang Orientalis). Dalam Buku pertama Martin, ada kekeliruan tentang Meninggalnya Syekh Muhammad Hasyim (Guru Prof Dr. Khadirun Yahya) dan pada terbitan berikutnya sudah diperbaiki kesalahan itu. Sayangnya sdr Amin Jamaluddin lebih tertarik pada edisi yang keliru tersebut (karena memang mencari kesalahan).

              Buku Amin Jamaluddin, “Melacak Kekesesatan Tarekat Khadirun Yahya” diterbitkan tahun 2001, setelah 3 bulan Prof Khadirun Yahya Meninggal dunia dan saya membacanya pada bulan buku itu dikeluarkan. Pertanyaan sederhana saja, kenapa buku tersebut tidak diterbitkan ketika Beliau masih hidup?

              Buku Bantahan terhadap karya sdr. Amin Jamaluddin ada beberapa buah salah satunya dikarang oleh sdr. Maryana (Mohon maaf kalau namanya keliru karena saya sudah 9 tahun membacanya). Dari buku bantahan tersebut barulah saya tahu siapa sdr. Amin Jamaluddin yang kalau saya uraikan disini tidak enak rasanya.

              Setelah buku itu keluar, Prof. Jamaan Nur, Rektor IAIN Bengkulu dan Kiayi Zarkasih, yang keduanya adalah murid Prof Dr. Kadirun Yahya mengajak dialog sdr. Amin Jamaluddin dan saat itu semua masalah dianggap selesai.

              LPPI yang didirikan oleh sdr. Amin Jamaluddin bertujuan untuk menyelidiki aliran2 yang menyimpang dalam Islam yang ada di Indonesia dan ini patut kita dukung agar Islam terbebas dari aliran2 yang merusak dan sesat. Tapi dalam prakteknya sdr. Amin Jamaluddin seringkali berfikir secara sempit sehingga orang2 yang berbeda dengan pemahaman dia dianggap sesat. Pola ini sudah 100 tahun di praktekkan oleh kelompok wahabi untuk menyerang orang yang berbeda paham dgn mereka. Guru Amin Jamaluddin adalah pendiri aliran “Ingkaru sunnah” sebuah aliran yang meniadakan hadist. Trauma dengan Gurunya tersebut akhirnya sdr. Amin Jamaluddin bersikap “berlebihan” terhadap orang2 yang berbeda dengan ilmu yang dimilikinya.

              Tahun 1993, Majalah Tempo menurunkan laporan hasil penelitian selama 3 tahun terhadap Tarekat Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. Dalam laporannya majalah tempo menulis bahawa saat itu (tahun 1993) murid dari Prof Khadirun Yahya berjumlah 12 juta orang tersebar diseluruh dunia. Tahun 1998 dalam buku Prof Jamaan Nur menulis, ada 570 Mesjid/Surau/alkah tempat ibadah dan zikir didirikan oleh Beliau untuk tempat murid2 Beliau dan masyarakat luas untuk berzikir dan beribadah.
              Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. adalah Dewan Penasehat ICMI pusat.
              Dalam hal ilmu Tasawuf/Tarekat Beliau mendapat Statuta Naqsyabandi dari Jabal Qubais Makkah dan mendapat ijazah dari 4 orang Syekh Tarekat Naqsyabandi di Indonesia. Keilmuan Beliau di bidang Tasawuf di akui oleh Guru2 Tarekat dan Para peneliti Tasawuf di Indonesia.

              Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. Menjadi Penasehat pusat PERTI, sebuha lembaga tempat Tarekat2 berkumpul. Beliau juga menjadi Ketua Penasehat Perkumpulan Tarekat Serumpun dan yang menjadi Ketua adalah Prof Jamaan Nur dan menjadi wakil adalah Prof. Muhibbudin Wali al-Khalidi.
              Prof Muhibbudin Wali Al-Khalidi tahun 2002 ikut hadir ke Universitas Panca Budi Medan dalam acara silaturahmi tarekat serumpun dan Beliau pernah menjadi Imam di Mesjid tempat murid2 Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. beriktikaf/suluk. Selama Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. masih hidup, tidak satupun ada pernyataan keliru atau sesat dari Prof Muhibbudin Wali terhadap Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc..
              Lalu kenapa 9 tahun setelah Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. Meninggal dunia Beliau dinyatakan sesat oleh Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc.?
              Kalau anda serius menyelidiki ke Aceh, berdirinya MUNA dll, maka anda akan menemukan jawabannya.

              Kalau anda ingin mengetahui sosok Prof. Dr. Khadiruan Yahya MA. M.Sc. dengan lengkap datanglah ke surau Beliau dan disana anda akan mendapat keterangan lengkap.

              Ulama2 Besar di dunia tidak pernah meyatakan sesat kepada orang Islam yang berbeda paham termasuk Beliau. Tapi hampir semua ulama besar dinyatakan salah/sesat oleh kelompok yang berbeda. Syekh Abdul Qadir Jailani seorang ulama besar pendiri Tarekat Qadiriyah dinyatakan sesat oleh ulama saudi, apakah beliau sesat?
              Imam Al-Ghazali sendiri dengan kitab Ihya Ulumuddin juga dinyatakan sesat oleh Ulama saudi, apakah benar2 sesat?

              Saya tidak memperpanjang uraian ini dan tentu terimakasih sekali atas perhatian anda terhadap Tarekat dan saya berdoa semoga Allah menuntun kita semua kejalan-Nya yang lurus dan benar, amin

              salam

              sufimuda

      • pedang on said:

        ikut langsung ng saat pengumuman itu,….?
        dengar langsung ng kata-katanya…?
        cuma baca di media aja…? media dipercaya…!!!!!!!!!!!!!
        klo ng dengar langsung mending hati-hati, klo yang lo dengar ng seperti yang sebenarnya….? biasanya yg di media itu ada penanmbahan dari yang sebenarnya…

        thanx, hati-hati klo ngmong…

  19. 'Abd Allah on said:

    Assalamualaykum. maaf sebelumnya sy ingin tabayyun. blog antum ini bagus dan berisi artikel2 cantik mengisi hati. namun dibalik itu semua yang membuat hatiku sedikit tergores adalah koq antum ikut mengkampanyekan agenda akidah liberal sih? saya berkata begini karena di link tautan antm mempromosikan isliberal, kangjalal, gusdur? jangan sampai kita (aku dan kau) yang menolak kelompok anti mazhab, anti tasawwuf, anti tawassul namun TERTIPU abiz dengan “manhajnya” para utusan2 TELAVIV. yg sama2 menipu islam macam gusdur, ulil, dkk. maf y kalo sedikit agak kasar, mohon direnungi. sungguh akhi saya sangat kecewa.
    capee dehh

    wassalamualykum

  20. Arsad@yahoo.com on said:

    Ayo kembali yg sejuk-sejuk lagi jgn tengkar dan saling menyalahkan.

  21. Tgk m Johnmif Adin on said:

    Allah Yang Maha Mengetahui,
    Semua orang diberi hak dan wewenang untuk mengeluarkan pendapat atas sesuatu kebenaran karna memang itu adalah sebuah kewajiban apabila ia mencapai pada pada taraf-taraf tertentu dan dalil-dalil tertentu,& semua orang juga menpunyai Hak untuk mempertahankan sesuatu yang ia yakini. Namun bila setelah terjadi sesuatu (MUsyawarah) ternyata terpatahkan/Terjadi kelasahan & pelencengan atas sesuatu yang ia yakini. apakah pantas bila ia terus meyakini sesuatu yang salah…?

    “Cobalah Berprasangka baik Kepada orang yang lebih berilmu karna merekalah pewaris Nabi”

    1. Tidak ada manusia yang sempurna. Namun kita diberikan Tuntunan (Al-Qur’an & As_sunnah) sebagai Tuntutan untuk menyenpurnakan diri agar berbuat baik untuk sesama.
    2. Semua terjadi karna ada sebuah alasan atau pertimbangan yang merujuk untuk kebaikan bersama.
    3. Janganlah menponis/ menuding seseorang karna ketidak tahuan secara rinci terhadap permasalahan yang anda poniskan, karna itu adalah perbuatan orang yang celaka.
    4. Keselamatan seorang hamba adalah orang yang menjaga ucapannya.
    5. Katakan sejujurnya walaupun itu pahit, kenapa karna memang ada sesuatu yang lebih baik dari pada sesuatu yang kurang baik, dan itu semua harus dikatakan agar tidak terjadi kesalahan dalam waktu yang lama.

    Wallahua’lam.

  22. umat muslim yang sudah bertarekat sangat takut dan menjauhi sikap (menyatakan) sesama orang tarekat itu sesat ,karena tarekat penuh dengan rahasia -rahasia allah,dan pernyataan manusia tidak pernah benar sepenuhnya di depan manusia ,kecuali pernyataan allah,manusia bukanlah mahluk yang sempurna kalau manusia sadar akan dirinya siapa ternyata bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, sikap yg hatinya selalu menyalahkan orang lain bukan ciri-ciri orang yang bertarekat karena dirinya tidak sadar bahwa hatinya telah di susupi oleh setan laknattullah mungkin mereka kurang instropeksi kedalam sehingga keluarlah pernyataan-pernyataan sesat marilah kita bertobat kepada allah sebelum terlambat, amiiin.

    • eko choyo on said:

      Assalamualaikum

      Setuju @ ihlan, yuk kita saling mengeratkan silaturahmi.
      KHILAF itu biasa, MEMINTA MAAF barulah luar biasa.
      MEMBERI MAAF dan menyambungkan silaturahmi itulah yang ISTIMEWA

      Insya ALLAH benar adanya

      Mohon maaf lahir dan bathin

  23. ketika pertanyaan tak dijawab di blog ini serta menghapus posting yang mengacu pada kesalahan diri, maka telah jelas lah…..

  24. JANGANLAH KITA MENUDING ORANG SIAPAPUN, APALAGI YANG YG DITUDING SEORANG WALIYULLOH, KARENA ALLOH JA YG LEBIH MENGETAHUI, APABILA SEORANG YG SHOLEH DIMUSUHI MAKA URUSAN SAMA ALLOH, HATI-HATILAH DALAM BERUCAP, ORANG YG SOMBONG/MERASA PALING HEBAT/MERASA PALING BENAR/MERASA DIALAH AHLI SURGA, PADAHAL SEMUA MAKHLUK DISELURUH ALAM INI CIPTAAN ALLOH, JADI BAIK BURUKNYA SESEORANG, PADA HAKEKATNYA SEMUA INI KEPUNYAAN ALLOH, ALLOHLAH YG PUNYA URUSAN.

  25. Masya Alloh…….
    semakin dekat usaha manusia mendekat kpd Alloh maka semakin halus pula syeitan berperan. Pemahaman terhadap Zikir dan MENGENAL DIRI hendaklah harus di tempa terus,SIAPA AKU?, SIAPA TUHANKU DAN SAUDARAKU? orang yg sibuk mengenal diri akan disibukkan dengan taburan hikmah ilahi sehingga tak sempat mencari belang saudaranya apalagi kesesatan yg dituduhkan belum tentu benar
    Membaca syaria’t dengan syaria’t
    Membaca hakekat dengan hakekat
    Agar semua terasa bijak

  26. nazaruddin on said:

    saya rasa anda sndir yg kurang tahu soal tarikat,merek boleh sama tpi adakah isi kandungan’n sama,, tu yg prlu anda teliti trlbh dahulu bru anda buat stu ulasa,ana tngok dr segi triek bahasa cara anda lbh kpd mngadu domba tnpa da unsur periksa yg anda hmya mrujuk berita di koran,yg mn yg tulis munafik yg baca pn sma,

  27. Haduh ribet bro, mending lakum dinukum waliadin, pusing saya bacanya tapi menarik. Allhamdulilah mujibul amin aman bang.

  28. bukan sufi on said:

    Salam…
    napa mas sifu muda g langsung menghadap Abuya Muhibudin ???
    ato mas sufi lebih Alim dari Abuya ???

    • Salam
      Pihak Pancabudi berulang kali ingin bertemu dengan Beliau tapi ditolak dengan berbagai alasan…
      Alhamdulillah saya sendiri sudah memiliki Guru Mursyid yang Kamil Mukamil jadi tidak berniat lagi mencari Guru.
      Tulisan di atas bukan karena saya lebih alim akan tetapi untuk mengingatkan kita semua termasuk Tgk. Muhibbudin Waly agar berhati hati dalam bertindak. Jangan ikut-ikutan seperti wahabi yang suka melontarkan tuduhan sesat kepada orang lain.
      Zaman sekarang sulit mencari Ulama yang terbebas dari politik. Kalau ulama sudah masuk ke politik maka fatwa yang keluar juag tidak terlepas dari tekanan politik.
      Demikian.

  29. bismillah,……..bang sufi,gmn jika mursyid kita udah meninggal,bgmn cara bertawasul dg beliau?mohon mf bang sufi muda biarkan mereka menyalahkan,dan jangan balik menyalahkan,yang baik adalah yag memberi manfaat kebaikan bagi orang lain.

    • Bagi murid yang telah sempurna berguru silahkan teruskan berguru walau Gurunya telah meninggal dunia namun hubungan tetap ada karena rohani Guru tidak pernah mati.
      Bagi yg belum sempurna berguru silahkan meneruskan kepada Khalifah pengganti Guru,
      demikian

  30. Subhannallah kox pada ngributin thu . . . Biar ALLAh sajalah yg menilai salah tdak@ ssorang . . Jalanin jha pa yg harus dijalani . . . Safi muda aq ngk cra kmu publikasi kek gini pakek logika dong . . . Kata@ safi muda kox thu cara ngmong . . . Safi gila x ya . . . Wasalam
    Ariel di darsa

    • Ruslianto on said:

      Eh, anda mau buktikan kelogikaan-anda,(arieldidarsa) silahkan letakkan Qur’an yang ada ditangan anda diatas bukit,… kalau bukit ato gunung itu bisa hancur, nah barulah sampean ngomong logika. (seperti tercantum dalam Suraah Al Hasyr’ 21)
      Apa sampean ngerti,… bahwa Guru Sufi Muda telah membuktikannya pada Gunung Galunggung (yg meletus) tahun 1982.
      Fakta dan realita, Bung (Ah,..)
      Kalau Saya (sih) bersyukur dan terima kasih pada Sufi Muda dan Mursyid Nya yang kamil mukamil itu,…karena dzikir-Nya merupakan “tangkal kiamat” Wassalam. mohon maaf.

    • assalamu alaikum ariel.
      Ariel kamu pernah dengar cerita klasik.
      “beberapa orang sholat mengikuti imam, salah satu dari mereka mengeluarkan angin, kawan sebelahnya dengan niat baik kasih tau bahwa kalo buang angin lagi sholat itu bisa batal sholatnya.
      kawan yang lain juga punya sedikit ilmu dan memberitahukan kepada temannya, bahwa kalo berbicara lagi sholat bisa batal. yang disebelah juga mau menjadi pahlawan dan bilang syukur alhamdulillah saya tidak berbicara, ternyata teman yang satu lagi juga udah kesal, lalu dia bilang diam kalian semua, ini sudah rakaat terakhir.

      Apakah kita seperti orang yang sedang menyelesaikan sholat mengikuti imam dalam cerita di atas.????

      Terima kasih yang Allah, Engkau telah mempertemukan aku dengan guruku…

    • Ruslianto on said:

      Logika..? Gimana Logika-nya jika ditemukan salah satu daerah di Jawa Timur,..Kuburan/makam seorang syech yg meninggal dunia ratusan tahun,(kebetulan) tergusur sungai,..dan didapati kain kafan-nya masih utuh dan baru (tidak lapuk),..dan jenazah-nya tidak rusak dan seperti orang tidur…………ratusan tahun eh dimana letak logika-nya ?
      Lalu “air tawajuh” bisa memadamkan Gunung Galunggung pada tahun 1982 ?,….ah Logika-nya dimana

  31. eko choyo on said:

    Assalamualaikum….
    BUKANKAH SUDAH dikatakan Rasulullah SAW….bahwa Islam itu (YANG SEBENAR-BENARNYA ISLAM) mulanya ANEH, dan pada akhir zaman juga akan DIANGGAP ANEH (tentunya oleh orang yang HANYA mengaku-ngaku ISLAM, BUKAN ISLAM yang KAFFAH).

    Oleh karena itu, ISTIQOMAH lah saudaraku…
    JANGAN pernah engkau terbersit untuk meragu dan kekalkanlah bahwa kamu tidak akan pernah bercerai berai dengan Mursyid-mu

    YAKIN kan dirimu dengan bertanya pada HATI SANUBARI mu yang, telah ada “BIBIT” didalamnya.

    MAKA dia akan menjawab, dengan sangat halus, dan sangat YAKIN.

    Astaghfirullah al adzim….
    Ya ALLAH, maafkanlah saudara-saudara kami yang “BELUM” mengetahui.
    Terus bimbing kami menuju “shirat” Mu

    Amin

    Mohon maaf lahir dan Bathin

  32. eko choyo on said:

    Astaghfirullah….
    Astaghfirullah…al adzim

    Mari kita semua berserah diri dan minta ampun kepada ALLAH SWT

    Jangan biarkan “syaitan” hinggap di hati sanubari kita

    Jangan biarkan “syaitan” merusak akal sehat pikiran kita, sehingga emosi (nafsu) yang berbicara

    Bukankah hanya nafsu muthmainnah (yang tenang/damai/tentram) yang dipanggil ALLAH untuk bergabung ke dalam golongan hamba-Nya dan dimasukkan ke syurga Nya?

    Astaghfirullah al adzim

    Mohon maaf lahir dan bathin

  33. mas sufi muda terkesan spt org yang kebakaran jenggot…. contoh seorang sufi yang gagah berani…syukron…

  34. gelik liatnya yg ada hanya prtengkaran antar saudarah,smga Allah snntiasa membimbing kita ki jlnNY amiin.

  35. Salam,, Untuk Para Pembaca yang tidak tau isi bacaan.

    Kalian yang komentar dan yang buat artikel mengkambing hitamkan orang lain,,
    apakah sudah tau dan meliht juga mendengar sendiri permasalahan tersebut..jangan seperti (……… ……. Kafilah berlalu).
    Urus saja keluarga dan diri kalian,, Pedalami Ilmu kalian dulu;
    Ya Allah ampunilah lisan dan hati kami…

  36. maulana ibrahim on said:

    yang menyesatkan dan menunjukkan adalah ALLAH.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.898 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: