Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi

Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?”  Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?”  Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih.  Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat.  Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.  Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat.  Siapa sahabat terdekatnya?  Beliau adalah Abu Bakar RA.  Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA. 

Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali  KW mendapat gelar Kota Pengetahuan.  Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya.  Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama.  Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi.  Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi.  Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup.  Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi.  Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah.  Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah?  Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak.  Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih.  Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.  Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya.  Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.

Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra.  Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu.  Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan.  Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.

Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi.  Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya. 

Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam?  Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam?  Abu Bakar RA.

Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak  dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.

Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?

Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.

Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.

Single Post Navigation

322 thoughts on “Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi

Comment navigation

  1. Ass.
    Pertama :
    Wa mal lam yaj’alillaahu lahuunuurran famaa lahuu min nuurr(in).
    Dan Barangsiapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.
    QS; An Nur ayat 40.

    Fa aminu billahi wa rasulillahi wan nuril lazi anzalnaa, wallahu bima ta’maluuna khabir(un).

    Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
    QS;At Taghabun ayat 8.

    Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah pada Allah (termasuk banyak berdzikir dan sholat) dan cari (metode untuk mendekatkan diri pada –Nya) dan berjihadlah (sungguh-sungguhlah berjuang, secara intensiflah beramal) pada jalan-Nya itu (pada metode itu) semoga kamu menang
    (QS.Al-Maidah ayat 35).

    Kedua :
    Jasmani manusia sudah islam, maka Rohani manusia (pun) wajib di islamkan, karena insan diri itu terdiri dari jasmani dan rohani. Untuk meng-islamkan Roh itu, ia harus diisi dengan Rohani Rasulullah, Yaitu Nur Muhammad atau Nurun ala Nurin, yang diterima Rasul daripada Allah SWT~Yang berisikan KALIMAH ALLAH murni dan tulen dari Allah SWT sendiri, dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya, Yang bergetar dengan getaran yang Maha Ultra Sonoor, yang Maha Dasyat, yang tidak mampu diterima oleh Bumi, Langit, Lautan dan seluruh Alam; mereka semua akan hancur luluh, yang mampu menerimanya Yang mampu menerimanya ialah hanya jenis Bani Adam yang dikehendaki Allah SWT, yaitu para Mukmin sejati, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Qudsi Riwayat Abu Daud :

    Tak dapat memuat Zat-Ku, Bumi dan Langit-Ku, yang dapat memuat Zat-Ku, ialah Hati hamba-Ku yang Mukmin, lunak dan tenang (HR. Abu Daud).

    Oleh sebab itu Roh kita wajib dan perlu sekali diisi dengan Kalimah Allah.~ Untuk melaksanakan itu harus ada metodiknya yaitu suatu metode sesuai dengan Hadits dan Qur’an dan sesuai pula dengan Ilmu Teknologi Modern, metode inilah yang dinamakan Thariqatullah.

    Ketiga :
    Ajaran metafisika meliputi ontologi, kosmogoni dan antropologi. Ontologi berbicara tentang Ada dan tidak ada. Dalam hal ini, Meminjam istilah Syekh Siti Jenar yang merumuskan tentang the Reality of the Absolute being (Hakikat Dzat Yang Maha Suci) yg memiliki sifat, nama dan perbuatan “Kami”. Dari “Kami” inilah kemudian muncul “ada” dan “keadaan” lain, yg sifat hakikinya adalah “Tunggal”.

    Kehidupan ini sebenarnya kematian ketika manusia dilahirkan. Badan hanya sesosok mayat karena ditakdirkan untuk sirna. Dunia ini adalah alam kubur, dimana roh suci terjerat pada badan wadag yg dipenuhi oleh berbagai goda-nikmat, yang menguburkan kebenaran sejati dan berusaha menguburkan kesadaran Ingsun Sejati.

    Keempat :
    Celotehan Orang Berhakikat ; “Manusia terdiri dari jiwa dan raga yg intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan (Sang Pribadi). Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yg dilengkapi pancaindera, berbagai organ tubuh seperti daging, otot, darah dan tulang. Semua aspek keragaan atau ketubuhan diri adalah barang pinjaman yg suatu saat setelah manusia terlepas dari pengalaman kematian di dunia ini, akan kembali berubah menjadi tanah. Sedangkan rohnya yg menjadi tajalli Ilahi, manunggal ke dalam keabadian dengan Allah”.

    Sebuah Catatan Lama dibuang sayang ; Pengalaman rohani Ketika Syekh Siti Jenar berada di depan kubur Rasulullah, ia kembali mengalami lintasan-lintasn rohani yg menakjubkan. Kali ini melalui pandangan al-bashirah-nya, ia dipertemukan dgn sosok agung Muhammad SAW, yg mengungkapkan rahasia Nur Muhammad dan wujudiyah kepadanya, mengungkapkan rahasia kalimat, “Ana min nur Allah wa khalq kulluhum min nuri.” Demikian pula mengenai rahasia Haqiqah Muhammad, yang di dalamnya terhadap nama lain Nabi Muhammad, yaitu “Ahmad” itulah yg dimaksud dalam hadist “ana Ahmadun bi-la mim.” Yg maksudnya adalah “Aku tidak lain adalah Ahad.” Jadi Nabi Muhammad yang diberi nama semesta “Ahmad” tidak lain adalah pengejawantahan dari sang “Ahad” sendiri.

    Kelima : Allahu ‘alam bissowwab.

    Wass. sMoga bermanfaat.

  2. ass…
    alhamdulillah saya sudah paham 15thun yg lalu ap yg mas ruslianto jelaskan itu….bguslah untuk penyegaran…..

  3. ass….
    mas ruslianto ada yg bilang kepada saya sifat ALLAH yg 20 ada 7 yg msuk ke dalam 2 kalimah syahadat…tolong klo anda tau sebutkan dan jelaskan…maaf kerjaan saya bertanya trus..maaf satu lagi..
    tentang syahadat mutawillatun
    syahdat mutawassitah
    dan syahadat mutaakhirin…mohon pendapatnya… trimakasih

  4. assalamualaikum…kepada ustad muhammad darmawan terima kasih atas pencerahannya..sungguh uraian yg sangat bagus..sy sangat sependapat dgn anda.. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah paling mengetahui segala sesuatu. (QS. 24:35)

    kpd sdr2ku yg beriman..carilah cahaya hidayah krn dengan cahaya hidayah inilah kita dapat membedakan mana yg baik dan mana yg buruk..seperti didalam shalat kita memohon diberikan petunjuk ke JALAN YG LURUS..(surat al-fatihah)

    SHALAT…SHALAT…SHALAT..inilah tharekat Nabi MUHAMMAD SAW.. krn perintah shalat ini diterima Nabi Muhammad ketika Isra’ mi’raj…

    sdr2ku sy mau menyampaikan metode untuk IKHSAN kepada ALLAH sebagai berikut : mulailah dgn mohon petunjuk kepada ALLAH..letakkanlah (patrikanlah) dengan kosentrasimu (tulis) lafaz ALLAH dalam lubuk hatimu terus-menerus..kusyuk dan tunduk (seolah-olah engkau melihat ALLAH dan ALLAH sedang menatap engkau) lakukanlah ini terus menerus disetiap saat..disaat berbaring, berjalan, ketika shalat dan disemua aktifitasmu…JANGAN PERNAH HILANG LAFAZ ALLAH DALAM HATIMU..KALAU SAMPAI LUPA DIUSAHAKAN KEMBALIKAN MENULIS LAFAZ ALLAH DALAM HATIMU..

    lafaz ALLAH hanya ALLAH PEMILIK NAMA INI..oleh karena itu berMURSIDlah dengan nama ALLAH..nama ALLAH juga passpord untuk membuka komunikasi langsung dengan NYA… semoga bermanfaat…

  5. ass…
    mas ruslianto saya pernah bca kitab karya syeh abdul qodir jailani dan dsitu saya pernah bca,katanya didalam kalimah”lailaha illallah”itu setiap hurufnya mengandung nama nama ALLAH….tolong jelaskan!!

    • Bertanya karena tidak paham itu bagus tapi bertanya untuk menguji itu tidak baik krn tanpa sadar kita disusupi hawa nafsu

      • tidak apa bang sm,,
        jika yg anda plajari ialah benar,,
        sdah pasti stiap prtnyaan bsa dijawab ,
        jika pun tidak bsa untk dijwab,,
        bisa jga untk direnungkan, dn mncari kbenarannya ..
        yg pntng sabar ajh :)

        • Saya lebih senang menjawab pertanyaan lewat tulisan agar orang lain bisa mendapatkan manfaat.
          Dan harus di ingat, tidak semua pertanyaan harus di jawab.
          Biarlah masing2 mendapatkan jawaban menurut tingkatan pemahamannya.

          • yah trgantung mas,
            qta tdak bsa mnjawab krna mmang tdak tahu , atau mmang krna dirahasiakan…
            klo mmang bang sm bsa mnjawab stiap yg dtnyakan sdah pastilah yg mmbaca bsa mndapat mnfaat ,, krna mngkin dri jwaban anda,, mreka pmbaca yg tdak tahu , skrg jdi bsa tahu …
            klo mmang niatnya mmberi manfaat ..

            mhon mf bila kta2q ad yg membuat trsinggung ..

            • Mas Syarif
              Alhamdulillah blog ini dibuat dengan tujuan banyak orang mendapat manfaat.
              Pertanyaan2 yg diajukan baik lewat komentar atau email insya Allah saya jawab sesuai kemampuan saya.

              Kalau pertanyaan tentang siapa Guru Mursyid lewat email saya berikan infonya tapi kalau lewat komentar tdk saya jawab biarlah saudara2 yg lain memberikan jawaban sesuai dgn Guru Mursyid yang diyakininya.
              Demikian

              • terima kasih buat bang sm… :)

                dan buat mas iwan ,, pegangan ilmu apa yg anda pakai,,
                syariat, tharikat, hakikat atau makrifat ?? :)

  6. ass…
    mas ruslianto tolong jelaskan
    menurut syeh Abdul Qodir jailani dalam kitabnya sir asror dsana dsebutkan bahwa didalam perjalanan roh melewati 4alam disutu dsebutkn dsetiap alam yg dlaluinya mempunyai nama2 yg berbeda…tolong klo anda tau dijelaskan….terimakasih

  7. mna lgi nih yg brtnya dn yg mnjawab,,
    kok tdak ada lgi ???

  8. hmm,, udh gk ad yg tnya dn mnjwb lgi nih
    gntian deh biar saya yg brtnya …

    arti syahadat itu apa??
    silahkn buat mas ruslianto spa tau mau mnjawab :)

  9. ass..
    bertanya itu untuk mncari kejelasan..maaf jika banyak bertanya…krna semua ilmu yg kita tau dari seseorang masih hrus ditanyakn lagi…itu mungkin juga suatu kebijakn…maaf jika salah kata pda mas SM….kbenaran sejati hnya ALLAH yg tau tnpa ada kesalahn sedikitpun…
    wassalam….maaf

  10. Buat pak sarif..
    IKHSAN KEPADA ALLAH (seola-olah melihat ALLAH) Itu ajaran ISLAM..hadistnya ada..coba anda renungkan kalimat ini : Bissmillahirrahmannirrahim…artinya “Dengan NAMA ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”….

    dan LAFAZ ALLAH adalah LAFAZ (NAMA) yang maha agung..yaitu nama yang hanya ALLAH yang menyandangnya (PEMILIK NAMA INI)…intisarinya krn zat ALLAH MAHA GHAIB..tidak dapat dibandingkan dengan apapun oleh karenya NAMA ALLAH sebagai sarana (TAWASUL) untuk mendekatkan diri kpdNYA..dan Insya ALLAH klo anda tulus dan ikhlas mencari kerdhanNYA..anda akan diperlihatkan CAHAYANYA.. dan sebagai saran sy agar anda mendapatkan kenikmatan ini sebaiknya anda belajar hadist yang berkaitan dengan adab2 SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW dan melakukannya(MENGAMALKANNYA) .. :
    -adab bersuci..(istinja’. mandi,berwudhu, membersihkan brg yg terkenak najis, dll)
    -adab Shalat..(tata cara shalat yg benar)
    -adab puasa..(tata cara berpuasa)
    -adab bertetangga
    -adab suami terhadab istri
    -adab kepada orang tua
    -adab terhadap sahabat
    -adab terhadab guru
    -adab menuntut ilmu
    -adab jual beli
    -dan banyak lagi ADAB (AKHLAQ) yang merupakan sunnah rasulullah saw..

    “DALAM DIRI RASULULLAH TERDAPAT SURI TAULADAN BAGIMU”
    (al-qur’an)

    ada kata-kata mutiara dari seorang alim :
    YANG SAMPAI KEPADAKU… HANYA MEREKA YANG DATANG KEPADAKU.. DENGAN HATI YANG PATAH DAN JIWA YANG TERANIAYA..
    – Semoga bermanfaat…

    • trima kasih pak imet abduh…
      tp klo buat mndekatkan diri kpada Allah
      itu rasanya tdak perlu
      qta hnya prlu mngenal bukan mndekatkan
      ” WAFI AMFUSIKUM AFALA TUB SIRUUN”
      ” WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIS”..
      sdah jlas klo ALLAH TA’ala itu sngat dkat … knpa msh ingin mncari jlan untk mndekatkan diri…
      tntang shalat ,, apakh qta sdah mngenal ALLAH , prnah melihat , prnh brtemu ..
      itu lah sbenar2nya kenal ..
      kalau tidak kenal yah shalatnya tdak sah ..
      LAYASUL SHALAT ILLA BIN MAKRIFATULLAH..

      dn jga bismillahhirrahmannirrahim
      jgn cma hanya skedar diucapkan
      tp diamalkan ,, diamalkannya yah dgn cara gmna kasih syang qta slalu dipakai kpada saudara kluarga dn lingkungan qta …

      trima kasih bapak imet abduh,, kta2 saya ini juga bukan utk diprdebatkan ..
      jika ada salah kata dn mmbuat trsinggung
      mhon dimaafkn..
      assalamuallaikum ..

      • assalamu’alaikum pak sarif..
        pengertian dekat disini..sy kira ndak perlu lagi diartikan krn klo sdh dekat pasti sdh kenal dong….hahaha..
        bisa juga pak arif sdh melihat tapi tidak dekat..bisa juga kan..???
        HAHAHAHA….

        buat ustad Sufi Muda..
        untuk kebaikan dan mungkin sdr2 kita bisa juga dapat mengambil manfaat dari ulasan sy…sy harapkan SM tidak menghapus tanggapan2 sy..dan sy menanggapi ulasan2 SM bukan sy berlaku lancang dan sombong untuk beradu argumentasi…insya ALLAH dalam metode/system (cara) mencintai ALLAH kita boleh berbeda2 tapi tujuan pasti sama yaitu mencari ridha ALLAH SWT..

        mohon maaf..dan trima kasih telah memberikan sy ruang untuk menulis sedikit pengetahuan sy tentang dinnul Islam…
        semoga rahmat dan kasih sayang Allah terlimpah kpd kita (kaum muslimin) sampai hari kiamat…

      • jangan berdebat kalaulah megundang dosa,dekatlah kita d jln baik krn allah swt

      • sok kamu arip

  11. barifbrave on said:

    Boleh donk tukar link, Muhammad Barif

  12. “Assalamualaikum” ( dari bahasa arab artinya kurang lebih: “Semoga Keselamatan Untuk Anda Semuanya”).

    “Ass” (dari bahasa inggris artinya “PANTAT”).

    Saudara ku se Islam se Iya dan Se Kata, Tanpa kita sadari Budaya Islamiyah kita pelan-pelan berubah, apakah kita akan mengikuti perubahan itu? ataukah tetap berpegang teguh pada amaliyah yang sudah orang tua dan guru-guru kita kerjakan?

    Kalau saya pribadi saudaraku, saya akan mengikuti jalur orang tua dan guru-guru saya, (Meskipun ngaji 6 tahun cuma diajarkan ilmu IKHLAS),

    Untuk saudaraku Sarif dalam komentarnya

    “kalau tidak kenal yah shalatnya tdak sah ..”
    sah tidaknya sholat kita Allah yang tentukan,.

    hati-hati komentar anda nantinya jadi sumber yang menyimpang buat orang-orang awam.

    Yuk Bareng-bareng ngaji Syiir Tanpo waton nya Gus Nizam Asshofa

    Wassalamu’alaikum

  13. hehe…buat gus
    berkata dengan tulisan beda dengan berkata langsung berhadapan…dan yg membaca pastilah paham dengan kata “ass…”yg ada titik2nya itu tandanya pembaca sudah paham…klo bicara langsung tidaklah mungkin disingkat jadi ass.. hehe!!
    mungkin penulis itu pngen cpet aja hehe…n tidak mungkin klo bicara langsung dengan orang cuma bilang ass..haha jadi lucu…tpi teyep kuhargai maksud baik gus…mungkin guss takut nanti ucapan assalamualaikum dimasyarakat islam jadi ass.. saja hehe..trimakasih wass…he maaf wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu..

  14. a.s.s.mas sufi muda,guru mas sekarang silsilah ke berapa?klo perlu mas jwab saya sangat berterima kasih,kalau tidak saya sudah mengerti knp mas tidak jwab,berarti kt sama dong,,,,,

  15. Jelang Pemilu Marilah kita
    Belajar sabar tabah bertaqwa
    Kalah bersaing montong kecewa
    Kalah dan menang soal biasa

    Pabila menang janganlah bangga
    Tapi bersyukur anugrah tahta
    Amal amanat Alloh pencipta
    Marilah kita sama bekerja

    Tertinggal pantang berputus asa
    Pengorbanannyah besar berpahla
    Niatnyah harta di daya guna
    Beri pitulung amat berguna

    Hidup merdeka cukuplah lama
    Sudah saatnyah arip dewasa
    Amal agama rukun saudara
    Bersatu amal di pancasila

    Tiada ada kata pencela
    Tetapi lemah wajib di bela
    Ituh amanat Alloh pencipta
    Demi ibadah hidup di dunya

    Temapt ibadah masjid musholla
    Tiada beda kelenteng gereja
    Bentuk dan nama memang berbeda
    Tapi pengguna sama manusia

    Adapun amal ahlas bertaqwa
    Sesuwai bidang lepel ke bisa
    Islam pun juga berbeda-beda
    Mengapah harus perang agama

    Perang agama perang saudara
    Perang penyebab hidup sengsara
    Amat berdosa ngancurin taqwa
    Cobalah insan arip dewasa

    Penjahat dunya hobi mencela
    Ulah curiga dan buruk sangka
    Se akan mahluk tida berjasa
    Tida bersyukur penyebab siksa

    Pantang menyerah dan putus asa
    Selama masih di alam dunya
    Ibarat jalan menuju roma
    Berpariasi di romantika

    Pengorbanannyah besar berpahla
    Korban tenaga ataupun harta
    Itulah jihad menuju sorga
    Pabila insan arip dewasa

    Saat pemilu saatnyah kita
    Milih belajar mengenal jiwa
    Jiwa pemimpin arip dewasa
    Berahlak rosul panutan kita

    Amal dunya program negara
    Duwa bertokoh umaro ulama
    Cobalah rakyat belajar nanya
    Jangan menjadi eso menduga

    Program negara struktur bekerja
    Bawah menengah atas ketiga
    Silih lengkapi bekerja sama
    Jangan menjadi pengadu domba

    Aduhay insan adam dan hawa
    Lihatlah anak turunan kita
    Harapan kita nusa dan bangsa
    Soleh solehat berwibawa

    Pastinyah kita ibu dan bapa
    Mulai arip juga dewasa
    Utama para tokoh kepala
    Buwanglah ahlak mengadu domba

    Rutin mingguan di balai desa
    Atau negara majlis istana
    Masjid musholla kelenteng gereja
    Tempat belajar arip dewasa

    Amal agama bukan bicara
    Tetapi kompak giat bekerja
    Begituh pula berpancasila
    Bekerja dengan arip dewasa

    Resiko julang inih bicara
    Isu gosipan setres dan gila
    Banyak penilai buwang agama
    Bertanda ilmu apalah guna

    Aji Baca Tanya Uji Dirimu Sendiri

  16. abu mubarok al-madani on said:

    assalammu’alaikum sahabat semua,,,,,,,,,,zikir adalah salah satu thoriqot Rosululloh SAW dan sahabatnya. sedangkan da’wah adalah maksud hidup Rosululloh. untuk mengambil thoriqot (suluk) dianjurkan terlebih dahulu kita harus memahami ilmu dasar dalam islam (Thoharoh dan ibadat), seperti yang disebutkan oleh saudara kita diatas. ilmu juga memiliki haq, dan kepahaman atas thoriqot tidak dapat diterima oleh semua insan.

    Bersyukurlah anda yang suluk karena ketika robitoh mengingatkan kita (zikrulmaut) bahwa suatu saat nanti juga akan meninggal, dengan harapan akan dikumpulkan diakhirat nanti bersama mereka (para guru) ditempat yang bernama ‘illiyyin. saat robitoh juga Allah memberikan nur yang sangat berbeda dengan nur yang dihasilkan dari sholat, puasa, sedekah, maupun da’wah.

    Beberapa diantara manusia ditinggikan Allah derajat mereka disebabkan zikir mereka. diantaranya Robiatul ‘adawiyah Rah.ha., Ummi Biy ibunda Maulana Ilyas Rah.a Syeikh Nizamuddin Rah.a., Syeikh Durun Nafis Rah.a., Syekh Abdul Wahab Rokan. Syeikh Mahmud Kholid ‘Umar at-temboro, termasuk guru saya Syeikh Ismail Al Barusy. Wallohu a’lam bisshowab

  17. assalammu’alaikum

    ingin memberi kritik yang membangun dan semoga tidak sampai menyelisihi sunnah nabi.Alangkah baiknya jika judul tulisannya dirubah menjadi “jika gurumu wali qutub,ajaklah beliau untuk bergabung dengan imam mahdi”.sehingga sejalan dengan sun ah nabi.
    wallahu a’lam bish shawwabi
    wassalammu’alaikum

Comment navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 15.243 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: