AKU DAN 99

Saudaraku sekalian, ini adalah tulisan yang ke 99 di sufimuda, ada tulisan yang aku ambil di blog sebelah, ada yang aku kutip dibuku, ada yang aku comot dari website orang (tentunya aku cantumkan URL nya), ada yang terilham dari petuah-petuah Guruku yang amat aku cintai, ada yang terinspirasi dari kejadian-kejadian sekeliling, ada yang kutulis atas bisikan teman-teman yang selalu setia menemaniku dalam suka dan duka, ada yang aku dapat dari tangan orang-orang yang tidak suka dengan prinsip hidupku, ada juga yang aku kutip dari hembusan angin malam, dari hentakan musik, dari alunan ayat-ayat Al-Qur’an yang sering dilantunkan ibu ku disaat setelah selesai shalat magrib, kebanyakan ide yang tertuang dalam sufimuda tentu aku dapat dari Allah SWT langsung yang membisikkan kedalam lubuk hati paling dalam.

Continue reading

URAIAN RINGKAS MENGENAI ISRA’ DAN MI’RAJ RASULULLAH SAW DITINJAU DARI SUDUT ILMU METAFISIKA EKSAKTA

Hari ini tanggal 29 Juli 2008 bertepatan dengan tanggal 27 Ra’jab tahun 1429H, 14 abad yang silam telah terjadi suatu peristiwa yang luar biasa, menjadi tonggak sejarah baru ummat Islam, dimana Nabi Besar Muhammad SAW melaksanakan Isra’ dari Mesjidil Haram di Makkah ke Mesjidil Aqsa di Pelestina, kemudian melakukan Mi’raj dari Mesjidil Aqsa naik ke Sidratul Muntaha, menjumpai Allah SWT, pada saat itulah Beliau menerima perintah shalat sebagai salah satu rukun Islam.

Saya tidak mengajak pembaca sufimuda untuk menelusuri sejarah terjadinya Isra’ Mi’raj, karena kisah itu sudah sering kali diceritakan oleh para mubaligh kita, terkadang jadi membosankan, dari kecil kita sudah mendengar kisah itu. Juga saya tidak menanyakan kepada anda sekalian apakah anda percaya Isra’ Mi’raj tersebut, karena pertanyaan itu sudah dilontarkan selama 14 abad, cuma Abu Lahab, Abu Jahal dan kawan-kawannya yang tidak percaya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merengungi dan berfikir secara kritis, Bagaimana ilmiahnya sehingga Nabi SAW bisa melakukan Isra’ dan Mi’raj hanya dalam waktu semalam?

Kalau Beliau menuju Tuhan memakai Buroq sebagai kenderaan yang mempunyai kecepatan tak terhingga, apakah Saidina Abu Bakar dan sahabat-sahabat lain juga memakai Buroq?

Apakah seluruh ummat Islam untuk mencapai kehadirat Tuhan perlu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nabi?

Continue reading

SURAT UNTUK RASULULLAH

  Jika pergi bawalah kami

Kami ingin turut ber-bhakti

Menelusuri pelosok negeri

Menyebarluaskan kalam Ilahi

Amin Ya Allah Salam Ya Rasulullah

Continue reading

PRAHARA KEMATIAN

Pada zaman dahulu kala diceritakan ada seorang guru sufi memiliki enam puluh murid. Karena kedekatannya, sang guru pun hafal benar dengan kamampuan masing-masing muridnya. Pada suatu sore sang guru merasa bahwa saatnya untuk melakukan pengembaraan (safar) sudah tiba bagi murid-muridnya.

Continue reading

Hamba Baca, Hamba Syetan dan Hamba Tuhan

Di dunia ini banyak orang merasa menjadi hamba Tuhan, kalau kita ke mesjid, biasanya ada papan pengumuman yang menampilkan nama-nama orang yang memberikan sumbangan untuk mesjid, kalau sumbangan dalam jumlah besar ditulis nama penyumbangnya, misalnya, dari “Haji Polan”, atau dari “Kiayi Anu”, akan tetapi kalau sumbangannya dibawah Rp. 50.000,- biasanya cukup menulis inisial, dari “Hamba Allah”. Karena malu sumbangannya kecil lantas dia bersembunyi dibalik nama “Hamba Allah”, rasanya gampang sekali orang mengaku jadi hamba Allah, apa benar seorang yang memberikan sumbangan dalam jumlah tertentu bisa secara otomatis menjadi hamba Allah? Atau Cuma pengakuan kita aja sementara Allah tidak mengakui kita sebagai hambanya? Pertanyaan ini perlu menjadi bahan renungan untuk kita semua, sesuatu yang terkadang tidak lagi menjadi perhatian karena sudah menjadi suatu kelaziman, lebih jauh saya coba memberikan pertanyaan yang lebih spesifik, “Sudahkah kita menjadi hamba Allah?”, apa kriteria seseorang itu bisa digolongkan sebagai Hamba Allah?.

Continue reading

BUAH MANGGIS

Seorang turis dari Siberia, sebuah daerah dekat kutub utara berkunjung ke Indonesia dalam rangka mengisi masa liburannya. Ini kunjungan pertama kali dia ke luar negeri, dan negara yang ingin dikunjunginya adalah daerah tropis yang terletak di khatulistiwa dengan ciri khas mengalami musim panas sepanjang tahun dan tentu amat berbeda sekali dengan negeri asalnya yang sepanjang tahun diliputi musim dingin.

Continue reading

SEKILAS TENTANG TASAWUF

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin

“Di masa Nabi SAW tasawuf adalah sebuah realitas tanpa nama; kini tasawuf adalah sebuah nama, tetapi hanya sedikit yang mengetahui realitasnya.”

Continue reading

ZUHUD YANG SEBENARNYA

Sulthanul Aulia Ahli Silsilah ke-36 yang

mendapat gelar “Master Dunia Akhirat” mengatakan:

Hanya orang bodoh dan orang gila yang tidak ingin kaya

Continue reading

TASAWUF BUKAN BERASAL DARI ISLAM?

Dalam sejarahnya, tasawuf tak pernah lepas dari hujatan orang. Menurut mereka, tasawuf adalah bid’ah, mengada-adakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dala agama. Bahkan, tasawuf adalah suatu aliran yang sesat dan menyesatkan, baik karena kejahilan, motif menutupi ketidaksetiaan mereka kepada syariat, maupun malah untuk menghancurkan agama sendiri dari dalam. Apa yang menyebabkan sikap-sikap bermusuhan seperti ini terhadap tasawuf? Yang pertama adalah keyakinan tasawuf bahwa selain syariat, ada thariqah dan hakikat. Keyakinan inilah yang menyebabkan penolakansecara total terhadap tasawuf. Sedang yang kedua adalah adanya kepercayaan-kepercayaan tertentu yang diungkapkan sebagian sufi, seperti hulul,ittihad,wahdah al-wujud, dan sebagainya. Keberadaan-keberadaan kepercayaan yang heterodoks (nyeleneh) dan rumit seperti ini menyebabkan para penentangnya hanya mempersoalkan kepercayaan-kepercayaan ini tanpa mesti menolak keseluruhan tasawuf-kecuali sekelompok orang yang memang cenderung mengafir-ngafirkan kelompok lain yang bukan kelompoknya.

Continue reading

Orang Yang Memiliki Mimpi Terindah

Nasruddin mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.

Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta Nasruddin untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah. Nasruddin berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.017 pengikut lainnya.