Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

7 Tanya Jawab Tentang Thariqat

7 Tanya Jawab Tentang Thariqat

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Pengunjung sufimuda yang dirahmati Allah, terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya terhadap blog sufimuda, tentu lebih banyak kurangnya dari pada lebihnya, setelah sebulan sufi muda menerbitkan artikel-artikel, kami menerima banyak pertanyaan (45 pertanyaan) yang dikirim ke email sufimuda@gmail.com, sebagian besar bertanyaannya seputaran Thariqat, Mursyid dan Wasilah. Masalah thariqat bagi sebagian awam masih ragu-ragu, apakah memang bagian dari ajaran Islam atau suatu amalan yang diadakan oleh orang-orang sufi tanpa ada dasar dalilnya. Karena pertanyaannya sebagian besar menginginkan dalil-dalil, maka kami menjawabnya dengan dalil-dalil, sebagian besar kami ambil dari buku:

Permasalahan Thariqah, Hasil Kesepakatan Muktamar & Musyawarah Besar Jami’ah Ahlith Thariqah Al-Muktabarah Nahdlatul Ulama (1957-2005M), Penghimpun : K.H. A. Aziz Masyhuri diterjemahkan oleh : Achmad Zaidun.


  1. Hukum Masuk Thariqah

Tanya : Bagaimana pendapat muktamirin tentang hukum masuk Thariqah dan mengamalkannya?

Jawab : Jikalau yang dikehendaki masuk thariqah itu belajar membersihkan dari sifat-sifat yang rendah, dan menghiasi sifat-sifat yang dipuji, maka hukumnya fardhu ‘ain. Hal iniseperti hadis Rasulullah Saw, yang artinya: ”Menuntut ilmu diwajibkan bagi orang Islam laki-laki dan Islam perempuan”. Akan tetapi kalau yang dikehendaki masuk Thariqah Mu’tabarah itu khusus untuk dzikir dan wirid, maka termasuk sunnah Rasulullah Saw.1 Adapun mengamalkan dzikir dan wirid setelah baiat, maka hukumnya wajib, untuk memenuhi janji. Tentang mentalqinkan (mengajarkan) dzikir dan wirid kepada murid, hukumnya sunat. Karena sanad Thariqah kepada Rasulullah Saw, itu sanad yang shahih.

Keterangan dari kitab:

  1. Al-Ma’aarif al-Muhammadiyah, hal. 81;

  2. Al-Adzkiyaa

Al-adzkiyaa’: Pelajarilah ilmu yang membuat sah ibadahnya.

Al-Ma’ararifah al-Muhammadiyyah, hal. 81: Sanad para wali kepada Rasulullah Saw. Itu benar (shahih), dan shahih pula hadis bahwa Ali ra. Pernah bertanya kepada Nabi Saw. Kata Ali, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku jalan terdekat kepada Allah yang paling mudah bagi hamba-hamba-Nya dan yang paling utama bagi Allah!” Rasulullah Saw. Bersabda, ‘Kiamat tidak akan terjadi ketika di muka bumi masih terdapat orang yang mengucapkan ‘Allah’. Dasar lainnya adalah firman Allah Swt. ‘Penuhilah janji, sesunggunhya janji itu akan diminta pertanggungjawabannya’”. (Al-Israa’; 34).


  1. Murid Pindah Thariqah


Tanya : Apakah boleh seorang murid Thariqah pindah dari satu thariqah kepada Thariqah yang lain?

Jawab : Haram pindah dari satu Thariqah kepada Thariqah yang lain. Namun dapat dikatakan : Boleh pindah, apabila dia dapat menetapi kepada Thaiqah yang sudah dimasuki dan istiqamah (tekun) pada tuntunannya.

Keterangan dari kitab-kitab:2 )

  1. fataawa al-Haditsiyah, hal.50;

  2. majmu’ah al-rasail, hal. 114;

  3. ahkaamul Fuqaha, soal no. 173.

Al-fataawa al-hadiitsiyah, hal 50: Barangsiapa telah menyatakan baiat kepada seorang mursyid, dan mampu melaksanakan isi baiatnya, dan telah mendapat pancaran rohani darinya dengan sifat yang pertama dan kedua, maka haram baginya –menurut mereka (para ulama)-meninggalkan mursyid tersebut dan beralih ke mursyid yang lain.

Majmu’ah al-rasaail,. Hal: 114: Ketahuilah bahwa Thariqah-Thariqah yang ma’tsur, yang masyhur, yang sanadnya bersambung dari para guru thariqah terdahulu sampai belakangan adalah seperti empat madzhab dalam hal perpindahan dari satu madzhab ke madzhab yang lain, yaitu boleh, dengan syarat bidang yang dimasuki oleh orang yang berpindah madzhab itu harus utuh dengan senantiasa menetapi tata kramanya.


3. Mursyid Melarang Muridnya Menerima Baiat dari Mursyid lain

Tanya : Apakah boleh seorang mursyid melarang sebagian muridnya menerima baiat dari mursyid yang lain?

Jawab : Boleh, kalau di dalam melarang itu untuk mengarahkan murid pada apa yang menjadikan kemaslahatannya.

Keterangan dari kitab:

Tanwiir al-quluub hal. 536: Yang kedua belas adalah mursyid tidak boleh lengah dalam membimbing murid-muridnya kepada apa yang menjadikan kebaikan bagi diri mereka.


4. Tidak Bersanad Mengajarkan Thariqah

Tanya : Apakah boleh orang yang tidak mempunyai sanad yang sambung kepada Rasulullah Saw mengajarkan thariqah kepada murid? Apakah boleh memberi ijazah kepadanya?

Jawab : Tidak boleh, kalau thariqah itu Thariqah Mu’tabarah seperti Thariqah Naqsyabandiyah, Qadriyah, Khalidiyah, dan semacamnya, yaitu Thariqah yang silsilahnya sampai kepada Rasullullah.


Keterangan dari kitab:

  1. Khaziinah Al-asraar, hal. 188.

  2. Ushuul al-Thariiq, hal. 89.

  3. Tanwir al-Quluub, hal. 534

Khaziinah Al-asraar, hal. 188: Orang yang silsilah/sanadnya tidak bersambung kehadirat Nabi saw. Itu terputus dari pancaran rohani dan ia bukanlah pewaris Rasullullah Saw. Serta tidak boleh membaiat dan memberi ijazah.

Ushuul al-Thariiq, hal. 89: Semua ulama salaf sepakat bahwa orang silsilahnya tidak bersambung kepada guru-guru thariqah dan tidak mendapat izin untuk memimpin umat di majlis thariqah, tidak boleh menjadi mursyid, tidak boleh membaiat, tidak boleh mengajarkan dzikir dan amalan-amalan lain dalam thariqah.

Tanwir al-Quluub, hal. 534: tidak boleh menjadi guru thariqah dan mursyid kecuali setelah mendapat penempaan dan izin, sebagaimana kata para imam, karena sudah jelas bahwa orang yang menjadi guru thariqah tanpa mendapat izin itu bahayanya lebih besar daripada kemashlatannya, dan ia memikul dosa sebagai pembegal/penjambret thariqah, serta jauh dari derajat murid yang benar, apalagi dari derajat guru thariqah yang arif.



5. Hukum Peringatan Haul (Hari Wafat)

Tanya : Apakah peringatan hari wafat (haul) termasuk bid’ah atau memang ada nash dari hadis?

Jawab : Sesungguhnya peringatan hari wafat (haul) ada nash hadis dariperbuatan Rasullullah Saw., Abu Bakar, Umar ra, dan utsman ra.

Keterangan dari kitab:

  1. Syaarah al-Ihyaa’,X

  2. Kitab nahju al- balaaqhah, hal. 394-396.

  3. Kitab manaaqib sayyidi al-syuhada’ Hamzah ra., hal. 15.

Syaarah al-Ihyaa’, juz X Yang menjelaskan ziarah kubur. Al-Baihaqi meriwayatkan dari Al-Waqidi mengenai kematian, bahwa Nabi Saw. Senantiasa berziarah ke makama para syuhada’ di bukit Uhud setiap tahun dan sesampainya disana beliau mengucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, “Salaamun’alaikum bimaa shabartum fani’ma’uqbaddaar” (QS. Al-Ra’d: 24. Artinya: keselamatan tetap padamu berkat kesabaranmu, maka betapa baiknya tempat kesudahan itu). Abu bakar juga berbuat seperti itu setiap tahun, kemudian Umar lalu Utsman. Fatimah juga pernah berziarah ke bukit Uhud dan berdoa. Sa’d bin Abi Waqqash mengucapkan salam kepada para syuhada’ tersebut kemudian ia menghadap kepada para sahabatnya lalu berkata, “mengapa kamu tidak mengucapkan salam kepada orang-orang yang akan menjawab salam mu?”

Keterangan yang sama juga terdapat dalam kitab Nahju al- balaaqhah, hal. 394-396, dan Kitab manaaqib sayyidi al-syuhada’ Hamzah ra. Oleh sayyid ja’far al Barzanji hal. 15: Rasulullah Saw. Senantiasa berkunjung ke makam para syuhada’ di bukit Uhud pada penghujung setiap tahun dan beliau mengucapkan “Salaamun’alaikum bimaa shabartum fani’ma’uqbaddaar” (Artinya: keselamatan tetap padamu berkat kesabaranmu, maka betapa baiknya tempat kesudahan itu. QS. Al-Ra’d: 24.). ini tepat sebagai dalil/dasar orang-orang madinah yang melakukan ziarah rajabiyyah (pada bulan rajab) ke makam sayyidina Hamzah yang di tradisikan oleh Syaikh Junaid al-Masyra’I karena ia pernah bermimpi bertemu dengan sayyidina Hamzah yang menyuruhnya melakukan ziarah tersebut.­3)


6. Cara Rabithah kepada Mursyid dengan Tata Sila Kesembilan

Tanya : Bagaimana cara rabithah kepada syaikh mursyid yang disebut dalam tata sila kesembilan dalam kitab Tanwiir al-Quluub tentang cara berdzikir?

Jawab : Cara rabithah yang ditanyakan tersebut yaitu menggambarkan rupa guru antara dua matanya, kemudian menghadapkan jiwa kepada rohaniyah dalam gambar itu pada permulaan dzikir sampai hasilnya merasa jauh dari dunia. Itulah yang dikehendaki tata sila yang kesepuluh.

Keterangan dari kitab:

  1. Tanwiir al-Quluub, hal. 518.

  2. Al-Bahjah a-Saniyyah, 40.

Al-Bahjah a-Saniyyah, 40: Ketahuilah bahwa menghadirkan rabithah itu bermacam-macam. Pertama, murid menggambarkan/ membayangkan rupa gurunya yang sempurna di hadapannya, kemudian ia bertawajjuh (berkonsentrasi) kepada rohaniyyah di dalam rupa gurunya tersebut dan terus bertawajjuuh seperti itu sampai ia jauh dari dunia atau mendapatkan atsar/dampak kejadzaban.

Tanwiir al-Quluub, hal. 518: Murid wajib berusaha memperoleh pancaran rohani ari gurunya yang sempurna yang fana’ di dalam Allah (larut/tenggelam di dalam sifat-sifat ketuhanan –pen), dan sering berkonsentrasi pada rupa gurunya agar semakin kuat pancaran rohani yang diterima dari gurunya pada saat tidak bertemu secara fisik seperti ketika bertemu secara fisik, sehingga dengan konsentrasi tersebut murid merasakan gurunya benar-benar hadir dan merasakan nur yang sempurna…



7. Ocehan Bahwa Thariqah tidak Termasuk Sunah Nabi

Tanya : Bagaimana hukumnya orang yang melarang orang masuk Thariqah Mu’tabarah seperti Thariqah Naqsyabandiyah khalidiyyah, Qadiriyah, syathariyyah dan sebagainya, dan dia berkata bahwa Thariqah tersebut tidak termasuk sunah Rasulullah Saw.?

Jawab : Kalau tujuan melarang itu ingkar kepada thariqah maka orang itu menjadi kufur.


Keterangan dari kitab:

Jaami’u al-ushuuli al-auliyaa’,hal. 136: Jauhilah ucapan, “Thariqah orang-orang sufi itu tidak diajarkan dalam Al-Quran dan hadis”, karena orang yang berkata seperti itu adalah kafir. Semua thariqah orang-orang sufi itu sesuai dengan akhlak dan perilaku Nabi Muhammad Saw.serta ajaran Allah.

Demikian jawaban yang kami berikan atas pertanyaannya, Jawaban yang kami kutip langsung dari buku ini mudah-mudahan bisa menjawab  beberapa pertanyaan yang pernah diajukan oleh pengunjung, pada kesempatan lain akan kami lanjutkan lagi tanya jawabnya, pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi kami berikan jawaban langsung via email.


Wassalam

Sufi Muda


 

 

Single Post Navigation

61 thoughts on “7 Tanya Jawab Tentang Thariqat

  1. kalangiek on said:

    alhamdulillah, jawaban atas pertanyannya sangat memuaskan :)

  2. Terima Kasih..
    kami menjadi lebih tahu dalil2 dasar tentang amalan ini…:-)

  3. dalam islam cara berzikir menghadirkan wajah guru (perantara ) seperti rabithah tidak ada dalam islam , islam berzikir dan berdoa secara langsung tanpa ada wasilah , ALLAH lebih mengetahui

  4. sufimuda on said:

    selamat datang di sufimuda saudara ded, Berzikir dengan menghadirkan wajah guru Mursyid itu yang sebenarnya zikir dalam Islam, kenapa anda tidaktahu? karena anda tidak pernah menekuni Thariqat, Bukankah Islam itu terdiri dari 4 tahapan, SYARIAT, THARIQAT, HAKIKATdan MAKRIFAT.
    Zikir yang anda maksud itu ya zikir pada tahapan awalnya orang berzikir, yang sebanrnya zikir mesti ada Guru Pembimbing agar tidak disesatkan syetan.

    Waktu kita di SD tidak ada pelajaran berhitung sampai milyar apa lagi trilyunan, karena SD belajar berhitung pake jari atau pake lidi, bisa dibayangkan kalau disuruh menghitung milyaran kepada anak SD, berapa truk diperlukan lidi untuk bisa menghitungnya.
    kalau udah SMP dan SMA, sudah tahu kalkulator dan komputer, hitungan berapa aja gak masalah.

    Kalau anda mengajari anak SD ilmu menghitung pake kalkulus, langsung anda di cap sesat karena di SD memang tidak ada pelajaran kalkulus, kalau anak SD itu nanti sudah sampai SMA barulah dia menyadari kebodohannya.

    Saudara DED, menuju Tuhan itu ada 3 jalan, silahkan memilihnya :
    1. VIA RASUL
    (memakai wasilah, sampai menyambung sampai kepada Nabi Muhammad SAW), Allah Berfirman di dalam hadist Qudsi, “Sungguh tidak akan sampai kepadaKu kelau tidak melalui Rasul-Ku”. Siapapun manusia dimuka bumi ini mengatakan sudah kenal Tuhan tapi belum “bertemu” dengan Rasulullah, sungguh dia dusta dengan ucapannya.

    2. VIA SYETAN.
    Para dukun, ahli sihir dan kawan2nya, punya kemampuan hebat, kekuatan juga dari Allah, tapi diperolehnya melalui syetan, akhirnya nanti seluruh amalannya ditolak oleh Allah.

    3. LANGSUNG (DISAMBAR SYETAN)
    Inilah kebanyakan orang yang tidak berthariqat, merasa langsung ke Tuhan, gmana mau langsung? wong Nabi Muhammad aja mula2 ke Tuhan diantar oleh Jibril baru kemudian Beliau bermakrifat (langsung bertemu Tuhan).
    Kalau anda mengatakan langsung ke Tuhan, tanpa ada yang menuntun, kok anda lebih hebat dari nabi?

  5. Alhamdulillah, sudah ada situs yang menjawab pertanyaan seputar thareqah… Saya seorang pengamal thareqah NAQSYABANDIYAH WAN QADARIYAH yang berada di Kodya Bengkulu, provinsi Bengkulu …
    Saya ingin bergabung di situs ini bagaimana caranya ?…
    Apakah boleh saya mengirimkan artikel atau hal-hal yang berhubungan dengan thareqah ?…
    Untuk saudara filah dan ikhwan sekalian, selamat berjuang semoga ALLAH meREDHOi semua yang kita kerjakan… AMIN..

  6. sufimuda on said:

    Selamat datang di sufimuda saudaraku Robin…
    Siapapun boleh bergabung disini tanpa syarat apapun, silahkan memberikan komentar, kritik saran, mudah2an nanti bisa berguna untuk saudara-saudara kita yang lain
    Alhamdulillah sekali anda telah mengamalkan Thareqa, saya ucapkan selamat dan teruskanlah ber Guru, dari sanalah sumber hikmah kita dapat.

    Kalau ada artikel silahkan kirim ke email saya :
    sufimuda@gmail.com
    sufimuda@yahoo.com

    nanti akan saya tampilkan di sufimuda

    Trimakasih atas kunjungannya, marilah kita bina silaturahmi dan berdakwah dalam menyebarkan kebenaran, menyebarkan api islam yaitu Tasauf sebagai ilmu untuk mendidik akhlak manusia menjadi baik sebagaimana akhlak Rasulullah SAW

  7. Selamat datang di sufimuda saudaraku fillah
    “hanya orang-orang yang bodoh yang tidak mau mengamalkan ajaran thariqat, karena kebodohannya pula mengatakan ajaran thariqat sesat, syirik and so on”
    saran bagi saudaraku, sebelum kita memponis atau memfatwakan sesuatu salah atau benar, belajarlah terlebih dahulu, Allah berfirman “fasalu ahla dzikri inkuntu la ta’lamun” bertanyalah kepada ahlinya jika kamu tidak mengetahui.

  8. alhamdulillah, masih ada orang yang seperti saudara ded. karena memang di al-qur’an Allah SWT memerintahkan kita untuk berdo’a langsung kepadaNya (tanpa perantara), bagaimana pendapat ulama bisa mengalahkan dalil dari Al-qur’an, sepengetahuan saya ulama besar seperti syekh Abdul Qadir Al-jaelani tidak menggunakan cara-cara rabithah, karena ia seorang ulama yang berpegang pada Al-qur’an dan Hadith. ulama salaf mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan fardhu dan amalan sunnah yang mereka pelajari dari hadith Nabi SAW, (dan bukan melalui rabithah), mursyid pada zaman dahulu dibutuhkan karena kebanyakan umat Islam pada masa itu buta huruf, sehingga mursyidlah yang bertugas menyampaikan nash Al-qur’an dan Hadith. saya tidak mengklaim bahwa ajaran thareqat itu sesat karena sepengetahuan saya segala bentuk zikir kepada Allah itu baik dan sangat dianjurkan akan tetapi penggunaan washilah atau rabithah sangat bertentangan dengan ayat Al-qur’an (ud’uni astajib lakum). apakah ayatnya yang salah atau memakai rabithah dan washilah itu salah???Allahu A’lam

    • menurut saya,cobalah saudara mukhlis belajar thareqat dulu, agar memahami apa itu Rabithah,maaf sblmnya,jika sdr mukhlis mendapati rabithah itu salah, ya silahkan aja meninggalkan thareqat,……

      • jwaban yg sangata tidk memuaskan, syrs mas mukhlis bsberkata demikian krn beliau udh, sy adlah slh 1 yg prnh d baiat dibatam.Dan sy merasajg ajaran ini aneh……………

        • ilza hayati on said:

          utk m’iva… jika merasa ajaran ini aneh bearti m’iva belum sampai tahap khusyuk dalam berzikir, buat saya ini sangat luar biasa, jika kita berzikir dgn ikhlas dan minta ridhoNya kita akan merasakan bahwea zikir bener2 hidup dalam diri kita>>> Subahannallahhhhh i luv my Allah SWT

  9. So pasti pemahaman mukhlis tentang ayatnya yang salah. Makanya cari Guru Mursyid. Kalo sok2an belajar berjalan sendiri malah di puter2in setan dalam diri kita sendiri.

  10. Assalamu’alaikum ww wbr.
    Buat Ded dan mukhlis, sebelum mengatakan bertentangan denga ajaran alqur’an dan hadits mungkin ada baiknya ikutan dulu menghadiri pengajian atau wirid thariqat (tapi yang bener-bener thariqat lho – klo mau tau alamatnya mungkin bisa menghubungi sufimuda). Pada saat itu silahkan ditanya panjang lebar…pasti kejawab…setelah itu terserah anda memutuskannya, jika masih ragu juga…kita punya sarana dengan jalan sholat istikharah…pasti deh ditunjukin Allah mana yang bener,
    Karena ajaran thariqat itu seluruhnya bersumber dari al-qur’an dan hadits Nabi Rasulullah SAW.
    do’a-do’a yang kita ucapkan sehari-hari juga pada dasarnya jika dikaji lebih dalam juga washilah.
    buat sufimuda…salam kenal….

  11. mau menanyakan hal2x sbb:
    1. kitab Al-Ma’aarif al-Muhammadiyah, hal. 81; dikarang oleh siapa ???? untuk keterangan sanad itu shahih itu dari jalan siapa ??? berarti tidak dalam shahih bukhari/muslim/ibnu majad or lainnya !!!

    2. Murid Pindah Thariqah ???? berarti selain thariqah ini berarti non muslim / kafir donk ???? lalu bagaimana dengan ahlus sunnah wal jama’ah ????

    3.Mursyid Melarang Muridnya Menerima Baiat dari Mursyid lain ??? berapa banyak orang di dunia ini yang di baiat ???? bukankah hanya 1 di dunia ini dizaman rasul & para sahabat ????

    4. Tidak Bersanad Mengajarkan Thariqah, Thariqah Naqsyabandiyah, Qadriyah, Khalidiyah….siapa aja didunia ini yang menjadi no 1 untuk di baiat ??? kalo itu ada 4 thariqah..berarti ada 4 pemimpin donk & tiap2x pemimpin pasti berbeda donk manhaj-nya…bener nggak???

    5. Hukum Peringatan Haul (Hari Wafat)…. untuk keterangan menyuruh diadakan acara peringatan hari wafat dari nabi itu ada dimana ???? kalo nabi saja tidak melakukan…kok kita berani2xnya mengadakan, berati agama ini belon sempurna donk ???? gimana sih ???

    6. Cara Rabithah kepada Mursyid dengan Tata Sila Kesembilan tentang berzikir ….. mas dalilnya apa (hadist) or dari al qur’an ???? mesti membayangkan…..wah2x ini lama2x jadi gila ini ajaran….

    7. Ocehan Bahwa Thariqah tidak Termasuk Sunah Nabi dan banyaknya thariqah…… mas bukankah nabi muhammad hanya mengajarkan al qur’an dan as sunnah (hadist) karena 2 hal ini yang akan memasukkan kita kedalam jannah ???? tak perlu masuk thariqah2x KAN ???

    • Iman Arsyad on said:

      kalau ana boleh berpendat,,, thariqah berarti umum = “jalan”,, jangan artikan thariqat suatu ajaran,,namun thariqat maknax adalah mengikuti jalan, yaitu jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt… bisa jadi kita mengikuti jalan Nabi Muhammad Saw, bisa juga sahabat beliau seperti Abu Bakar As Siddiq, Umar Al- Faruq bin khatab, Ustman bin Affan, Sayyidina Ali Radhiyallahu anhum..dan lainnya

      . Hadist “sahabat-sahabatku seperti bintang-bintang di langit yang mana pun kalian ikuti kalian menemui jalan yang benar”

      makna thariqat adalah istilah “umum” bukan suatu yang khusus.jika dimaknai khusus maka akan terjadi pertentangan dalam Islam, padahal islam adalah agama yang lurus dan satu”

  12. @Arie
    Dari 7 hal yang anda tanyakan itu akan terjawab kalau anda baca artikel2 yang saya tulis, kalau saya ulang di sini jadi membosankan dan tidak akan pernah ada titik temu karena kita melihat dari kacamata berbeda.

    Cuma kalau anda permasalahkan Tarekat/Tasawuf apakah ada atau tidak di zaman Nabi, saya tanya kepada anda…

    Bahwa inti pokok dari ber agama adalah Makrifat kepada Allah, mengenal Allah dengan sebenarnya.
    Awaludini Makrifatullah…
    Bagaimana kita shalat yang khusuk kalau yang kita sembah tidak jelas.
    Coba anda jawab,
    Bagaimana menurut anda cara supaya kita bisa bermakrifat?

  13. wah bahaya juga pemahaman anda tentang “Bagaimana kita shalat yang khusuk kalau yang kita sembah tidak jelas”
    berarti secara tidak langsung anda menghayalkan allah seperti sesuatu hal…. wah…. bener2x rupanya tarekat…PENGHAYAL HEBAT / PELAMUN SEJATI / KEBANYAKAN BENGONG…..

    padahal sifat allah itu yang pertama2x adalah wujud, qidam,dst

    kalo anda balik bertanya kepada ana tentang bagaimana makrifat kepada allah yaitu sesuai dengan al qur’an dan al hadist (Islam, Iman & Ihsan).

    Bila anda memahami tentang apa itu Islam, Iman & Ihsan…insya allah anda akan menemukan Allah

    • buat mas arie<<< before im same with u,,,, setelah saya menerjunin thariqah sangat rugi orang tidak berthariqah, ga ada salahnya diterjunin kalau merasa memang sesat tinggalkan thariqat,,,

  14. Lho koq bahaya?
    Lalu anda menyembah Allah yang bagaimana?
    Anda menilai orang lain berdasarkan pengetahuan anda sendiri. Allah koq di hayalkan, jangan2 anda suka menghayal yang bukan2 dalam ibadah.
    Bagi saya tidak perlu menghayal Allah karena DIA begitu nyata.
    “Assalutul Mikrajul mukminin” shalat itu mikraj bagi orang mukmin. Shalat itu ruh seorang hamba naik ke alam rabbani, disanalah dia berjumpa dengan Allah.

    Udah tahu sifat Allah pertama WUJUD koq gak cari yang ber wujud itu?
    Kalau sifat Allah itu Wujud, mesti ada donk yang ber wujud itu, yang tidak serupa dengan makhluk?
    Udah ketemu belum anda?
    Kalau belum ketemu yang carilah orang yang ahli yang mempertemukan anda.

    Yah semua orang mengatakan sesuai dengan al qur’an dan hadist, praktiknya gmana bos?
    apa membaca ayat alqur’an langsung kenal Allah?

    Islam, Iman dan Ihsan itu adalah tahapan awal menuju Allah, silahkan lanjutkan ke tahap berikutnya.
    Ihsan bermakna ibadahlah engkau seolah-olah melihat Tuhan.
    Seolah-olah kan spekulatif namanya. Kapan pastinya?
    Kalau anda hanya belajar syariat doank, membaca saja kemudian merasa diri sudah makrifat, mmm… masih jauh panggang dari api…

    Terakhir, kalau anda belum berjumpa dengan yang WUJUD itu maka segala ibadah akan hampa dan sia-sia, masih ada waktu melanjutkan pelajarannya. Tapi kalau anda sejenis golongan wahabi or salay yang merasa benar sendiri ,yah tdk usah anda cari lagi kelanjutannya puas aja dengan kondisi sekarang.

    Kalau di jakarta tdk bisa berenang maka di laut atlantik juga tdk bisa berenang.
    Kalau di dunia ini tidak jumpa dengan Allah, di akhirat siapa yang jamin?
    Hidup jangan spt membeli lotre, untung atau rugi.
    Anda memperdebatkan ttg tarekat dan tasawuf, sementara orang yang mengamalkan tasawuf adalah orang yang sudah mempelajari syariat krn syarat untuk menekuni tarekat adalah harus paham dengan syariat.
    Lalu anda menyalahkan tarekat padahal anda belum pernah menekuninya bahkan mungkin memandang dengan sinis, kan gak nyambung
    Tarekat/Tasawuf yang anda kritik telah teruji sepanjang zaman. Kalau orang-orang luar Islam menuduh tarekat/tasawuf itu bukan ajaran Islam wajar saja krn mereka tidak ingin ummat Islam ini memiliki power Islam sehingga mudah dipecah belah.

    salam

  15. sudah… cukup… saya sudah tau sekali ajaran ini…bisa diambil point2x sbb :
    1. berani/lancang thd allah, membayangkan/menggambarkan allah seperti sesuatu….. bisa2x seperti pemahaman syeik siti jenar…menyatunya allah dalam dirinya…ya
    2. menyelami dunia ghaib, padahal manusia hanya diberitahu oleh allah melalui al qur’an itu hanya sedikit… itu pun hanya tanda2x or ciri2xnya saja.
    3. sifat terlalu guluw yang sangat terhadap gurunya, tanpa mencari sumbernya itu benar / salah. yaitu menelan mentah2x apa yang ditanamkan oleh pemimpin ajaran ini & seakan2x pemimpin ini tak pernah salah.
    4. pengikut2x ajaran ini tidak boleh menasehati gurunya walaupun salah
    5. tidak mau menerima dalil yang sholeh yang bukan dari gurunya…ok

    terima kasih

    • Merasa tahu dengan tahu merasa itu beda sekali.
      Merasa Tahu lahir karena kesombongan dan kebodohan dan keterbatasan ilmu serta nafsu dalam dirinya sehingga menutup diri dari pendapat orang lain sedangkan Tahu Merasa itu adalah sebuah sikap yang lahir karena banyaknya pengalaman dan terus mencari dan menerima sesuatu yang belum dia tahu.

      Ibarat Kata pepatah, kalau galah panjang sejengkal janganlah laut hendak di duga. Kalau ilmu masih kurang janganlah suka menilai orang.

      Sebenarnya tidak ada yang perlu di jelaskan kepada anda, karena anda melihat dari sudut pandang anda sendiri yang terbatas.

      Kalau memang menurut anda Tasawuf/Tarekat itu salah Lalu kenapa ulama2 dulu menjadi pengamal tasawuf? :
      Coba Baca : Kesaksian Para Ulama Fiqih Terhadap Tasawuf
      juga Fatwa Seykh Yusuf Qardhawi Tentang Tasawuf

      Dibandingkan dengan para ulama di atas tentu kita tidak ada apa-apanya. Lalu kenapa anda menolak tasawuf?

      Banyak orang tidak sadar kalau hatinya telah tertutup dari kebenaran tapi merasa mendapat kebenaran.

      Kalau anda tidak senang dengan tasawuf dan menurut anda tasawuf itu salah, Lebih bijaksana kalau anda tidak mengujungi blog ini, karena sufimuda akan terus menyuarakan kebenaran Tasawu sebagai intisari ajaran Islam.

    • khoirul anwar on said:

      arie…istighfar…kita smua mnuju ALLah,klo toh mang jalannya beda itu adlah keyakinan masing2,,,siapakah kita ini? hingga kita merasa kitalah yang paling benar…sami’na wa atho’na terhadap guru adalah satu himbauan dari rasulullah.

  16. Kalau anda tidak senang dengan tasawuf lalu mengunjungi blog ini tiap saat kan jadi lucu. Lebih baik anda perbanyak ibadah dan silahkan mengunjungi blog yang sesuai dengan keinginan anda

    Salam

    • pokemon on said:

      kutipan komentar diatas:

      Kalau anda tidak senang dengan tasawuf lalu mengunjungi blog ini tiap saat kan jadi lucu. Lebih baik anda perbanyak ibadah dan silahkan mengunjungi blog yang sesuai dengan keinginan anda

      renungan buat sang murid:

      PERNAHKAH SANG MAHA GURU membuat pernyataan demikian kepada orang yang bertanya kepadaNYA????

      ingatlah bahwa banyak diantara kita yang sekarang sudah menjadi pengikut dan murid SANG MAHA GURU dulunya adalah orang2 seperti mas Arie….jangan sampai kita tergolong orang yang lupa kacang akan kulitnya.

      ingatlah dulu bagaimana SANG MAHA GURU menerima kita yang dalam keadaan SOMBONG dan FASIQ…..yang beliau tunjukan adalah kesabaran, keikhlasan dan jalan kebenaran tanpa melihat hati busuk kita……

      ingatlah saudaraku,… jika diakhirat nanti dia menuntut kepada kita lantaran menjauh/diusir oleh sebab perkataan kita… dapatkah kita mempertanggung jawabkan perbuatan kita itu di hadapan SANG MAHA????

      ingatlah…. gerak mereka tuk mengunjungi blog ini adalah gerak SANG MAHA GURU……..yang wajib kita layani sebagai TAMU SANG MAHA GURU semampunya……

      jika kita sebagai murid tidak mampu (wajar to mas … namanya juga murid..) maka wajib bagi kita untuk mencari jalan dengan segala daya upaya agar supaya orang tersebut sampai kepada SANG MAHA GURU…….

      inilah wujud perbuatan hamba/pelayan yaitu melayani TAMU dan TUAN RUMAH.

      ini pula yang menyadarkan kita bahwa sesungguhnya kita2 ini tidak memiliki kekuatan apa2…dan selalu membutuhkan MURSYID………

      sebagaimana firmanNYA:

      —AKU yang memberi petunjuk….(makanya serahkan kepadaNYA… jangan mau jago2 seperti MURSYID memberi petunjuk….)

      NB: ada cerita konon kabarnya ada sebagian pengikut tarikat yang menghalangi orang2 bertemu langsung dengan SANG MAHA GURU tarikat dengan alasan hadap dsb…)

      mohon ampun dan maaf … bukan bermaksud memvonis atau apa2… karena manusia tempat salah dan lupa…yang pasti tiada guna nya diri dan kalimat ini tanpa RIDHONYA semata ..

      semoga bermanfaat sebagai pengingat diri dan sesama

      wassalam

  17. mukhlis on said:

    mas arie termasuk orang yang tidak senang ya. kalo gitu saya mau tanya ama mas arie; ada nggak blog yang bisa buat kita sharing masalah agama kita, saya juga mau cari agama islam yang lurus dan hanif sebagaimana yang diberitakan Allah SWT tentang agamanya nabi Ibrahim AS dan sejalan dengan agama kita.
    email saya : kuning2411@yahoo.com

  18. anda memakai dalil yang umum,dan dari tadi saya tidak melihat dalil yang shohih diketahi perawinya atau sanadnya.ilmu dan dzikir yang dimaksud anda membuat-buat sendiri.semua itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah.apakah anda lebih baik daripada Rasullullah dan sahabatnya.haha…hukumnya haram pindah dari thariqat yang satu ke thariqat yang lain….murtadh dunk…berarti anda bukan islam tapi membuat agama sendiri.anda berani membaiat?anda bener-bener sombong.jangan membawa-bawa ulama salaf.karena ulama salaf adalah ulama yang setia dengan Allah dan rasulNya melalui pemahaman para sahabat,bukan dengan pemahaman melalui akalnya,dan mimipi-mimpi gilanya,haul jelas bidah,anda menyebutkan dalil dari rasulullah.haha..bikin dalil sendiri kali,paling tidak harusnya anda mngambil dalil dari shohih bukhari.muslim,atau muhadist-muhadist lain yang pasti keshahihanya.dan harus di ingat dalil yang shohih tidak mungkin bertentangan dengan dalil shohih yang lain.apalgi ada hadist Rasulluah ke bukit uhud setiap tahun.buku-buku yang anda pakai juga gak bagus.cobalah buka langsung kitab asli dari ulama-ulama salaf,hahaha..anda jangan mudah mengkafirkan seseoarang karena ada seseorag melarang masuk thariqah.anda yang kufur.semoga kita semua diberikan hidayah olehAllah SWT,bertaubatlah wahai saudaraku.jangan sampai kita termasuk dalam 72 golongan yang di maksud Rasul.dan jangan sampai kita seprti buih yang di maksud oleh Rasulluah.keliatannya banyak tapi dia hanya buih karena Ahlussunnah waljamah adalah hamba Allah,setia dengan rasul mengikuti pemahaman para sahabat yang setia mendampingi Rasulullah.tidak ada ilah yang berhaq di ibadahi dengan benar kecuali Allah.dan dalam artikel anda saya lihat jarang sekali mengagungkan Allah dan RasulNya,tahukah anda di mana Allah berada?jawablah dengan dalil yang Shohih.syukron,afwan.dan saya bukan orang yang awam terhadap sufi,dari lahir sampai bertahun-tahun saya di didik dengan lingkungan sufi,bapak saya juga ikut thariqat.alhamdullah,Allah memberi hidayah kepada kami.coba dengarkan radi rodja.radio ahlussunnah waljamaah.sekali lagi afwan

    • darimana anda tahu bahwa itu tidak diajarkan oleh Rasul…apakah anda pernah mengikuti pengajian rasul..?saya yakin anda tidak.

      menjawab dimana Allah berada, saya ada cerita. ada seekor cacing dalam perut manausia, suatu saat dia hampir saja keluar melalui anus orang tersebut dan ia sempat melihat dunia ini, setelah itu dia menceritakan fenomena itu kepada cacing yang lain, trus cacing yang lain bertanya bagaimana dunia itu ? lalu cacing itu berkata “bagaimana aku menceritakan sesuatu yang belum pernah engkau saksikan”. Allah itu lebih dekat dengan urat leher mu dan Dia ada dimana-mana hanya itu yang bisa saya gambarkan.
      terima kasih

    • pokemon on said:

      masalah perawi atau sanad asli atau tidak….???

      lalu apakah yang menurut cerita orang sanadnya asli itu yang anda ikuti?? ….apakah titel wali, ulama, menjamin keabsahan penilaian anda???? tahukah anda jika terjadi distorsi dan semuanya berubah menurut kehendak penguasa??

      …Presiden suharto yang menjadi pemimpin kita 35 tahun saja mampu membolak balik sejarah…. apalagi ini adalah kisah dimasa lampau ribuan tahun yang lalu????

      Sepeninggal Rasulullah SAW dan ABU BAKAR RA. terjadi perebutan kekuasaan yang mengakibatkan pengkafiran terhadap orang2 yang dicintai dan dijamin masuk sorga oleh Rasulullah SAW…..umar, usman dan Imam Ali dibunuh dengan nama ALLAH dan dikafirkan oleh golongan yang Akhirnya menjadi penguasa dan turun temurun memerintah di ARAB ??? lucukan???…

      masih adakah rujukan tertulis dari arab yang akan anda gunakan untuk mencari kebenaran ?????sungguh rendah pondasi berpijak anda…..

      firman ALLAH :
      Barang siapa yang masuk ke bentengKU…..

      tahukah anda dimana benteng ALLAH itu????

      firmanNYA: Apabila masih ada satu orang yang mengucapkan LAillaha ilallah tidak akan kiamat dunia…

      tahukah anda… ada jutaan manusia di aceh yang mengucapkan laa illaha ilallah pada saat tsunami di aceh.. namun tsunami tidak peduli dengan kalimah laa illaha ilallah mereka..

      tahukah anda siapa 1(satu) orang yang dimaksud???
      firmanNYA:
      Aku berkenan dihati hambaku yang bening, mukmin lunak dan tenang…..

      RAsulullah Bersabda:
      sepeninggalku akan ada ulama pewaris….

      Tahukah Anda siapa ulama itu?

      carilah ulama itu karena hanya kepada merekalah petunjuk dan ilmu rasul itu terjaga hingga akhir zaman…

      wassalam

    • ass…..ikhwan dan akhwat,semua pasti kuat memegang pendapatnya masing2.semua pasti tahu siapa dan bagaimana sifat2 allah.semuanya tentu menginginkan surga,sekarang mah jangan komentar bila isinya sesuatu yang tidak sesuai dengn blog ini.urus saja ibadah masing2 jangan mengkritik saudara masing2 dimanapun berada.lain kepala lain pemikiran,apalgi kepala itu sudah terkontaminasi dunia dan seisinya.pasti sulit di persatukan agar seiring seias sekata.hanya hidayah allah saja yang mepunyai kehendak semaunya.kita di siksa apa kita di azab…betul….
      sekarang mah mendingan hiasi hati denganpenuh rasa kasih sayang tanpa melihat dia siapa,aliran apa,agama apa,bahkan kafir apa mutad… kasih sayang tidak mengenal batasan.bukankah perbuatan allah seperti itu kepada mahluk nya….bukankah perbuatan rosul2 allah juga seperti itu kepada sesama manusia.berbuat baiklah terhadap sesama jaadlah mahluk yang bermanfaat bagi sekitarnya baik hewan /tumbuhan dan jgn jadi perusak.kalo mengaku hamba allah dan menginginkan surga allah tapi masih ada rasa benci dalam hati terhadap sesama dan sekitarnya, pengakuanmu hanya khayalan dan dusta…..kalo mengaku umat / pengikut ajaran rosul2 allah penganut qur’an da hadits tapi masih ada rasa benci tehadap sesama dan sekitar,…itu hanya aku akua saja.jadilah rohmat bagi lingkungan sirnakan kebencian serahkan semua urusan kepada allah saja.gitu aja ko repot…..urusan kita bukan sama mahluk….urusan kita ibadah saja sama allah jadi kenapa sibuk mengurusi orang lain.surga neraka urusan masing2…gitu aja ko repot.sekarangmah jadilah manusia yang sadar esensinya manusia seperti apa wong kita mati aja yang menguburkan butuh orang lain,jangan di campur adukan urusan……manusia manusia ,agama agama,peribadi peribadi,al hasil….jangan usil…tebarkan keselamatan…jadilah yang bermanfaat bagi sekitar ..pereratlah kasih dan sayang kepada sesama bila tidak ingin di sebut semua pengakuan kita hanya dusta belaka.

  19. sebelumnya saya minta maaf,untuk perkataan kafir mengkafirkan,saya bertaubat dari perkataan itu,Allah maha pengampun,semoga Allah mengampuni.karena anda masih islam,hanya cara beribadah yang berlebihan,saya sudah duga jawaban anda Allah ada di mana-mana tanpa dalil.saya juga sudah terbisa dengan hal itu,tapi cobalah belajar dan mengkaji alquran tanpa mentakwil dengan pikiran sendiri,jadi menerima apa adanya apa yang sudah di firmankan oleh Allah.silahkan baca surat al-a’raf ayat 54.dan masih ada InsyaAllah 6 ayat yang lain dengan dalil yang sama.Allah berada di atas langit,bersemayam di arsynya.saya tau haul tidak ada karena tidak ada yang bisa membuktikan dalil shohihnya,bahkan anda hanya menghujat saya,tanpa memberi tau saya.itu seperti halnya dzikir berjamaah dengan suara yang keras bukan?terdapat dalam surat al a’araf 55,berdoalah dengan suara lembut….saya harap siapaun yang membaca ini membuka alquran dan terjemahannya secara lengkap.juga masih terdapat sekitar 2ayat yang lain dengan kata-kata yang sama.dan hadisnya terdapat dalam HR.Bukhari no 2992,4205,dan Muslim no 2704.yaitu,dari Abu Musa Al Asyari ia berkata:orang-orang mengangkat suaranya ketika bertakbir dan berdoa,kemudian Rasulullah SAW bersabda:Hai sekalian manusia kasihanilah diri kalian sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Rabb yang tuli tidak juga jauh…..”.juga ada satu riwayat yang shohih bahwa Abdullah Abdullah bin Mas’ud pernah melihat satu kaum di masjid mereka membuat beberapa halaqah,setiap halaqah ada yang memimpin dan di tangan mereka ada biji-bijian.lalu si pemimpin berkata bertakbirlah seratu kali,dan mereka bertakbir seratus kali,sampai bertasbih seratus kali.lalu Abdullah bin Masud mendatangi halaqah dzikir tersebut lalu berkata,apa yang kalian lakukan?jawab mereka,batu kerikil ini untuk menghitung tahlil dan tasbih,lalu kata Ibnu Masud,hitunglah kejelekan dan kesalahan kalian aku jamin tidak ada kebaikan kalian,celakalah kalian wahai umat Rasulullah alangakah cepat kebinasaan kalian mereka sahabat nabi masih banyak yang masih hidup,pakaian dan bejana Rasul belum hancur,demi Allah apa kalian lebih baik dari agama Rasul atau kalian membuka pintu kesesatan,mereka berkata,demi Allah ibnu Mas’ud kami tidak menginginkan kecuali kebaikan beliau berkata,betapa banyak orang menginginkan kebaikan tapi tidak benar caranya,sesungguhnya Rasul bersabda nanti akan ada satu kaum yang membaca Alquran tidak melewati tenggorokan mereka ,demi Allah saya melihat apa yang di sabdakan Rasul kebanyakan dari kalian.Ibnu Mas’ud adalah sahabat Rasul yang selalu setia dengan Rasul ikut dalam setiap peperangan.dimana sahabat Rasul di jamin oleh Allah dan Rasulnya menjadi umat yang terbaik,syukron katsir…

    • pokemon on said:

      tahukah anda:

      Rasulullah berpesan:
      Kutinggalkan 2 perkara yaitu ALqur’an dan sunnahku….

      Rasulullah tidak pernah menyuruh mengumpulkan dan membukukan ayat2 yang turun selama beliau menjadi rasul sampai akhir hayat…atau menyebut buku/suatu benda sebagai alqur’an ini hanyalah inisiatif para sahabat untuk menyatukan dan membukukan kemudian memberi nama kitab itu sebagai alqur’an….

      Tahukah anda apa alqur’an itu????.. tuhan berfirman: apabila alqur’an itu diletakkan diatas gunung maka ancur leburlah gunung itu…

      ini berarti alqur’an yang dimaksud Rasulullah dengan alqur’an yang dipahami oleh sebagian besar umat islam sekarang ini sangat bertolak belakang … dimana alqur’an yang dipahami umat sekarang walaupun diletakkan berton2ton.. diatas gunung tidaklah akan dapat menghancur leburkan gunung itu.

      saran saya saudaraku….. carilah alqur’an yang dimaksud Rasulullah SAW….. bukan al qur’an yang ditetapkan secara pleno oleh para sahabat yang terbukti tidak mampu menghancurkan gunung dan hanya menjadi bahan perdebatan saja.

      salam dalam kasih ALLAH dan rasulNYA…

      • ALHAMDULLILLAH saudaraku kau tlah mengingatkan aku yg hina ini tuk cr alquran yang sesunguhnya namun dengan niat yg sungguh* dan doa yg slalu kupanjatkan kehadiratnya semoga cpt kutemukan .namun sekarang ku yakini hati sanubari ini yang paling dalam dan seluruh badan dohir ini yang bisa bedakan jelek dan baik sebagai alquran ku amin….

        • pokemon on said:

          segala sesuatu kembali kepada ALLAH dan RasulNYA saudaraku…firmanNYA: aku beri petunjuk kepada SIAPA YANG AKU KEHENDAKI DAN AKU SESATKAN KEPADA SIAPA YANG AKU KEHENDAKI….

          ++++++
          berbicara mengenai Hati (benda mati/rumah/qalbu) tidak terlepas dari masalah iman yang ditanam ALLAH ke dalam hati manusia…

          ada 2 macam metode beriman yang dilakukan manusia:

          1. beriman dengan pertimbangan Akal dan Rasanya…
          iman yang timbul berdasarkan pertimbangan akal dan
          rasa.Semua harus jelas secara logika.. yang tidak
          masuk akal dan tidak sesuai dengan perasaannya akan
          ditolaknya.

          2 Beriman tanpa menggunakan pertimbangan akal dan
          rasa……tetapi berdasarkan tuntunan Alqur’an hidup
          (bukan buku spt penjelasan diatas)

          jika ingin mengetahui KEBENARAN MUTLAK sebagai acuan ALLAH menerangkan dalam kisah perjalanan nabi Musa yang berguru kepada nabi khidir…dengan 3 kejadian yang kesemuanya tidak masuk diakal dan rasa nabi musa ….membunuh anak kecil, melubangi perahu, dan membangun rumah yg tidak ditingali…

          inilah contoh bahwa keimanan nabi musa dengan akal dan rasa tidak mampu menilai sesuatu kebaikan kebenaran secara mutlak( HAQ) sehingga nilai kebenaran berdasarkan akal dan rasa adalah relatif /meragukan.

          sedangkan keimanan khidir As.. yang dalam kisah buku alqur’an tersebut dikatakan ALLAH sebagai ” orang yang benar dan berasal dari sisi KAMI”….dan dikatakan MUSA AS, sebagai “orang yang tidak benar” bukan lagi berbuat berdasarkan pertimbangan akal dan rasa tetapi berdasarkan unsur AL-Qur’an sehingga walaupun menurut akal dan rasa perbuatan itu salah namun kenyataannya itulah yang Mutlak kebenarannya/kebenaran yang haq

          inilah bukti dan petunjuk ALLAH bahwa kebenaran HAQ.. bukan berdasarkan penilaian akal dan rasa manusia.
          dan tidak mampu dijangkau oleh akal dan rasa manusia.

          unsur AL- HAQ/al-qur’an tidak dimiliki oleh semua manusia….dikarenakan unsur tersebut diberikan kepada WALI TERKASIH/ulama pewaris dan hak WALI terkasihlah kepada siapa ingin diberikan unsur tersebut…itu bukanlah unsur yang kita bawa sejak kita lahir….

          kenapa demikian???

          ALLAH berfirman :
          Dan KUtiupkan sebagian dari ketetapanKU…..

          yang sebagiannya mana????….. itulah hal utama yang diserahkan kepada Rasulullah SAW pada saat ISRA MIRAJ
          dan menjadikan RAhasia Kesuksesan perjalanan Rasulullah….

          sesuai Sabda Rasulullah pula:
          Apa yang ada di dalam dadaku sudah kuserahkan kepada ABU BAKAR…..

          imam Ghazali berkata:
          carilah guru yang silsilah bergurunya sampai kepada Rasulullah SAW………

          BUkti lain bahwa ilmu tersebut diwariskan :

          ALLAH berfirman :
          Akan kuciptakan Seorang khalifah/pemimpin diatas bumi.

          berarti adanya Khalifah/pemimpin disetiap zaman… yang tubuhnya berbeda tapi isi dalam hatinya adalah yang berasal dari RASULULLAH SAW.

          jika kopi diletakkan di dalam botol atau di gelas…. maka tetap saja yang didalam gelas atau botol itu adalah kopi bukan???? bentuk berubah tetapi isinya tetap kopi.

          FIrman Lainnya:
          tidak kuciptakan dunia dan isinya kecuali untuk engkau ya MUHAMMAD…….

          jika yang di maksud firman diatas khusus untuk Muhammad bin Abdullah saja maka saat ini seharusnya bumi dan isinya sudah tidak ada lagi bukan??? seharusnya sepeninggal muhammad bin abdullah maka terjadilah kiamat besar….

          kenapa kiamat besar belum terjadi????

          dikarenakan MUHAMMAD yang dimaksud ayat diatas adalah manusia pelanjut/pewaris (WASILAH) yang dalam dirinya ada ILMU RASULULLAH SAW seperti yang diterangkan diatas.(contoh botol dan gelas berisi kopi)

          ini membuktikan adanya Pewaris… sebagai Khalifah/Pemimpin diatas bumi sehinga sampai sekarang bumi beserta isinya belumlah KIAMAT BESAR..

          akhir kata… sudahkah engkau temukan seorang WALI yang mampu menberikan sebagian lagi ketetapan ALLAH untuk menyempurnakan dirimu sebagai manusia yang beriman?????

          cukup sekian dulu… semoga bermanfaat bagi diri dan sesama…

          wassalam

    • mantan sufi on said:

      dasar badui…

  20. teman2 yg dimuliakan Allah…
    diskusi tentang Tasawufnya seru banget. ada yang pro ada juga yg kontra. perbedaan itu adalah rahmat. gak usah bingung-bingung. yang menempuh jalan untuk menjadi ‘arifin’ silahkan jalan terus, bagi yang menempuh jalan ‘abidin’ silahkan jalan terus.. ada yang mencari Allah dengan hati, ada yang mencari-Nya dengan akal.. kalo dibahas gak akan ada habisnya karna sama-sama benar.. lakum dinukum waliadien… yg penting jaga persatuan dan silaturrahmi dengan saudara-saudara kita seiman.. Wallahualam.. wassalamualaikum..

    • saya sangat setuju sekali…….dengan shohib ilmar,cuman saya mau menambahkan….kita jadi manusia itu bukan di tuntut mememerkan pengetahuan tapi di tuntut mengamalkan pengetahuan( ibadah tok )betul…dalil apapun yang keluar tidak akan membawa penyelesaian,karena dalil di cari buat membela diri sendiri,sebenar nya dalil bukan milik sendiri dalil adalah sekedar bukti dan milik bersama..karena debat bukan ajaran rosul2 allah……berdiskusilah yang baik(batsul masail )dan saran saya yang merasa keilmuanya tidak berdasar jangan berkoar ikut ikutan.sebab ilmu tidak bisa asal terima begtu saja,ada ilmu bahasa…ilmu makna….ilmu penjelasan…..ilmu mantik….dll.apalagi dalam menyimpulkan firman allah dan hadits rosul….jangan so tahu bila tidak tahu ilmu asbabul nujul nya qur’an dan hadits…..jadi bagi yang berdebat koreksilah diri sendiri apa iya saya sudah cukup ilmu sehingga berkata demikian….?apalagi sampe ponis mem ponis…..suruh sekolah lagi aja,di blog ini bukan untuk menebarkan kebencian dan ponis memponis,hanya allah saja yang nanti akan memponis mahluknya.yaa….kalo punya tuhan sendiri atau surga sendiri mah ya sudah pegang saja pendapat sendiri,aliran sendiri ,hukum sendirii tdak usah usil and ikut campur yang bukan bidangnya.gitu aja ko repot……..perbedaan yang rohmat bukan perbedaan berebut kebenaran….tapi perbedaan yang rohmat adalah perbedaan yang menghasilkan rasa kasih dan sayang sesama.perhatian nich ……udah deh yang ga tau jangan sokkkk tahu…..gitu aja kok repot.ilmu yang benar adalah ilmu yang bersumber dari guru2 yang menyambung sampe ke rosulallah…bukan ilmu hasil baca tok,ngarang apalagi mengira ngira.boleh berbeda tapi jang usil dan memponis.karena blog ini khusus bahasan tasawuf dan torikot saya tegaskan yah….tasawuf dan torikot muktabaroh itu benar……dan harus di ikuti. yang bilang tidak benar cari aja siapa temen temennya……toh nanti juga kita ngumpul bersama orang2 yang jadi temennya….ga usah repot…kalo ga setuju yaa uwis aja metu dalil maning…kaya pinter bae….aurip ge nmbe bengen…..so pake ponis memponis,kufur meng kufurkan…akhlak sapa iku……iku dudu akhlak ke wong muslim. tahu ga?…..yen wong islam pasti tau …saat malaikat dan iblis disuruh allah sujud penghormatan kepada adam,,,yang memponis unsur api lebih mulia dari pada unsur tanah siapa coba tebak …???……..malaikat yang di buat dari cahaya saja ora komentar,beli sombong,diem bae and nurut apa kata allah….iki sing arane iblis komentar,pinter sih pinter,bener sih bener ilmu dari allah,tapi ya kalo ora nurut sama yang punya ilmu….mau di katain apa coba….gitu aja kok repot.dalam islam tuh yang terpenting adalah akhlaq.& taat alias nurut bukan karepe dewek kaya iblis…dan pengetian akhlaq dan taat alias nurut juga tidah asal jeplak saaja.belajar….tolong belajar….beramal…..bukan memponis……nurut bukan khianat.gitu aja ko repot.gitu aja kok repot…….wong sujud tinggal sujud bae pake komentar….iblis….iblis gitu aja kok repot.dasar takdir…..ya wis lanjut sin pada pegang tasawuf dan torikot lanjut saja jangan ragu.aja urusi orang lain dan bila ada yang komentar tidak sesuai jangan tanggapi hanya akan mengakibatkan perdebatan dan ponis memponis kebencian yang kesemuanya bukan akhlah rosul.hatur nuhun

  21. Assalammualaikum Wr.Wb….
    1.Sy cm mau menyatakan penilaian sy ttg ajaran tasawuf ini. Sy prnh d baiat pd thn 2005 yg lalu. Pd saat sy d baiat sy merasa aneh dgn yg sy lakukan pd saat itu. Sy d minta tidur miring sesuai dengan cara tidur Rasulullah, lalu sy d suruh membayangkan wajah mursyid (Dermoga Barita Raja). Dan pd saat stlh sholat subuh smua berzikir (berbentuk lingkaran), para jamaah wanita d minta menutup mukanya dgn mukena yg d kenakan. Kemudian stlh itu kita smua harus bersujud menghadap Mursyid (di sbt Yg Maha Mulia oleh murid2nya).
    2. Suami sy adalah pengikut ajaran tasawuf/tharekat jg. Sblm beliau mengikuti tharekat, sholat 5 waktunya tidak prnh tinggal & jg rajin membaca Al Quran. Tp stlh mengikuti ajaran ini, kok malah tidak prnh sholat, puasa Ramadhan jg sering bolong. Setiap kali sy tanyakan knp, jawaban nya slalu, yg pnting zikir. Dan juga dsetiap sudut rumah pasti d letakkannya Photo sang Mursyid, yg konon ktnya kalau setan, jin dan sebangsanya melihat pasti akan takut. Sy jd bertanya2 apakah ajaran ini benar?
    Mohon penjelasan yg sejelas2nya.
    Maaf kalau sy terkesan tdk menyukai ajaran ini. Sy hanya ingin penjelasan tanpa bermaksud menyudutkan. Trm ksh.

    • pokemon on said:

      sebaiknya anda meminta kepada pengurus tarekat anda untuk bertemu langsung dengan pembimbing di tarekat anda dan apabila anda belum puas juga maka usahakanlah (wajibkan diri anda) untuk bertemu guru mursyidnya untuk membicarakan masalah ini…..

      kalau anda tidak di izinkan bertemu guru mursyidnya… maka tinggalkanlah tarekat itu … dan carilah guru lain yang mampu menjawab dan menghilangkan kegelisahan dalam diri anda.

      firmanNYA: Carilah Wasilah…..

      jangan pernah anda berhenti mencari wasilah

      itu saran dari saya..

      wassalam

    • Ibu muda on said:

      saya juga mengalami seperti yang ibu ceritakan.
      Saya juga masih bingung dengan ajaran ini apakah benar/tidak

      • ibu muda, coba anda melakukan thariqat sampai dgn tingkatan suluk kayak mamaku, minta petunjukNya atas kebenaran thariqah, disanalah semua akan terjawab, dosa pasti nyata disana astaqfirullah>>>

    • Assalamualaikum iva
      salam kenal semuanya yang ada di blog ini sebelumya.saya hanya sekedar berbagi pemahaman,sekiranya pemahaman salah mohan diluruskan
      1.membayangkan / menghadirkan guru mursyid ga ada dalil nya.tapi kalo sholat harus hadirnya hati ada dalilnya di hadist,laa sholatan bi huduril qolbi,tidak lah syah sholat kecuali hadirnya hati,berarti kita harus kenal yang di hadirkan tersebut,kalo tidak kenal,sholat hanya mengheningkan pikiran sambil membaca bacaan rukunnya sholat, bukannya hati yang hadir
      2.Orang yang mengenal allah dia akan beribadah secara kaffah atau sempurna,hakekat dan Syariat dijalankan semua

  22. jagoanneon on said:

    Saya baca buku ttg menjolok energi quran yang tak terhinga yg lebih tinggi dari energi nuklir, energi maha dasyat.

    Saya ingin tau apakah energi ini bisa digunakan untuk membantu negara kita yang kekurangan listrik akhir2 ini. Atokah energi ini besar tapi terbatas pengaplikasiannya ?

    Kalo digunakan misal, pembangkit listrik tenaga quran, bukanhan semerta-merta orang akan mengiyakan para rosul tuhan ini, karena manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat.

    Ataukah energi itu hanya untuk sendiri/rahasia, tidak boleh digunakan sembarangan/memiliki syarat2 tertentu sehingga energi alam semesta tsb tidak boleh digunakan untuk kebaikan bersama ?

    Thx
    Salam

    • SAPIHITAM on said:

      Salam kenal Jagoan Neon..

      Jelas Bisa Donk … kalau hanya energi listrik itu mudah bagi Al-quran.
      Coba perhatikan yang memutar bumi ini kan energi Al-quran.
      yang membuat sampean tidur juga energi Al-quran. COba pikirkan seandainya Energi Al-quran ini dikurangi sedikit saja untuk sampean lantas energi tidur sampean dikurangi sehingga tak bisa tidur hayo kau mau apa??
      Coba perhatikan lagi Energi Al-quran yang dikurangi di daerah Sumatra Sidoarjo dan padang n yang lain termasuk Shidnei.kemarin apa yang terjadi??? itu sebagian saja!!!.

  23. nasrunrambe on said:

    silahkan saudara buka buku – buku yang telah diberikan dalam tulisan ini karna jika saudara merasa bahwa ajaran thareqat tersebut sesat silahkan tinggalkan, makanya sebelum dibai’at saudara harus sholat istiqharah dulu, minta petunjuk kepada allah apakah pelajaran ini benar atau tidak, karna tempat bertanya yang paling benar dan sejati hanya kepada allah.

  24. SAPIHITAM on said:

    salam kenal tuk para saudaraku seiman salam sejahtera selalu.
    bolehkan aku berkisah diriku sendiri???

    Begini saat aku masih kecil dulu sekitar kelas tiga SD aku ikut-ikutan sama temantemanku teman mengaji aku ikut mengaji dan bila temanku main bola aku juga main bola, sampai apapun yang dilakukan temanku akupun ikut. Aku belajar membaca menulis setiap hari tak mengenal lelah. Dari tahu ketqahun aku naik kelas sering aku diberi tahu oleh semua guru termasuk guru agma saya. tentang al-quran alhadis yang sokheh dan tidak. dan aku tak paham kenapa harus ada yang shokheh dan tidak shokheh
    dan ada pula yanga dikatakan guruku jka kau diberi tahu jangan kau lihat yang kasih tahu tapi lihatlah apa yang dibertahukan. walaupun itu anak kecil ( Muda ) dari kau. saat itupun aku juga tak tahu. setelah saya lulus SD aku melanjutkan sekolah lebih tinggi dari SD dan aku juga tetap belajar mebaca dan menulis termasuk pelajaran agama. aku juga dusuruh membaca menghafal surat dan ayat alquran. sampai hadist lagi. sampai saat itu aku juga tak faham kenapa aku selalu disuruh menghafal dan menulis serta membaca alquran dan hadist. dus aku lulus SLP aku melanjutkan sekolah lagi nah disitu aku disuruh lagi membaca dan menghafal lagi Al-quran dan hadist lagi
    namun anehnya lagi-lagi aku tak faham juga. Setelah lulus aku mau sekolah lagi takut jangan- jangan aku disuruh baca hadist dan Al-quran lagi yang aku lagi-lagi tak faham.
    aku putuskan aku kerja aja mingkin tak ada yang menyuruh aku membaca Al-quran dan hadist lagi. setelah saya bekerja lambat laun aku mulai berfikir ternyata Al-quran dan alhadist yang disuruhkan kepadaku ada manfaatnya. sekian lama aku bekerja dan bekerja aku bergaul dengan siapa saja. termasuk ahli cerita, ahli kitab, ahli qutbah, ahli ibadah, ahli dizikir, ahli fikir dan banyak yang ahli sampai para ahli itu tak bisa aku hafal.
    Oleh ahli qutbah aku disuruhnya mengenal Allah karena Allah dekat dengan urat nadi. Aku carilah urat nadiku dulu pasti Allah akan ketemu didekat nadiku. sampai bertahun tahun tak ada didekat nadiku. Kemudian aku tanya sama ahli qutbah tadi didekat nadiku tak ada Allah. Geer sem,ua teman ketawa atas kelakar saya. dan ada sebagian mengatkan kalau nadimu putus baru kau ketemu dengan Allah. Mati Donk.
    Ahli fikir bilang kau puny otak tak kau pakai mikir fiikir donk. fikir. Apanya yang saya fikir Celetukku.
    Ahli cerita bilang mengatakan panjang kali lebar samadengan aku bingung juga. ahli ibadah bilang kalai kau ingin ketemu tuhan beribadahlah yang banyak pasti kelak diakhirat kau ketemu tuhan. Ahli kitab juga tak kalah seru buka donk Kitabmu kau punya al-quran dan hadist…
    saya sudah bosan mas sejak kecil saya sudah disuruh baca dan buka buku tentang hadist dan Al-quran. soalnya ujung-ujungya aku tak ngerti lagi. ahli dzikir bilang kau sudah belajar apa saja tentang islam ? Banyak jawabku ! lah kok sampean tak bisa ?? ! bohong sampean. ….
    Aku betul-betul tak mengerti. Kemudian aku ditanya lagi sama ahli dzikir kau ini ikut ulama siapa ?? walah-walah mas ulama yang sampean maksud siapa ?? kan disini banyak ulama. kalau ulama salaf aku jelas tak kenal, jangankan selebihnya. tahuku ulama yah dibuku-buku itu orangnya belum tahu. carilah ulama yang bisa membawa kau kejalan tuhan !! Wah bagus itu.. trus … gimana caranya. ternyata jalan tguhan Itu tak Gampang. caranypun juga tak semudah yang saya bayangkan apalagi cerita-cerita. dan buku-buku yang sudah lama saya pelajari sejak SD. blas ndak sambung. Kemudian saya disuruh lagi mengingat Hadist yang pernah saya hafal yah susah dong ingatnya la wong sudah lama sekali. tapi tak apalah ingat sedikit. Gimana yah Nabi Ibrahim Bisa selamat dari bara api ? kemudian pertanyaan saya berkembang Hai Muhammad katakan bahwa yang melempar itu Aku!!
    Katakan Muhammad yang melempar itu aku !!! berulang kali itu dikatakan Muhammad
    padahal Muhammad yang bilang … Kenapa Muhammad saat itu bilang begitu ????
    Kalau kata-kata itu yang bilang aku sekarang kira – kira apa yang saudara katakan tentang aku ??? Minimnya jangan didengar itu orang gila iyakan??
    Kalau kalimat itu dari Al- Hadist Dan datangnya dari Muhammad Apa juga Komentar saudaraku??? saya tunggu balasan saudaraku . semoga tak bosan .

  25. gita kamila on said:

    rame nih… bagus…

  26. SAPIHITAM on said:

    Saya lanjutkan boleh kan?? n salam kenal tuk gita kamila

    Kala itu aku baru kelas tiga esde saya belajar menulis maaf karena kala itu aku tak sekolah TK jadi kelas tiga baru belajar menulis. dari huruf kehuruf kucoretkan pensil tanpa mengerti maksudnya tersusunlah sebuah kalimat. Nah .. merasalah aku sudah pandai karena memang aku sudah bisa menulis setelah itu hasil belajarku kuceritakan sama bapak dan yang lain. semuanya menanggapinya macam-macam. Ada yang bangga dengan hasil belajarku. Ada yang biasa saja dengan hasil belajarku. Ada yang cuek-cuek saja. dan ada yang senyum saja. dan ada pula yang sinis akan hasil belajar saya. Yang lebih parahnya ada anak kira kira waktu itu sudah sekolah di STM. dia mengatakan kalau pensil itu kalau disekolaku dipakai mengambar bukan menulis. saya tak percaya karena pengalamanku pensil itu kubuat menulis bahkan hasilnya juga ada bukan karangan. saya waktu itu mengatakan pada anak STM tersebut, kalau anak STM itu goblok dan Goblok. sumpah serapah kulontarkan pada mereka. ( Anak STM ) karena waktu itu aku sedang menulis bukan menggambar. Selang beberapa tahun aku sadar ternyata pensil juga bisa juga untuk menggambar. tidak menulis saja. mungkin kalau aku sudah lebih pintar lagi pensil bisa untuk yang lain juga yah…
    Kalau gitu aku mau tanya aja sama GURUKU pentingnya pensil yang berguna.

  27. Sayri’at : adalah peraturan Allah yang telah ditetapkan melalui wahyu, berupa perintah dan larangan.

    Thariqat : pelaksanaan dari peraturan hukum syari’at.

    Haqiqat : Laa Hawla Wa Laa Quata Illa Billah(tiada daya dan kekuatan kecuali dgn Allaah)kita yg berbuat Allaah yg menjadikan perbuatan

    Kedudukan tiga jalan menuju Allah tersebut dijelaskan oleh syeikh Ibn Muhammad syatha
    Ust.Labib MZ (dalam buku Rahasia Ilmu Tasawuf ) perpendapat ;

    seorang pengamal tariqat tidaklah harus menjadi anggota kelompok jama’h tariqoh dalam aliran tertentu, namun seorang yang sudah melaksanakan ajaran islam secara murni dan konsekwen sudah termasuk melaksanakan tariqat.

    Jadi pada kesimpulannya seorang muslim tidaklah wajib mengikuti ataupun memasuki kelompok atau organisasi tarekat tertentu,(agar sampai kepada Allah ) tetapi kewajiban bagi umat islam adalah melaksanakan syari’at islam sebagi tariqat yang sah untuk menuju kepada ALLAH, sebagai bukti perwujudan keimanan kepada Allah.

    Apabila seorang muslim telah melaksanakan syari’at dengan benar dan sesuai petunjuk sunah rosul maka berarti sudah melaksanakan tariqat yang dilakukan oleh kekasih Allah, waliyullah.

    Jadi tarekat umat islam adalah syari’at islam itu sendiri. Dan umat islam yang mengamalkan syari’atnya berarti sudah mengamalkan tareqat,tak peduli apapun profesinhya, direktur dokter ,ulama, pengajar,kyai , ustaz, da’i ,pelajar, mahasiswa dan lainya.

    Jalan tariqah bisa ditempuh dengan berbagi macam jalan termasuk juga orang sudah mengkhususkan diri dengan memperbanyak zikir dan senantiasa bertaqarub kepada Allah, baik lewat organisasi tariqat tertentu atau tidak ,nilainya sama hanya cara dan bentuknya saja yang berlainan.

  28. SAPINITAM on said:

    Ass. Wr. Wb.
    Mbak kiki ini gimana sih ….? Kok ngomongnya ndak jelas gitu … ?
    Menurut mbak kiki gimana ? Apakah kalau sudah Dokter itu artinya direktur, dan kalu sudah Ustadz apakah dia juga sudah Kyai, apakah kalau sudah da’i itu artinya sudah ulama? apakah kalu sudah pelajar itu mahasiswa ?. iyakah. ?
    wasalam.

  29. rosli abdullah on said:

    assalamualaikom ustaz saya ingin bertanya sampai berapa lama kah kita harus dudok di-dalam perjalanan taqrikat dan bagaimana pula dengan hakikat ,bersertadengan ma’arifat boleh kah ustaz memberi penjelasan kerana saya benar benar ingin mengetahui dudok perkara

  30. Assalamualaikom w.b.t wahai tuan guru sufi muda Abdullah dari singapore.sheh apa kahkita harus terus dudok di-dalam taqrikat dan berapa lama sheh.Bagaimana pula dengan Ma’arifat ya sheh sedang kan kita maseh terus berzikir dan baia’t dan melaksanakan apa yang di ajarkan oleh guru kita.pernah saya tanyakan pada guru saya bisa kah guru menujukan saya yang sa benar benar nya Ma’arifat.Dan kenapa sewaktu kita berzikir atau berseloka harus mema;arifat kan wajah guru kita,bukankah kita menuju untuk bertemu dengan Allah kenapa pula kita harus mema’arifat kan wajah guru apa kah tidak salah kerana di-dalam firman Allah
    laisa kamislihi tidak ada yang lain selain aku ya’ni Allah
    ya sheh saya telah menjalani Taqrikat selama34tahun
    tapi sheh saya maseh mencari bagaimana ma’arifat kepada Allah s.w.t sedang kan di-dalam surah ikhlas Allah brfirman aku tiada beribu dan bapa dan aku tidak di beranakan.dan aku ini serupa tidak berupa boleh kah kira nya tuan guru sufi muda menjelaskan bagaimana dudok perkara yang sa-benar nya

    • kita mulai dengan ayat: awaludin makrifat….yang berarti awal beragama mengenal Allah…….

      jika disuruh mengenal berarti ada rupa dan bentuk bukan…? bagaimana mungkin kita dapat mengenal sesuatu tanpa ada bentuk dan rupa??? lalu bentuk dan rupa bagaimana yang dimaksud ayat diatas??? bukankah tuhan itu laisa kamislihi saiun???? yang dimaksud dari ayat ini diterangkan dalam hadits RASULULLAH SAW yaitu:

      Apabila engkau belum beserta dengan ALLAH maka besertalah dengan orang2 yang sudah beserta dengan ALLAH………

      jadi awal beragama adalah mengenal orang2 yang sudah beserta dengan ALLAH SWT. yaitu para WALIULLAH.. karena merekalah yang memiliki bentuk dan rupa.

      Apabila telah engkau temukan maka mengabdi dan berbaktilah dengan sungguh2 kepada WALIULLAH tersebut.

      apabila kesungguhanmu telah menumbuhkan cinta dari
      sang mursyid maka itulah pertanda ALLAH mulai cinta kepadamu.

      Sebagaimana FIRMANNYA:

      Yaa Muhammad apabila engkau mencintai maka akupun mencintai… apabila engkau mengampuni maka akupun mengampuni.

      nb: Muhammad yang dimaksud disni bukan unsur manusiawi dari muhamad bin abdullah melainkan unsur/NUR muhammad yang berasal dari muhammad bin abdullah yang dimiliki oleh manusia /guru pembawa wasilah…)

      jadi mulailah dengan tahapan AWAL…. jika engkau bersungguh2 pada akhirnya ALLAH sendiri yang akan membimbingmu kepada tahapan2 selanjutnya….

      ALLAH itu laisa kamislihi saiun sebagai petunjuk kepada manusia bahwa manusia biasa tidak akan dapat menjangkau ALLAH…….kecuali melalui Rasul/WaliNYA…
      bukankah WALI berarti pengganti yang dikuasakan????

      so mulailah dengan WALINYA…… karena distulah kesanggupankita bertuhan….

      wassalam…

      =============================================

  31. mamo cemani gombong on said:

    pokemon………….hmmmmmmm . salam sejahtera .

  32. Ping-balik: ILMU & SENI & SUFI | Sang Pengembara

  33. rusdi hidayatullah on said:

    Koq pada ribut? Smuanya Чªήğ kk/abng/ungku benar smua buat apa ribut? Kan اَللّهَ memberi penjuk dan hidayah sesuka hati-NYA, jadi klw ªϑª Чªήğ kurang bagi org itu Ƴɑ̤̥̈̊ªªª biarkan saja, memang segitu jatah Чά‎​πƍ di beri اَللّهَ, walau saling ngotot memberi tau ini benar itu benar, bukannya nggak akan bisa karna kita manusia nggak bisa memaksakan sesuatu, tetap ajakan, Чªήğ ngotot” itu apa bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik? Nabi besar kita saja Muhammad S.A.W saja tidak bisa membuat bapaknya untuk masuk islam, smua kehendak اَللّهَ, اَللّهَ memberi sesuka hati-NYA, sudahlah jujur kalau saya melihat begini hati saya merasa iba, sekaligus malu jika ªϑª agama lain selain islam melihat hal ini, maaf bila saya ªϑª Чªήğ salah dalam berkata, karna saya hanya manusia Чªήğ tidak luput dari kesalahan, hanya sedikit menyampaikan perasaan saya Чªήğ iba

  34. Kalau kita melakukan tarekat melalui buku bagaimana cara berwasilah

  35. mukhlis on said:

    Buat teman-teman yang mau berthariqat tapi tanpa washilah berikut pengalaman dari saya :
    1. syarat utamanya anda harus mengerti tentang agama Islam sepenuhnya (makna dan pemahaman tentang Al-qur’an dan hadits) setelah memahami cobalah untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (walaupun cuma 1 ayat cobalah untuk sering membaca dan berusaha untuk memahami dan mengerti)
    2. untuk washilah tertentu anda tidak perlu membayangkan wajah siapa-siapa, karena dengan membayangkan wajah anda sendiripun anda kesulitan (bca kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghozali bab IV tentang hati), jadi perbanyak bercermin dan bayangkan wajah anda sendiri, untuk selanjutnya ganti wajah dan foto mursyid dengan wajah dan foto anda. (keterangan lebih lengkap baca kitab Ihya Ulumuddin)
    3. selanjutnya mintalah petunjuk kepada Allah karena Allah memerintahkan secara tegas dalam Al-qur’an ” Mintalah kepadaku maka pasti akan Ku Penuhi permintaanmu” jadi jangan minta kepada mursyid atau yang lain.
    4. untuk mursyid yang meminta upah dan bayaran maka hal tersebut bertentangan dengan surat Yasin ” Ikutilah oleh mu orang yang tidak meminta upah dan bayaran namun mereka tetap memberi petunjuk” jadi kalau ada aliran tertentu yang meminta setoran / iuran harap dicurigai karena bertentangan dengan Al-qur’an.
    Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Perbedaan pendapat diantara umatku adalah Rahmat” . jadi gak usah takut untuk berbeda.

    • Ruslianto on said:

      Wahai pengamal thareqat, hati-hati saran terburuk yg pernah ada di blog sufi Muda diatas (saran si mukhlis, ini) Lalu si mukhlis (ini) berwashilah dengan apa ??? Karena ber-washilah kepada Nabi Muhammad s.a.w sudah ada sejak dari zaman Nabi Adam a.s dan Nabi Adam a.s (sendiri) berwashilah kepada Nabi Muhammad s.a.w walaupun Beliau belum ada secara fisik saat itu.
      Sekali lagi-hati-hati,.. sudah ada penyusupan diblog ini. tapi jika pikir lagi engga heran juga “dia” bisa kok menyusup dihati manusia, apalagi didunia maya.
      Washobiruu,… Warobbhitu.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.895 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: