Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH

Pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh pengunjung sufimuda kepada saya lewat email adalah bagaimana shalat bisa menjadi khusyuk, apakah kita bisa melaksanakan shalat khusyuk dan ada juga yang berpendapat bahwa hanya nabi Muhammad SAW berserta sahabat-sahabatnya dan ulama salafush shalih saja yang benar-benar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk selain dari mereka tidak ada yang bisa melaksanakan shalat khusyuk.

Terhadap pendapat terakhir saya kurang setuju karena kalau memang cuma Nabi dan para sahabat yang bisa shalat khusyuk maka hampir semua orang dimuka bumi ini akan masuk neraka wail, dengan demikian fungsi Al-Qur’an dan hadist sia-sia, juga peran ulama sebagai penyambung dakwah dan sebagai pewaris ilmu nabi juga tidak akan berguna sama sekali.

Khusyuk menurut Guru Ngaji Saya

Saya masih ingat ketika masih kelas 1 SMP waktu itu masih berumur 12 tahun, saya diajarkan cara shalat khusyuk oleh guru ngaji. Beliau mengatakan untuk bisa mencapai shalat khusyuk kita harus mengetahui makna dari ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, kemudian harus kita hayati dalam hati. Antara ucapan dan gerak badan harus selaras, mengucapkan harus benar-benar masuk kedalam hati bukan hanya di bibir saja. Kemudian Beliau memberikan tanda-tanda shalat kita itu sudah khusyuk. Ketika mata kita menatap ke sajadah perhatikan dalam-dalam, nanti akan ada bayangan bulat samara-samar, saat itulah shalat kita menjadi khusyuk.

Saya meyakini apa yang diajarkan oleh guru ngaji saya, saat muncul bayangan bulat itu saya sangat senang karena saya yakin sekali kalau shalat saya sudah mencapai tahap khusyuk dan ketika bayangan itu tidak muncul maka saya jadi sedih. Saya yakin sekali apa yang diajarkan oleh guru ngaji, karena beliau adalah alumni salah satu pasantren terkenal di daerah saya.

Metode shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad saya itu tidak ada bedanya dengan metode pelatihan shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad Abu Sangkan. Setiap sore saya menyempatkan diri untuk menonton acara di Metro TV tentang pelatihan shalat khusyuk yang dibawakan oleh ustad Abu Sangkan.

Seperti juga guru ngaji saya dulu, Abu Sangkan berkeyakinan bahwa shalat khusyuk itu identik dengan ketenangan dan hilangnya kesadaran. Abu Sangkan mengatakan bahwa ketika bertakbiratul ihram kita harus membuang ingatan kita terhadap apapun. “Tidak ada Guru Mursyid, tidak ada Syekh Tarikat dan tidak ada zikir yang ada hanyalah Allah semata-mata”. Persis sekali yang diajarkan oleh guru ngaji saya, cuma Abu sangkan menyampaikannya lebih lengkap disertai dengan kajian-kajian ilmiah. Apa memang demikian shalat khusyuk?

Shalat khusyuk bukanlah mengosongkan pikiran seperti dalam meditasi yoga, karena kalau kita memaksakan pikiran untuk kosong pada saat itulah timbul nafsu kita dan syetan sangat halus dan sangat lihai untuk menyusup di alam bawah sadar kita. Sama juga orang yang mencapai shalat khusyuk lewat alat-alat elektronik, mendengarkan lagu yang dibuat khusus agar kerja otak menjadi berimbang antara kiri dan kanan. Cara seperti ini memang akan mencapai ketenangan akan tetapi kita juga harus pertanyakan lagi apakah memang ketenangan seperti itu yang dinamakan khusyuk, dan apakah memang demikian yang dikehendaki oleh Allah SWT?

Khusyuk di atas dengan berbagai jenis pelatihan bagaimanapun masih pada tataran akal dan kita merasa khusyuk menurut sendiri. Ustad Abu Sangkan menulis buku dengan judul “Spiritual Salah Kaprah” untuk mengkritik ESQ, pelatihan lewat musik untuk menstimulasi otak yang bersifat instant dan kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan spiritual yang dilakukan oleh kaum sufi, demikian pendapat Abu Sangkan.

Menurut saya pelatihan shalat khusyuk yang diperkenalkan oleh Abu Sangkan juga masih dalam tataran otak dan pemikiran, karena menafikan sama sekali fungsi Mursyid dan sudah pasti yang di dapat bukan Nur Allah akan tetapi ketenangan yang tidak tahu berasal dari unsur apa. Berbicara masalah rasa (tenang, damai, dll) itu masih bersifat sangat subjektif. Maka saya menyebutkan pelatihan khusyuk ala Abu Sangkan sebagai Shalat Khusyuk Salah Kaprah.

 

Khusyuk Menurut Sufi

Menurut golongan sufi, khusyuk itu bukan tidak mengingat sesuatu, akan tetapi seseorang dikatakan khusyuk apabila dia terus menerus bisa memandang wajah Allah SWT. Kalau kita ingin menghilangkan pikiran terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan bukan berarti kita mengosongkan pikiran sama sekali karena di dunia ini tidak ada yang kosong. Setiap yang kosong itu mesti di isi oleh dua unsur; Haq atau Bathil.

Shalat khusyuk adalah kondisi dimana sang hamba bisa berdialog dengan Tuhannya di alam rabbani, maka disebutkan “Shalat itu adalah Mi’raj bagi orang mukmin”. Pada saat shalat maka rohani kita akan terangkat ke Alam Rabbani, alam yang ada hanya Allah SWT.

Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari. Wajah Guru Mursyid yang kamil mukamil dan khalis mukhlisin tidak akan bisa ditiru oleh syetan dan kalau ada syetan yang mencoba meniru wajah Mursyid akan langsung terbakar. Jangankan Guru Mursyid, photonya saja tidak akan bisa didekati oleh jin dan sejenisnya termasuk para dukun yang menyembah jin. Kalau seorang Guru Muryid belum mencapai tahap itu berarti kadar dan keotentikan kemursyidannya perlu dipertanyakan lagi.

Kunci pertama untuk bisa mencapai shalat khusyuk adalah Makrifatulllah, mengetahui hakikat Allah sehingga selalu bisa berdialog dalam shalat. Tanpa mencapai tahap makrifat bagaimanapun canggihnya pelatihan shalat tidak akan mencapai shalat khusyuk yang sesungguhnya karena dalam hati masih bersemayang dan berbisik-bisik syetan yang sangat berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat An-Naas.

Bagi pengamal Tarikat, bermakrifat kepada mursyid merupakan awal dari tercapainya shalat khusyuk karena sesungguhnya makrifat kepada Mursyid adalah awal dari makrifat kepada Allah. Daripada anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk pelatihan shalat khusyuk dan belum tentu mencapai alam Tuhan lebih baik anda berbaiat kepada salah seorang Guru Muryid yang akan membimbing anda kehadirat Allah SWT. Pelatihan shalat khusyuk mungkin diperlukan oleh orang-orang yang tidak menekuni Tarikatullah agar shalatnya lebih tenang. Pelatihan ini tidak diperlukan sama sekali bagi orang yang telah mempunyai Guru Mursyid apalagi yang telah mencapai tahap makrifat. Apabila anda telah bermakrifat (berjumpa) dengan Allah SWT masih perlukah anda berlatih shalat khusyuk?

Berlatih sopan santun tata cara menghadap Raja hanya diperlukan bagi orang yang akan berjumpa dengan Raja, pelatihan itu tidak diperlukan lagi bagi orang yang telah duduk bercengkerama bersama Raja, karena segala aturan terserah kepada Raja. Mengatur tutur kata berbicara dengan Raja diperlukan oleh orang yang akan menjumpai raja dan tidak akan diperlukan oleh orang yang berulangkali berjumpa dengan raja, karena segala dialog itu terserah kepada kehendak Raja.

Semoga Maharaja Manusia akan selalu memberikan kita kesempatan kepada kita untuk terus bisa singgah di istana-Nya, menikmati perjamuan-Nya dan bisa melayani tamu-Nya. Amien ya Rabbal ‘Alamin

 

Single Post Navigation

370 thoughts on “SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH

Comment navigation

  1. yg penting sholat aja sesuai ajaran ilmu syariat, yg bisa sholat khusyu adalah manusia2 yg dalam hati nya tdk ada keinginan selain Allooh. tanyakan aja sama diri kita masing masing apakah masih ada dlm diri kita keinginan selain allooh. klw mengajar kan sholat khusyu tp yg mengajarkan nya msh ingin di bayar di hormati di segani, maka dia pembohong besar. siapapun dia. datangilah para Ulama para aulia yg murni menyebarkan agama cuma karna ingin ke ALLOOH. yakin pasti sholat mereka khusyu. MEREKA2 lah yg bisa mengajarkan sholat khusyu, KARNA BELIAU2 lah pewaris ilmu dzohir dan bathin nya Rosulullaah. HE…HE…AYO JGN PADA BERANTEM ITU NAMA NYA MSH ADA HAWA NAFSU. bgmn mau bs khusyu sholat nya

  2. alhamdulillah bang SM berguna sekali tulisannya!hanya sayangnya mash byk orang islam yang salah kaprah mengenai sholat khusyu!kalau cuma bercermin dibuku2 panduan sholat mah,anak TK jga bisa!tpi apakah dijamin khusyu?

  3. Beserta muryid PASTI sholatnya khusyu’,karena rochani Mursyid selalu berhubungan Allah SWT, bagi yg belum ketemu Mursyid silahkan belajar tasauf supaya kafah dalam belajar ilmu islam ( iman, iislam & ichsan) & salam 513 untung bg SM.

    • sangat salut mas.. semoga rahmat Allah terus tercurah..sebab untuk kenal mengenal Allah bukan lah hal yang mudah.. dalam al Qur an sudah di pastikan hanya 1 diantara 1000 yang sampai pada tahap ini (bisa melihat wajah Allah swt). (orang yang Allah kehendaki). begitupun setelah sampai di sana masih tersaring lagi hanya 1 diantara 1000 yang setia selamanya dan 1 diantara 1000 yang bisa mencapai karamallah wajhahu.. subhanallah.

      maka mereka mereka inilah yang tidak melewati penghisaban. sebab mereka sudah dijaminkan pemilik surga oleh Allah.

      maka mengenal Wajah Allah mutlak Rahmat dari Allah swt.. semoga kita termasuk salah satu yang dipilihNya. Amin..

      • learnbahasanow on said:

        Al quran ayat berapa yang menyatakan demikian? Tolong di beri tahu yang lain jika memang ada biar bisa mengerti. Kalau tidak ada, hati-hati mengatas namakan al quran.

  4. assalamu alaikum wrwb Bang SM, mohon izin mengcopy tulisannya

  5. Lalu berlajar sama siapa? Jangan saling menyalahkan..
    Apakah anda sendiri sudah benar? Jika andan bisa menyalahkan orang lain. Artinya anda sudah benar? Lalu bagaimana sholat yang khusyu dan benar menurut anda?

    • nur wahidah on said:

      setujuuu, sebaiknya kita mengambil baik dan benarnya saja dari apa yg kita dapatkan, bukan malah saling menghujat, krna sudah pasti tidak ada makhluk Allah Yg Sempurna, Kesempurnaan adalah milik Allah semata

      • sebagai sesama muslim kita harus saling berbaiksangka ( berfikir positif) tidak ada satu atompun untuk menghujat, takut kepada ALLAH SWT dengan surat alhujarat ayat 11-12. ( silahkan dibaca & dihayati) “illahi anta maksudi waridhoka madlubi.”

  6. Sejauh yang saya pahami, Allah SWT tidaklah membebankan sesuatu lebih dari apa yang kita mampu, meskipun tentu salah kalau kita kemudian terserah – semaunya dan putus asa tidak mau berusaha meningkatkan diri agar kita lebih mampu menerima beban.

    Tentang sholat khusyuk, hemat saya menjadi susah dilakukan serta debatable jika itu adalah bagaimana caranya yang kita tanyakan secara ”njlimet” (detail). Namun insyaAllah masalahnya menjadi sederhana jika kemudian kita kembali kepada syariat Nabi, ”Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat saya sholat” — Rasulullah pernah sholat dengan sambil menggendong cucu-cucunya, saran Rasulullah segerakanlah rokaatmu kala mendengar anak menangis, pernah rukuk Nabi diperlama guna menunggu sahabat datang. Disisi lain sahabat nabi pernah minta dicabutkan anak panah yang menancap ditubuhnya saat sedang sholat dan juga sambil rukuk dalam sholat Imam ’Ali memberikan cincinnya kepada peminta-minta.

    Jadi, bagaimana kita menggambarkan dan memahami khusyuk itu tentu tidak lepas dari contoh tauladan kita Nabi Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang telah dijamin masuk Syurga. Jadi khusyuk pemahaman saya adalah melakukan ibadah sesuai dengan syariatnya. Sejauh syariatnya dilakukan benar, insya Allah khusyuk.

    Hemat saya yang musti perlu juga menjadi perhatian dan lebih mudah dilihat dari khusyuk atau tidaknya sholat seseorang adalah hasilnya dari sholat tersebut. Prosesnya adalah sholat khusyuk dan produknya adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar!
    Adalah benar bahwa dua ibadah tersebut tidak bisa terpisahkan!

    ”Allahumma ‘ainni ‘ala dzikrika wasyukrika wakhusni ‘ibadatik.”
    Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingat-Mu, dalam bersyukur kepada-Mu dan dalam melakukan ibadah yang baik (khusyuk) kepada-Mu. (HR. Abu Dawud)
    Aamiin.

    Barakalluhu fikum

  7. Ass wr wb.
    Maaf Pak Sufimuda tidak ada metoda yang salah asal semua cara untuk mendekatkan diri mengenal dan kembali ke Allah SWT jadi tujuan kita semua ke Allah SWT lha masalah sholat kita bisa khusyu’ apa tidak itupun tergantung kemauan dan kehendak Allah SWT kita mau diberikan kekhusyukan apa tidak, jadi khusyu dalam sholat itu tidak bisa kita bikin / kita buat hanyalah Allah SWT yang menurunkan khusyu’ itu ke dalam hati kita, kalau begitu kita sama mencari metoda untuk kenal lebih dekat ke Allah SWT saja, terima kasih Pak Sufimuda Maaf sekalai lagi sekedar Sering aja Wasalam

  8. Assalamu’alaikum duhai sahabat… saya bukan orang yang pintar dalam hal agama… apa yang sahabat sampaikan sudah benar, dan yang juga disampaikan Ust. Abu sangkan juga tidak salah… setiap orang yang berjalan di jalan ALLAH dengan cara yang khusus.. pasti memiliki metode pengajaran, metode penyampaian yang berbeda beda.. jika kita memang sudah benar duduk di Hakikat dan Ma’rifah.. sesungguhnya hal itu bisa dimaklumi… membimbing NAFSU yang tidak kenal akan DIRI tidak akan selalu sama caranya, tergantung situasi dan kondisi serta kebiasaan NAFSU NAFSU itu sendiri… saya juga pernah dibimbing seorang Mursyid yang dulu pernah dibimbing seorang mursyid Alm. Tuan Syekh Pakitamba dari Ponpes Basilam dimasa lalu, Bahkan beliau sangat melarang keras kami untuk menghadirkan WAJAH MURSYID dalam Tawajjuh… akan tetapi apabila WAJAH MURSYID hadir dalam Tawajjuh dengan sendirinya tanpa kita kehendaki, tanpa kita hadir hadirkan ( Ma’rifahkan ) itu baru dari ALLAH, karena Mursyid saya selalu berkata… UWAK BUKAN SEORANG GURU, UWAK BUKAN ORANG YANG BERILMU,,, uwak tidak punya apa apa, uwak hanya orang bodoh, kalau uwak berceramah… sesungguhnya UWAK sedang diajari ALLAH, dan dari penyampaian yang keluar dari mulut uwak ini, uwak juga belajar, kita sama sama belajar dan mengajar… tidak ada manusia yang pintar jika manusia itu mengetahui sebenarnya dari mana kata, faham yang ia dapat… Manusia hanya diberitahu tetapi sayangnya manusia setelah diberitahu oleh YANG MAHA TAHU, dia mengambil alih bahwa dia yang TAHU… UWAK BUKAN ALLAH walau UWAK MURSYID, TETAPI MURSYID MENYEMBAH ALLAH, JANGAN SEMBAH MURSYID, MENGHADIRKAN WAJAH MURSYID DENGAN SENGAJA, SAMA SAJA BERTUHANKAN KEPADA YANG DIJADIKAN, TETAPKAN HATI DAN PANDANGAN HANYA KEPADA ALLAH YANG TELAH MENUNJUKI MURSYID, UWAK DIKATAKAN MURSYID, TETAPI UWAK FAHAM BETUL, MURSYID TIADA DAYA DAN UPAYA MENYAMPAIKAN ORANG YANG DIBIMBINGNYA UNTUK SAMPAI KEPADA DIRI, ALLAH, DAN RASULNYA, JADI KITA SAMA SAMA BERTUHAN KEPADA ALLAH, UWAK SEBAGAI MURSYID HANYA MEMBERITAHUKAN CARANYA UNTUK DAPAT KENAL DIRI, ALLAH DAN RASUL,SELEBIHNYA ITU HAK DAN URUSAN ALLAH ITU SENDIRI, BUKAN HAK DAN URUSAN MURSYID, itu kata kata yang sering terlontar dari Mursyid saya ( Alm. MUHAMMAD HATTA DARRABI ), Mursyid saya juga tidak mengajarkan tata cara yang sering dilakukan dalam dunia Tareqat pada umumnya… bahkan beliau sering menyuruh saya pergi secara halus apabila beliau sedang berceramah,,, Beliau hanya menekankan INGAT ALLAH dalam setiap detik, Jauh berbeda dengan apa yang diajarkan di Tarekat Besilam… memang ada hadist yang mengatakan bahwa ” Aku mengenal Tuhanku sebab dari Tuhanku “, faham beliau ” Tiada Tuhan selain ALLAH ” seorang Hamba dapat mengenal ALLAH karena ALLAH itu sendiri, kita menyembah Nama NYA sampai AKhirnya IA yang punya Nama Mengenalkan Dirinya, dalam bentuk Nama, Asma, Sifat, Perbuatan, dzat dan DIRINYA SANG PEMILIK Nama, Asma, Sifat, Perbuatan, dzat, kita sering menyebut nama NYA sampai SANG PEMILIK NAMA memperkenalkan DIRINYA, ” Sesungguhnya AKU lah ALLAH “,… Dan Mursyid saya selalu berkata kepada mereka yang datang,,, TIDAK ADA JAMINAN AKU AKAN MASUK SURGA WALAU TELAH KUKENAL DIRI KU, ALLAH DAN RASUL,,, KARENA AKU BELUM SAMPAI FINISH / BAGIAN AKHIR YAITU SAKARATIL MAUT, maka dari itu TUNTUTLAH ILMU DARI BUAIAN HINGGA LIANG LAHAT,,, JANGAN SAMPAI LAUTAN YANG TELAH KITA RENANGI SELAMA INI MENYERET KITA KEMBALI KEDALAM LAUTAN SAAT KITA TIBA DI TEPI PANTAI…. Selamat berjuang duhai sahabatku, kita sebagai manusia tetap tidak sempurna apalagi saya ini yang memang benar benar BODOH,, APA GUNA TAU ( ILMU ) KALAU HANYA SEKEDAR TAU ( ILMU ), YANG PENTING ITU ADALAH BISA… BISA SUDAH PASTI TAU (ILMU)… TAPI TAU(ILMU) BELUM TENTU BISA… TAU HANYA KARENA SEBAB RASA,,, BISA KARENA SEBAB SEBENAR RASA… ITULAH Nasehat Beliau saat menjelaskan tentang 7 MENJADI SATU 1 MENJADI TUJUH, YANG SATU KEPADA YANG BANYAK, YANG BANYAK KEMBALI KEPADA YANG SATU, BAGAIKAN MINYAK DIDALAM AIR YANG BERSATU TAPI TIADA MENYATU… NYAWA MUHAMMAD… Ma’afkan kelancangan saya yang bodoh duhai sahabatku… semoga kita dapat menjadi sahabat dunia dan akhirat…. Assalamu’alaikum….

    • assalamu alaikum..

      apa yang dikatakan bang hasan basri juga ada benarnya dan yang di ajarkan oleh Abu sangkan juga ada benarnya.

      sebab titik yang paling penting barangkali adalah apakah/manakah yang paling di maui oleh Allah.? tapi bukankah didalam alquran sudah diwanti wanti ole Allah bahwa siapa yang hidup dalam duniaku buta mata hatinya lebih lebih nanti di akhirat nanti akan buta dan sungguh tersesat drjalanku yang lurus.. AL QS al Isra : 72.

      dari ayat ini secara logika Allah sangat mengancam kita untuk harus melihat Allah sbelum meninggal.(SYARAT).

      demikian pula Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rojiuun… semua dari Allah dan harus pula kembali kepada Allah.

      tapi banyak kita salah kaprah. karena yang terjadi adalah kita dari Allah malah kembali ke tanah.

      kembali ke ayat 72 al isra.. seharusnya semua dari kita umat muslim dapat kenal mengenal Allah selagi masih di dunia. bukan hanya kita merasa mengenal Allah namun Allah tidak mengenal kita.Cilaka 13. apalagi dalam sholat pasti nya tidak boleh berpisah antara hamba dengan tuhanNya.

      Jadi memang tidak ada pilihan lain selain harus mengenal jatidiri.untuk bisa mengenal Allah.

      bahwa mursyid memang ada yang sudah sampai pada tahap kenal mengenal dengan Alah. tapi INGAT SAUDARAKU. tidak semua Mursyid diberikan ijin oleh Allah mengajarkan kecuali untuk dirinya sendiri. . SEBAB ALLAH MENGKAFIRKAN SIAPAPUN YANG MEMBEBERKAN RAHASIA KERAJAANNYA..maka mursyid yang demikian mutlak musyrik jika di hadirkan dalam sholatnya.. Itulah sebabnya mursyid masih menyuruh terus berguru dan mencari.

      SEBUAH CATATAN.. INSYA ALLAH YANG PALING PENTING BAGI KITA ADALAH MENCARI TAHU:

      APAKAH SYARAT SYARAT MURSYID YANG MENDAPAT IJIN ALLAH UNTUK MENYAMPAIKAN TENTANG ILMU KENAL MENGENAL DENGAN ALLAH

      Semoga dengan mengetahui syarat sayarat ini kitapun akan bersemangat mencari dan berusha mendapat berkah dari beliau sehingga kita akan sampai pada Allah sebelum ajal menjemput.

      Amiinnn…

      wassalam

  9. guru mursyid itu cuma tokoh misterius.. klo sosok g mursyid itu betul2 ada.. tolong sebutkan pa mursyid itu alamatnya dimana, dan siapa nama aslinya.. sob?

  10. kalian semua benar..jadi ngk usah berantem ya…!! Jgn sprti saya ,yg tersesat di jalan benar.

  11. hazi adi on said:

    kalo merasa diri kita yg melakukan sholat,mana bisa khusuk sholatnya…

  12. hazi adi on said:

    ingat”lahhawlawala quataillabillahillazhim..dan innalillahi wainnaillahirojiun….salam semuanya

  13. Shalat Khusuk pada dasarnya simple bagi mereka yang mengetahui caranya. Inti dari kata Shalat itu adalah MENGINGAT, atau kata lainnya Zikir. Dimensi Shalat & berzikir tentulah beda, karena ada yg MENGINGAT dan ada yg MENYEBUT. “Dirikanlah Shalat dan berzikirlah’ Shalatlah sebagaimana aku Shalat” (Silahkan cari sendiri ayat dan Hadisnya). ‘Artinya ada yang yg Shalat, ada yg di shalatkan, dan ada tempat penyampaian shalat’. Coba baca surah Al-Baqarah, tdk usah tanya ayat keberapa, pokoknya baca sj semuanya. Disitu anda akan mendapatkan satu ayat yang menyatakan ” Jika kamu berjalan kaki atau berkendaraan dan kamu merasa takut, maka Shalatlah. Dan jika kamu merasa sudah aman maka berzikirlah (mengingat) kepada Allah. sesungguhnya telah diberitahukan kepadamu tetapi kamu tidak mengetahuinya”. kurang lebih begitulah bunyi ayat itu. Dalam hal ini anda boleh menterjemahkan sesuai pengetahuan anda masing2. Artinya, dlm kondisi apapun dan dimanapun kita berada, kita diwajibkan untuk selalu mengingat kepada Allah SWT. nah’ cara termudah untuk mengingat Allah kalau kita mengenalnya, karena sebuah nama tentu ada pemiliknya (silahkan cari pemilik nama yg ada ingin kenal). catatan. bedakan antara MENGINGAT dan MENYEBUT, sebab balita sj bisa menyebut.

  14. mursyid = syirik….!!!!!!!! apapun alasanmu itu ttp syirik….!!!!!!! ngerti ra tho…!!!!!!

    • Anda benar, bagi setan Mursyid itu syirik karena dengan bermursyid orang tidak menyembah setan
      Tergantung sudut padang, bagi abu lahab dan abu jahal, Nabi Muhammad itu pembohong, bagi ummat Islam Nabi Muhammad adalah al-Amin, tergantung sudut pandang

    • mas DUNIA….saya dulu berpikiran seperti anda..saya sangat menentang .tapi setelah masuk dalam thoriqot…..ternyata tidak demikian….justru manisnya iman benar benar saya rasakan…..coba ego anda di kurangi dan belajar mendalami tarekat anda akan benar benar tahu

  15. pahmi hidayat on said:

    assalamu’alaikum. setiap pencari ilmu harus memiliki guru ( mursyid ) jgnkan ilmu yg bersifat bathin ilmu yang nyata saja harus mempunyai seorang guru.semoga allah menemukan kita seorang mursyid yang kamil mukammil dan dapat membimbing kita ke jalan yang lurus.amin.Ikhwanku SM boleh minta nmr HP dan alamat mursyid yang kamil mukammil.Syukron ikhwan.Assalamu’alaikum.

  16. assalaam’alaikum. mohon untuk menjaga maqomnya masing masing. utk bang SM salut buat anda & maju trs. maaf & trm ksh . wsslm.

  17. weleh, kok royokan jama’ah

  18. ass..
    buat hasanbasri siippp……….

  19. Matthew Dimiheafy on said:

    Jadi, seperti apa tutorial sholat khusuk ala sufi? Apa yang harus saya sadari, bayangkan dan rasakan ketika sholat? Saya pernah membaca di blog seorang sufi, katanya ketika sujud… YANG MENYEMBAH ADALAH YANG DISEMBAH, benarkah? Memandang wajah Allah ketika sholat, maksud anda? Mohon siapapun jelaskan pada saya, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami awam. Terima Kasih.

  20. Cungkrinx on said:

    Sudah jelas2 cuma nabi satu2nya manusia yang ga mampu ditiru oleh syaithan or iblis bermazhab or marga en kasta apapun, tapi penulis mereferensikan satu lagi yaitu guru mursyid yang khalis mukhalis yang ga mampu ditiru, padahal seorang syekh ternama pun pernah digoda, terlebih mengatasnamakan TUHAN. Terimakasih penred atas inputnya :D

  21. Ina sholati tanha anil fahsyai wal munkar wa ladzirullahi akbar
    Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, dana sholat adalah untuk mengingat Allah yang Maha Agung.
    * Tanda sholatnya telah khusyu maka kita telah mampu mencegah perbuatan yang keji (kotor) dan yang mungkar (maksiat). Sebab efek sholat yang khusyu pengaruhnya sangat besar.
    * Boleh juga dipahami jika sholatnya ingin khusyu maka jauhi perbuatan yang keji dan yang mungkar dan banyak-banyaklah mengingat Allah (dzikir)
    * Dzikir yang baik mendapat bimbingan dari seorang mursyid. Sebab dzikir laksana obat dan mursyid laksana dokter, atau dzikir laksana masakan dan mursyid laksana kokinya (ahli gizi).

    salam silaturahim shobat….

  22. yayanaji on said:

    khusu itu bahasan nya ilmu ihsan.dan sangat sulit apabila dilakukan dengan tehnik syariat tanpa ada nya pemahaman hakikat/tasawuf.dan harus ada bibingan seorang mursyied yang kamil mukamil,agar ibadah kita tidak tersesat.

  23. Muhyil Himmi on said:

    masing2 orang punya cara untuk mencapai khusyu’.. tak perlu harus dihujat, dituduh kufur ataupun salah kaprah.. pun belum tentu juga mereka yang punya mursyid dan belajar tasauf dijamin sholatnya khusyu’ serta dijamin masuk syurga kelak (wallahu a’lam) sebaiknya aplikasikan saja sebagaimana apa yg disampaikan pada QS. Al Ashr. Diskusikan langsung masalahnya secara baik2 dan bukan mengungkap pendapat yg belum tentu benar di media walaupun mengaku ngaku sebagai sufi muda.

  24. ketika mata masih pulas tertidur
    dan perut slalu kenyang…berebut
    dunia…..khusuk hanya PENGAKUAN saja

  25. Semua yang sudah berkomentar bagus, karena ada kepedulian terhadap perlunya perjumpaan dengan Allahnya masing2 dalam sholat. Apakah sipulan berjumpa atau tidak, kita tidak ambil pusing dong yaa karena itu Allahnya sendiri he he, jadi banyak cara ternyata agar bisa sampai ke roma, eh kepada Allahnya masing2.

  26. Ibarat merebus air pada suhu tertentu pasti akan mendidih, istiqomahlah sesungguhnya sholat adlh pertemuan/ peleburan makanya Allah menyuruh kita sholat 5 waktu setiap harinya yg mrpk proses utk pertemuan dg NYA diujungnya itulah khusuk saudara2ku. Insya Allah.

  27. hanya dengan praktek dengan bimbingan guru mursyid, hakikat kekhusyuan akan tercapai……tanpa itu tak akan mampu/dan pasti tertipu.
    {dulu sy juga menentang keras, anti tasawuf..tp sekarang saya sangat bersyukur bisa bertemu dengn pembimbing ruhani/mursyid…ternyata manisnya iman benar benar saya rasakan manis…]
    selamat berjuang menundukan keegoan, kefasikan, nafsu, merasa tahu, menundukkan perasaan paling benar
    belajar tasawuf dan tarekat hrus di barengi dengan praktek…bukan sekedar membaca…..

Comment navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 15.112 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: