ULAMA YANG MENYESATKAN ULAMA

Hai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaanya, Sehingga kamu menyesal akan kecerobohanmu itu

(Al Hujurat Ayat 6)

Hai orang-orang beriman! Janganlah hendaknya satu kaum mencela kaum yang lain, dengan bentuk apapun. Boleh jadi mereka yang dicela, lebih baik dari mereka yang mencela.”

Hai orang-orang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu, adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain

(Al-Hujurat ayat 11-12)

 

Sejarah saling menuding sesat terhadap satu kelompok oleh kelompok lain sudah sangat sangat lama bahkan sama tuanya dengan sejarah agama itu sendiri. Perpecahan antara Sunni dan syiah mengawali sejarah saling tuding tersebut dimana ulama sunni yang menyebut diri sebagai Ahlul Sunnah dan di dukung oleh penguasa zaman itu menuding sesat bakan kafir kepada saudaranya dari kalangan Syiah. Konflik sunni syiah bukan hanya persoalan keyakinan akan tetapi lebih dominan unsur politik dan kepentingan penguasa saat itu.

Budaya sesat menyesatkan itu sepertinya sudah menjadi penyakit kronis di kalangan ulama dengan alasan mencegah kemungkaran dengan serta merta menunjuk telunjuk dengan lurus mengarahkan ke muka orang lain dan dengan mudah menuduh SESAT.

Kemarin (26/5) berita mengejutkan datang dari Aceh Timur dimana para ulama di sana mengeluarkan semua Ijma’ (kesepakatan) yang menyatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah yang di ajarkan oleh Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc sebagai aliran sesat dan menyesatkan. Ulama juga menganjurkan kepada pengikut tarekat itu untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan aliran ahli sunnah waj jamaah. Demikian berita yang saya baca di sebuah harian lokal di Aceh.

Tengku Muhibuddin Waly yang juga sekaligus sebagai Mursyid Tarekat Naqsyabandi di Aceh membacakan hasil keputusan ulama se Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur sebagai berikut :

Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”.

Sangat menggelikan memang, karena yang menuduh sesat itu disamping sama-sama pengamal Tarekat Naqsyabandi juga sama-sama bermazhab Syafii dan otomatis sama-sama pengikut ahlul sunnah.

Ijma’ yang dimaksudkan dalam berita di koran itu jangan anda bayangkan seperti sebuah pertemuan yang seluruhnya di hadiri oleh ulama dan mengadakan musyawarah dengan sungguh-sungguh dengan memgeluarkan berbagai macam kitab dan pendapat-pendapat ulama dahulu sebagai berbandingan. Kejadian di Aceh Timur itu tidak lebih sebuah penghakiman massa. Seluruh masyarakat dari berbagai golongan dikumpulkan bersama orang-orang yang menyatakan diri sebagai ulama dalam acara yang mereka sebut sebagai Musyawarah Akbar Terbuka kemudian secara sepihak mengeluarkan keputusan yang disebut “Ijma’” bahwa Tarekat Kadirun Yahya adalah SESAT!

 

Tuduhan Menyakitkan

Selaku pengamal Tarekat Naqsyabandi, saya sangat menyayangkan sikap ulama di Aceh Timur terutama Tgk Muhibbudin Wali yang seharusnya bisa lebih bijak dan arif dalam menyikapi persoalan-persoalan tentang Tarekat. Beliau sebagai ulama tarekat yang disegani di seluruh Aceh seharusnya bisa menjadi jembatan penghubung antara orang-orang syariat dengan pengamal tarekat dan bisa menjadi pelindung para pengamal tarekat lain bukan malah menusuk dari belakang.

Ada beberapa tunduhan yang disampaikan kepada para pengamal Tarekat Kadirun Yahya dan mungkin tidak saya bahas disini secara mendetail karena tuduhan-tuduhan itu bukanlah fakta akan tetapi lebih kepada fitnah semata.

Menarik kita simak kesimpulan dari ulama di Aceh Timur : “Setelah meneliti, mengkaji, dan mempertimbangkan, serta merujuk kepada Al Qur’an serta hadist, maka Tarekat Naqsyabandiyah yang mursyidnya Kadirun Yahya kami nyatakan tidak sesuai dengan aliran ahli sunnah wal jama’ah”

Kalau mau di teliti seharusnya Tgk Muhibbudin Wali beserta ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Nanggro Aceh (MUNA), HUDA dan MPU kecamatan Darul Aman Aceh Timur juga meneliti pusat tarekat ini di Universitas Panca Budi dan surau-surau lain bukan hanya meneliti di satu tempat kemudian menetapkan hukumnya. Sekitar akhir tahun 1998 di depan Prof. Dr. Jamaan Nur (murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc) Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan bahwa terekat Kadirun Yahya adalah muktabarah dan kalaupun ada perbedaan dengan tarekat naqsyabandi yang diamalkannya ibarat makan nasi yang berbeda lauk pauk sedangkan nasinya sama. Lalu kenapa dibelakang menyatakan pernyataan yang berbeda?

Kalaupun ada diantara pengikut tarekat Kadirun Yahya yang mengeluarkan pernyataan aneh dan tidak lazim seharusnya yang disesatkan adalah pribadinya bukan institusi. Sama halnya kalau ada polisi mencuri bukan lembaga kepolisian yang dibubarkan akan tetapi oknumnya yang di tindak. Kalau ingin menjadi ulama yang baik, seharusnya Tgk. Muhibbudin Waly memanggil para pengamal tarekat kemudian memberikan arahan dan bimbingan serta menasehati pengamal tarekat Kadirun Yahya agar hati-hati dalam menyampaikan kajian hakikat kepada masyarakat awam. Tgk. Muhibbudin bisa menghubungi pimpinan tarekat Kadirun Yahya yang ada di Medan dan saling bermusyawarah serta menjelaskan duduk persoalannya. Bukankah murid-murid Prof. Dr. Kadirun Yahya MA, M.Sc sebagian besar juga ulama yang memiliki ilmu pengetahuan syariat Islam di atas rata-rata, salah satunya adalah Prof. Dr. KH. Jamaan Nur, Guru Besar IAIN Raden Fatah Palembang.

Tgk Muhibbudin Wali tahun 2002 pernah ikut dalam acara pertemuan tarekat serumpun di Universitas Panca Budi dan dari hasil pertemuan itu disimpulkan bahwa Tarekat Serumpun semuanya muktabarah dan tidak menyimpang dari ajaran Islam. Tarekat Serumpun adalah tarekat Naqsyabandi yang mursyidnya bertemu di silsilah Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah dan Tarekat Kadirun Yahya termasuk salah satu tarekat serumpun yang muktabarah.

Syekh Sulaiman Zuhdi mempunyai banyak murid di Indonesia antara lain :

  1. Syekh Abdul Wahab Rokan yang di kenal dengan Syekh Basilam yang mendirikan perkempungan Tarekat Babussalam di Langkat Sumatera Utara.

  2. Syekh Sulaiman Hutapungkut di daerah Sidempuan, Sumatera Utara. Salah seorang Murid Syekh Hutapungkut adalah Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi dari Padang yang kemudian melanjutkan berguru kepada Syekh Ali Ridho di Jabal Qubais.

  3. Syekh Ali Ridha di Mekkah yang kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi di Buayan Sumatera Barat dan kemudian meneruskan silsilahnya kepada Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc Al-Khalidi.

  4. Syekh Usman Fauzi di Jabbal Qubais yang meneruskan silsilahnya kepada Syekh Abdul Gani Batu Basurat di Riau dan kemudian meneruskan Silsilahnya kepada Abuya Syekh Muhammad Waly Al-Khalidy yang dikenal juga dengan sebutan Syekh Muda Wali di Labuhan Haji Aceh Selatan.

Abuya Syekh Muda Waly yang juga orang tua kandung dari Tgk. Muhibbudin waly mempunyai beberapa orang anak yang kesemuanya meneruskan misi orang tua mereka menyebarkan tarekat yaitu :

  1. Tgk Muhibbudin Waly

  2. Tgk. Amran Waly

  3. Tgk. Jamaluddin Waly

  4. Tgk. Muhammad Nasir Waly LC

Antara Abuya Syekh Muda Waly dengan Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya masih satu guru dan sama-sama berada pada urutan ke-35 di hitung sejak Saidina Abu Bakar Siddiq. Kedua Syekh ini bertemu pada Ahli Silsilah ke-32 yaitu Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubis Mekkah.

Kalau hari ini Tgk. Muhibbudin Wali menyatakan sesat kepada Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya itu sama dengan anda menyatakan sesat kepada diri sendiri karena ajaran tarekat yang beliau amalkan itu bersumber kepada satu Guru.

Kalau tulisan ini dibaca oleh Tgk Muhibbudin Waly atau salah seorang muridnya, saya ingin membuat sebuah permisalan. Misalkan suatu saat anda mempunyai banyak sekali murid dan meneruskan tarekat yang anda bawa dan murid anda pada generasi ke tiga saling menyalahkan dan menyesatkan, bagaimana perasaan anda?

Suatu saat murid dari Tgk. Amran Waly di Labuhan Haji mengeluarkan pernyataan sesat kepada salah seorang murid anda, bagaimana perasaan anda dan bagaimana sedihnya Abuya Syekh Muda Wali mengetahui hal ini.

Saya dapat informasi, Tgk. Amran Waly mengeluarkan pernyataan hakikat bahwa nabi Mumammad adalah wadah dari Allah dan orang-orang Aceh Utara yang awam sekali ilmu hakikat menyatakan Beliau sesat dan Tgk Muhibbudin Waly berdiam diri tanpa ada pembelaan padahal itu adalah saudaranya. Apakah anda juga ikut menyalahkan Tgk. Amran Waly?

Apakah pernah Abuya Syekh Muda Waly menyatakan sesat kepada orang lain?

Beliau tidak pernah menuduh orang lain sesat walaupun hampir semua pengikut Muhammadiyah menyatakan Beliau sesat bahkan kafir. Beliau adalah orang yang telah sampai kepada makrifat dan tentu saja tidak dengan mudah menyatakan orang lain sesat. Saya bisa maklumi kondisi Tgk. Muhibbudin Waly yang belum cukup ilmu untuk memahami rahasia-rahasia Allah.

Kalau Tgk. Muhibuddin ingin menjadi satu-satunya Mursyid tarekat di seluruh Aceh tidak harus dengan cara menginjak tarekat lain karena kalau sikap itu dipertahankan maka suatu saat anda akan disesatkan oleh orang lain.

 

Sesat Menyesatkan dan Konflik Berdarah di Aceh

Nurudin Ar-Raniry yang berasal dari Ranir India ingin sekali menjadi ulama nomor satu di Aceh. Salah satu cara yang dilakukannya adalah menyatakan sesat kepada ulama selain dia. Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan pernyataan sesat kepada Hamzah Fanshury yang berpaham wahdaul wujud dan menfatwakan pengikut Hamzah Fanshury halal darahnya. Setelah Nurudin Ar-Raniry mengeluarkan fatwa sesat dan halal darah maka efeknya sungguh tragis dan memilukan. Hampir semua murid-murid Hamzah Fanshury di bunuh. Di depan mesjid raya Baiturahman, pengikut Hamzah Fanshury di bakar hidup-hidup beserta karya-karyanya. Akibat dari perbuatan itu, 100 tahun kemudian Belanda menyerang Aceh dan membakar habis mesjid Raya Baiturahman tanpa sisa dan Aceh melewati sejarahnya dengan berdarah dan konflik yang tak berkesudahan.

Apakah anda ingin menjadi Ar-Raniry di zaman ini?

Mungkin sebagian yang membaca tulisan ini tidak percaya hubungan antara tuduhan sesat menyesatkan dengan konflik di Aceh. Coba renungi fakta berikut:

  1. Zaman Sultan Iskandar Muda hampir seluruh Aceh menjadi pengamal berbagai macam Tarekat, pengikut terbesar dari Tarekat Syattariyah yang mursyidnya adalah Syekh Abdul Ra’uf As-Singkily yang dikenal dengan Syiah Kuala dan merupakan keponakan dari Hamzah Fanshuri. Aceh mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa. Kemudian pada masa Sultan Alaidin Iskandar Tsani (menantu Iskandar Muda) telah melarang tarekat secara resmi. Pemimpin Tarekat pada masa itu adalah Syamsudin As-Sumatrani (Wafat tahun 1630), murid dari Hamzah Fanshuri. Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba dalam bukunya “Ilmu Thariqat dan Hakikat” menceritakan bahwa Ulama-ulama Aceh telah mengadakan musyawarah dibawah pimpinan Mufti Syekh Nurudin Ar-Raniry dan musyawarah memutuskan bahwa penganut tarekat dianggap kafir, murtad dan harus di bunuh mati. Menurut Tgk. H. Hasan Krueng Kale, seorang tokoh ulama di Aceh, pada masa itu telah terbunuh 70 orang penganut tarekat. Akibat tindakan itu Aceh seperti menerima azab dari Allah, diserang oleh Belanda, mesjid di Bakar dan konflik tak berkesudahan.

  2. Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh, sebagian besar yang duduk disana adalah orang-orang berpaham wahabi mengadakan musyawarah Tanggal 3-8 November 1974 di Banda Aceh dan mengeluarkan fatwa antara lain bahwa Tarekat-terakat yang berkembang di Aceh saat ini pada prakteknya bertentangan dengan Syari’at Islam. Menyatakan sesat dan menyesatkan kepada pengikut Tarekat Mufarridiah yang diajarkan oleh Syekh Makmum Yahya berpusat di Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara. Setelah mengeluarkan sesat menyesatkan itu 2 tahun kemudian 4 Desember 1976 dimulailah konflik berdarah di Aceh sampai di cabut DOM tahun 1998.

  3. Pada bulan Oktober 1998 Surau Panton Labu Aceh Utara milik yayasan Prof. Dr. SS. Kadirun Yahya MA M.Sc dibakar masa atas pengaruh beberapa ulama termasuk pernyataan Tgk. Muhibbudin Wali yang mangatakan sesat kepada tarekat Kadirun Yahya. Setelah Alkah Zikir Panton Labu di bakar tidak lama kemudian mulai lagi konflik berdarah di Aceh dengan episode yang lebih memilukan, di mulai dengan Tragedi Ara Kundo, Simpang KKA dan diikuti berbagai macam tragedi lain, ribuan nyawa melayang sampai masa damai sekarang ini.

  4. Hari ini Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama-ulama yang terpengaruh oleh politik mengeluarkan peryataan sesat kepada Tarekat Kadirun Yahya, semoga Allah mengampuni dosa Tgk. Muhibbudin Wali beserta ulama lain dan segera menarik pernyataannya agar kelak generasi penerus Aceh tidak menyalahkan anda oleh bencana yang akan menimpa. Jangan sampai Azab Allah menimpa orang-orang yang tidak berdosa hanya gara-gara segelintir ulama.

Apa hubungan memusuhi orang-orang yang dikasihi Allah dan orang-orang yang ikhlas berzikir kepada-Nya dengan bencana?

Hal ini di terjawab dengan sebuah hadist qudsi :

Barang siapa yang memusuhi Wali-KU akan KU nyatakan perang kepadanya” (HR. Bukhari)

Silahkan meneruskan permusuhan anda dengan orang-orang Tarekat dan kita hanya menunggu Allah menyatakan perang kepada anda dalam bentuk yang tidak pernah terbayangkan.

 

Penutup

Tuduhan sesat kepada Tarikat Kadirun Yahya menandakan kurang matangnya ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang mengaku ulama termasuk Tgk. Muhibbudin Waly karena persoalan Hakikat kalau dilihat dari kacamata syariat tidak akan pernah ketemu. Prof Dr. Kadirun Yahya telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan ummat dan mempunyai murid jutaan orang di seluruh dunia dan menerima ilmu tarekat lewat jalur silsilah yang benar tentu sangat tidak bijak kalau setelah Beliau tiada kita menuduh tarekat Beliau sebagai tarekat sesat.

Saya kagum dengan ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA, yang tidak pernah sembarang mengeluarkan pernyataan. Ketika orang menanyakan pendapat Beliau tentang tarekat yang disesatkan orang dengan senyum beliau menjawab : Jangan mudah kita menuduh sesat kepada orang lain karena pertanggung-jawabannya bukan hanya di dunia akan tetapi juga di akhirat kelak di hadapan Allah. Hanya Allah yang mengetahui siapa sesat dan siapa benar.

Semoga di Aceh akan banyak ulama-ulama arif seperti Prof. Dr. Muslim Ibrahim MA yang sangat bijak menyikapi setiap persoalan dan selalu berpihak kepada ummat bukan berpihak kepada kepentingan politik segelintir orang.

 

299 Tanggapan

  1. tidak masalah jasmaniah kita berdebat karena maqom kita belum sampai di “bila diamalkan hilang/lenyap semua pertanyaan dan bila tidak di amalkan gugur semua jawaban”…yang penting ruhaniah kita satu silsilah sampai ke rasullulah, ntar insyaa..ruhaniah kita ketemu semua amiiiin saudaraku seiman yang penting metode zikir yang benar diamalkan dan alamat al-fatihah nya jelas ke rasullullah SAW bukan yang lain. ulama-ulama terdahulu lebih mengerti membuat metode (qadiriah, naqsyabandiah, syatariah, dll) kita harus bangga dan bersyukur masih islam, karena banyak jalan menuju syurga(Jalan pintas,dll) dan sebaliknya banyak jalan menuju neraka. semua itu dari niat kita saudaraku. mohon di maafkan bila ada kata yang salah. semoga bermanfaat amiiin…

  2. Pak SM, bolehkah sy direferensikan seorang mursyid utk membimbing sy ke jalan kebenaran Illahi..tks atas kebaikannya.

    • kalau bleh tau, anda tinggal/domisili dmn?
      Jika anda domisili di daerah JATENG, khususnya Pati, Kudus, Jepara, Demak, Rembang, Grobogan serta Blora, insya… sya bsa mnjukkan apa yg anda cari…

      • frieda2jan bertanya kepada Pak SM (Sufi Muda) yang menjawab dengan lantang, …”joines” berarti joines (ini) adalah Sufi Muda yang menyusun blog ini, yaa……..hm.
        atau joines tau forsi-nya engga, yaa …. ah kenapa Yth.Bang Sufi Muda pake nama laen, ya ?

  3. Allah SWT Maha Mengetahuai

  4. aQ nga tahu anda itu pengikut siapa,tapi di dlm tulisan anda ada benar dan salah nya juga tetapi salah nya lebih banyak,kenapa aQ katakan salah nya lebih banyak karna anda itu cuman bisa bicara saja tapi nga bisa mesai akan hikmah di dlm batin mu,sehingga anda hanya pula berkaca mata dgn sariat apa lgi pandangan batin anda,aQ jgu bukan lah orang yg benar karna bagi memandng orang lain itu msih lebih baik dari pd diri Qt itu msh lebih baik di hapan Allah bnyak lah beristigfar di dlm batin agar kamu bisa fhm

  5. TS ini belajar ilmu cocoklogi dari mana? luarbiasa muantap elmu tarekatnya. Kalo ane mah pegang ulama2 di mekkah.. insyaallah selamat. banyak sekali tarekat, entah mau dibawa kemana umat islam ini oleh golongan tarekat.. Dikit2 menghina orang baru belajar kulit… dikit2 belum tahu hakekat jgn banyak bicaara… tapi aneh.. mereka lama2 makin berbeda dgn jalan para Nabi dan sahabat… setiap mursyid tertinggi nya dibilang wali kutub..

  6. Apa kau bilang dex gam…

  7. Saya sangat kagum dengan pernyataan yang dihormati Sufi Muda. Akhlakul karimah yang dipamerkan dalam penulisan ini.
    “ILAHI ANTA MAQSUDI WARIDHOKA MATLUBI”
    PS: Boleh saya tahu, apakah Sufi Muda ini salah seorang murid di bawah YAYASAN S.S PROF. DR. H. KADIRUN YAHYA MUHAMMAD AMIN AL-KHOLIDI?

  8. tarekat itu merupaknan salah satu cara mendekatkan diri kehadirat Allah swt. melalui bimbingan Guru Mursyid. dengan tidak meninggalkan syariat.

  9. Illahi anta maksudi waridho kamatlubi “hai allah keridhoan engkau yg kutuntut dan engkau juga yg aku maksud”

  10. smoga akan lahir ulama yang arif dan bijaksana, untuk membimbing kita ke jalan yang di ridhai ALLAH khususnya di aceh umumnya indonesia

  11. dimanapun yang haq tak akan bertemu dengan yang batil…..tundukkan hati abang2 ku…..

  12. Bukankah kita semua mayat ? mengapa seseorang memerintahkan orang lain? manusia itu sama antara satu dengan yang lain, sama sama tidak meegetahui siapa Hyang Sukma itu. Yang disembah itu hanya nama-Nya, meski demikian dia bersikap sombong dan merasa berkuasa memerintah sesama bangkai, sebab saya merasa tidak dibawah atau diperintah oleh siapapun, kecuali oleh diri saya. perintah pribadi yang saya ikuti, dan selain itu tak ada yang patuhi perintahnya.
    jadi tidak pantas manusia satu dan manusia yang lainnya saling hujat menghujat, salah menyalahkan,. tak pantas kita menjadi hakim bagi manusia yang lain, karena hakim yang sejati hanya Allah SWT

  13. siapa yg dikenal siapa yg mengenal,yg mengenal itulah yg dikenal,knapa pada ribet smua,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,zero zero

  14. ta’jub atas pernyataan mas joko sugeng joko umboro……. salam buatmu? mudah2an selalul dlam rido allah swt…. begitu mendalam..perlu perenungan yang matang….. salut !!!! salam buat smuanya khusus mas sufi muda and mas sugeng joko umboro…..
    torekat….. mana saja boleh, silahkan pilih, yang penting bisa ma’rifat ….( jalan….apa saja boleh,silahkan pilih, yang penting bisa nyampai tujuan )

  15. orang menuduh orang lain sesat, tanpa melihat kesesatan pada dirinya. barang siapa yang buta mata hatinya di dunia maka diakhirat lebih buta lagi

  16. salah satu Ulama Malaysia berkata, jika Kamu masih ragu, bertanyalah dan belajarlah terus, sampai Kamu benar2 faham. smoga Ayahnda Guru Al ‘Arif Billah Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin AlKhalidi, amalannya diterima oleh Allah SWT dan menjadi salah satu manusia yang di kasihiNYA. aamiin……

  17. Tak pernah seorang muryid mengaku lebih mulia hanya muridnya yang mengkultuskan, mestinya kita paham maksud perintah ibadah pada Allah swt dan menjadi khalifah Allah swt yang rakhmatan lil alamin. sebuah pengalaman buat saudaraku renungkan; dibawah didikan seorang mursyid ada kalifah yang mewakilinya, satu saat setelah beliau wafat (Sang mursyid) tibalah sembahyang ashar dengan dikumandangkannya Adzan dan Qomat saya ikut shalat berjamaah,setelah selesai shalat berjamaah tiba tiba saya dengar kembali Qomat yang kemudian berdiri pula jamaah shalat ashar yang dipimpin oleh kalifah lain……????? saya menangis bisa anda bayangkan dalam kelompok kecil yang paling jumlahnya hanya 40 orang sudah terjadi perpecahan….hanya karena kita belum sampai pada tujuan hakiki…jangan bicarakan soal Hubb karena seperti manisnya secangkir kopi akan jelas rasanya bila kita memimunnya…..wilujeng waluya bagja dunya akherat…….amiiin

  18. tulisan ini menunjukkan bahwa penulis tidak melakukan observasi langsung tetapi berani menilai seseorang kurang matang ilmunya, dan dengan memvonis seperti itu dapat di ambil kesimpulan bahwa penulis sama sekali TIDAK MENGERTI JURNALISTIK..
    ini berhubungan dengan ulama Aceh yang berarti akan berpengaruh besar pada rakyat Aceh, dengan kata lain Informasi ini di buat hanya bertujuan untuk PROVOKASI, bukan sekedar INFORMASI.. berusaha memperburuk hubungan masyarakat Aceh dengan para Ulama Aceh..

  19. nafsu amarah anda blm bs menyadarkan saudara sufi muda..

  20. Ingat peringatan Allah tanggal 26 Desember 2004 Tsunami yang menyapu / melanda Aceh??? ” smoga menjadi pelajaran bagi kita yang beriman bila memusuhi atau menganggap sesat sesama saudara muslim sendiri.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 11.514 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: